⚡10.10 PROMO JUMBO! DISKON 98%⚡
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!

0 Hari 8 Jam 53 Menit 42 Detik

5 Proyek Portofolio Excel Pemula yang Bisa Dikerjakan lewat Bootcamp

Belajar Data Science di Rumah 23-Oktober-2026
https://dqlab.deemka.com/cache/2-longtail-senin-08-2023-10-02-175603_size800x0_7036c312c93f.jpeg

Menguasai Microsoft Excel menjadi salah satu keterampilan yang berguna untuk memasuki dunia kerja, terutama di bidang administrasi, keuangan, operasional, hingga data analysis. Namun, memahami rumus dan fitur Excel saja terkadang belum cukup. Kamu juga perlu membuktikan bahwa keterampilan tersebut bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata.

Salah satu caranya adalah membangun portofolio melalui proyek berbasis praktik. Melalui bootcamp Excel yang berorientasi pada proyek nyata, kamu bisa belajar mengolah data, membuat laporan, hingga menyajikan informasi secara visual dalam bentuk yang lebih mudah dipahami. Lantas, proyek apa saja yang bisa dikerjakan pemula untuk membangun portofolio Excel? Berikut lima ide yang bisa sahabat DQLab coba!


1. Membuat Dashboard Penjualan

Proyek pertama yang bisa kamu kerjakan adalah membuat dashboard penjualan. Proyek ini cocok untuk pemula yang ingin mempelajari cara mengubah kumpulan data transaksi menjadi informasi yang berguna bagi bisnis. Kamu bisa menggunakan data simulasi yang mencakup tanggal transaksi, nama produk, kategori, jumlah barang terjual, harga, dan total penjualan. Dari data tersebut, kamu dapat menganalisis produk terlaris, tren penjualan bulanan, dan kategori yang memberikan kontribusi pendapatan terbesar. Beberapa fitur Excel yang bisa digunakan antara lain:

  • SUMIFS: menghitung total penjualan berdasarkan kriteria tertentu.

  • PivotTable: merangkum data berdasarkan produk, kategori, atau periode.

  • PivotChart: menyajikan data dalam bentuk grafik.

  • Slicer: memudahkan pengguna memfilter informasi pada dashboard.

Hasil akhirnya berupa dashboard interaktif yang menampilkan indikator penting, seperti total penjualan, jumlah transaksi, dan produk terlaris.


Baca Juga: Bootcamp Data Analyst with Excel


2. Mengolah dan Membersihkan Data Mentah

Sebelum data dianalisis, sering kali kamu perlu memperbaiki data yang berantakan. Misalnya, terdapat nama pelanggan yang ditulis dengan format berbeda, data duplikat, tanggal yang tidak konsisten, atau kolom kosong. Melalui proyek ini, kamu dapat berlatih membersihkan data mentah agar lebih siap digunakan untuk analisis. Kamu bisa memulai dengan dataset pelanggan, transaksi toko, atau inventaris barang. Beberapa fitur yang dapat dipraktikkan meliputi:

  • Remove Duplicates: menghapus data duplikat.

  • TRIM dan CLEAN: membantu membersihkan spasi berlebih dan karakter tertentu.

  • Text to Columns: memisahkan data dalam satu kolom menjadi beberapa kolom.

  • IF dan IFERROR: menangani kondisi tertentu dan mengelola hasil formula yang menghasilkan error.

  • Power Query: mengimpor, mentransformasi, dan menggabungkan data secara lebih sistematis.

Sebagai hasil proyek, kamu bisa menyertakan dataset sebelum dan sesudah dibersihkan, disertai dokumentasi singkat mengenai masalah yang ditemukan dan langkah perbaikannya.


3. Membuat Laporan Keuangan Sederhana

Jika tertarik pada bidang administrasi atau keuangan, kamu bisa membangun portofolio berupa laporan pemasukan dan pengeluaran bulanan. Gunakan data simulasi usaha kecil seperti kedai kopi, toko pakaian, atau bisnis makanan. Catat setiap transaksi berdasarkan tanggal, kategori, jenis transaksi, dan nominalnya.

Selanjutnya, kelompokkan pemasukan dan pengeluaran untuk mengetahui total arus kas maupun kategori biaya terbesar. Kamu juga dapat membuat ringkasan bulanan untuk membandingkan kondisi keuangan dari satu periode ke periode berikutnya. Fitur Excel yang bisa digunakan antara lan:

  • SUMIF dan SUMIFS: menghitung pemasukan dan pengeluaran berdasarkan kategori.

  • IF: menentukan status transaksi berdasarkan kondisi tertentu.

  • Data Validation: membuat pilihan kategori transaksi agar input lebih konsisten.

  • Conditional Formatting: menandai transaksi atau nilai tertentu secara otomatis.

  • Chart: memvisualisasikan perbandingan pemasukan dan pengeluaran.

Hasil akhirnya bisa berupa laporan keuangan sederhana yang dilengkapi ringkasan transaksi, grafik, dan indikator kondisi arus kas.


Baca Juga: Belajar Fungsi Tanggal & Waktu di Excel


4. Membuat Dashboard Stok Barang

Pengelolaan persediaan menjadi bagian penting dalam operasional bisnis. Jika stok tidak tercatat dengan baik, perusahaan berisiko mengalami kehabisan barang atau menyimpan persediaan secara berlebihan. Untuk proyek ini, kamu bisa menggunakan dataset inventaris yang berisi kode barang, nama produk, stok awal, barang masuk, barang keluar, dan batas minimum stok. Kamu kemudian dapat membuat sistem sederhana untuk menghitung stok akhir dan memberikan peringatan ketika jumlah barang berada di bawah batas minimum. Fitur Excel yang bisa dimanfaatkan meliputi:

  • SUMIFS: merangkum jumlah barang masuk dan keluar.

  • XLOOKUP: mengambil informasi produk berdasarkan kode barang.

  • IF: menentukan status stok seperti aman atau perlu restok.

  • Conditional Formatting: memberikan penanda visual pada stok yang menipis.

  • PivotTable: merangkum persediaan berdasarkan kategori produk.

Hasil akhirnya berupa dashboard inventaris yang memudahkan pengguna memantau ketersediaan barang dan menentukan produk yang perlu segera dipesan kembali.


5. Menganalisis Data Pelanggan

Proyek kelima adalah menganalisis data pelanggan untuk menemukan pola pembelian dan memahami karakteristik konsumen. Kamu bisa memulai dengan dataset simulasi yang mencakup ID pelanggan, usia, wilayah, frekuensi transaksi, total belanja, dan kategori produk yang dibeli. Dari data tersebut, kamu bisa mengidentifikasi kelompok pelanggan dengan nilai transaksi tertinggi, wilayah dengan jumlah pelanggan terbanyak, atau kategori produk yang paling diminati. Fitur Excel yang bisa kamu gunakan antara lain:

  • COUNTIF dan COUNTIFS: menghitung jumlah pelanggan berdasarkan kriteria.

  • AVERAGEIF dan AVERAGEIFS: menghitung rata-rata nilai berdasarkan kelompok tertentu.

  • PivotTable: mengelompokkan pelanggan berdasarkan karakteristiknya.

  • Chart: menampilkan distribusi pelanggan dan pola pembelian.

  • Slicer: membantu pengguna mengeksplorasi data berdasarkan kategori atau wilayah.

Agar proyek lebih menarik, tambahkan bagian rekomendasi bisnis berdasarkan hasil analisis. Misalnya, kelompok pelanggan dengan frekuensi transaksi tinggi dapat menjadi target program loyalitas, sedangkan wilayah dengan transaksi rendah bisa dianalisis lebih lanjut untuk menemukan peluang pertumbuhan.

Mempelajari Excel akan lebih terarah ketika kamu tidak hanya mempelajari rumus, tetapi juga langsung menerapkannya dalam proyek. Melalui pendekatan berbasis praktik, kamu dapat memahami bagaimana berbagai fitur Excel digunakan untuk menyelesaikan kebutuhan administrasi, pelaporan, dan analisis bisnis. Bootcamp Excel dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu proses belajar tersebut, terutama jika programnya menyediakan latihan berbasis kasus, proyek akhir, dan umpan balik dari mentor.

Sebelum memilih program, periksa apakah materi sudah mencakup keterampilan yang kamu butuhkan dan apakah proyeknya dapat dikembangkan menjadi portofolio pribadi. Ingat, portofolio yang baik bukan sekadar kumpulan file Excel yang terlihat menarik, melainkan bukti bahwa kamu mampu mengolah data, menjelaskan temuan, dan menghasilkan solusi yang bermanfaat.


FAQ

1. Apakah pemula bisa membuat portofolio Excel tanpa pengalaman kerja?

Bisa. Kamu dapat menggunakan dataset simulasi atau data publik untuk mengerjakan proyek mandiri. Jelaskan tujuan, proses, dan hasil proyek secara transparan.

2. Proyek Excel apa yang paling cocok untuk pemula?

Dashboard penjualan dan laporan keuangan sederhana merupakan pilihan awal yang baik karena bisa melatih penggunaan rumus dasar, PivotTable, dan grafik.

3. Apakah portofolio Excel bisa membantu melamar kerja sebagai data analyst?

Bisa menjadi nilai tambah karena portofolio memperlihatkan kemampuan praktikmu. Namun, peluang kerja juga bergantung pada keterampilan lain, pengalaman, dan persyaratan posisi yang dilamar.

Yuk perdalam pemahaman excel kamu bersama DQLab! DQLab adalah platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur ChatGPT yang memudahkan beginner untuk mengakses informasi mengenai data science secara lebih mendalam.

DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Jadi sangat cocok untuk kamu yang belum mengenal data science sama sekali. Untuk bisa merasakan pengalaman belajar yang praktis dan aplikatif, yuk sign up sekarang di DQLab.id atau ikuti Bootcamp Data Analyst with Excel berikut untuk informasi lebih lengkapnya atau ikuti Bootcamp Data Analyst with Excel!


Penulis: Reyvan Maulid

Ingin meningkatkan skill Excel sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja? Mulailah dengan lima proyek portofolio: dashboard penjualan, pembersihan data mentah, laporan keuangan, dashboard stok barang, dan analisis pelanggan. Melalui bootcamp berbasis proyek, kamu bisa berlatih mengolah data, menggunakan rumus, membuat visualisasi, dan menyajikan insight yang relevan dengan kebutuhan bisnis.

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini