GEBRAKAN TAHUN BARU!! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!
0 Hari 2 Jam 37 Menit 21 Detik

5 Rutinitas Pagi Sederhana agar Data Scientist Lebih Fokus dan Seimbang

Belajar Data Science di Rumah 09-Juli-2025
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/1-longtail-jumat-05-2024-12-13-215945_x_Thumbnail800.jpg

Bekerja di dunia Data Science bukan sekadar duduk depan laptop dan menulis kode. Dibalik itu, ada tekanan untuk menyelesaikan proyek yang kompleks, berpikir kritis sepanjang hari, dan seringkali menghadapi data yang tak selalu “ramah”.

Maka dari itu, memiliki rutinitas pagi yang sehat dan terstruktur bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Berikut lima rutinitas pagi sederhana yang bisa membantu data scientist lebih fokus, produktif, dan tetap menjaga keseimbangan hidup.


1. Bangun 30 Menit Lebih Awal dari Biasanya

Bagi banyak orang, pagi adalah waktu paling berharga untuk membangun momentum harian. Bangun 30 menit lebih awal dari biasanya bisa menjadi investasi kecil dengan dampak besar. Waktu ekstra ini bukan dimaksudkan untuk langsung bekerja, melainkan sebagai jeda personal sebelum dunia luar mulai menuntut perhatian kita. Dalam keheningan pagi yang belum tersentuh notifikasi dan e-mail, pikiran lebih jernih dan hati lebih tenang untuk menyambut hari dengan niat yang jelas.

Bagi seorang data scientist, yang kerap dihadapkan pada masalah kompleks dan tekanan deadline, waktu sunyi ini bisa menjadi ruang transisi dari tidur menuju kesiapan berpikir kritis. Bangun tanpa terburu-buru menciptakan rasa kendali atas hari yang akan dijalani. Dan dalam kendali itu, ada ruang untuk hadir secara penuh. Baik dalam pekerjaan, maupun kehidupan pribadi. Sesekali, dari ketenangan pagi inilah muncul ide-ide terbaik untuk menyusun model, menyederhanakan pipeline, atau menyampaikan insight yang tajam.


Baca Juga: 5 Skill Wajib agar Karier Data Science-mu Moncer di Industri E-Commerce!


2. Journaling Singkat

Menulis jurnal di pagi hari bukan tentang membuat esai panjang, melainkan memberi ruang pada diri untuk mendengar isi kepala. Dalam beberapa menit, kamu bisa menuangkan kekhawatiran yang belum tuntas, merekam pikiran yang berputar, atau sekadar menuliskan harapan kecil. Proses ini membantu menyaring apa yang perlu diperhatikan hari ini dan melepaskan beban emosional yang tidak perlu dibawa ke dalam ruang kerja.

Bagi seorang data scientist, yang setiap harinya berinteraksi dengan data, logika, dan keputusan, journaling menjadi pelengkap dari sisi emosi dan kesadaran diri. Kadang, performa tidak turun karena kurang skill, tetapi karena pikiran terlalu penuh. Dengan menulis hal-hal sederhana seperti “Saya ingin lebih sabar dengan diri saya sendiri hari ini,” atau “Saya akan fokus menyelesaikan satu skrip penting,” kamu tidak hanya menyusun prioritas, tetapi juga menyelaraskan hati dan pikiran dalam bekerja.


3. 5–10 Menit Peregangan atau Jalan Pagi

Tubuh dan otak adalah satu sistem yang saling memengaruhi. Bangun tidur langsung duduk di depan laptop, apalagi untuk pekerjaan seperti data science yang cenderung sedentari, bisa membuat tubuh kaku dan aliran energi tersumbat. Dengan hanya lima hingga sepuluh menit peregangan ringan atau jalan pagi, kamu memberikan sinyal pada tubuh bahwa hari telah dimulai. Gerakan sederhana seperti memutar leher, membungkukkan badan, atau menggoyangkan tangan mampu mengaktifkan otot-otot kecil yang jarang digunakan selama bekerja.

Lebih dari sekadar menjaga postur atau kebugaran, gerakan pagi membantu meningkatkan mood dan fokus. Ini adalah bentuk kesadaran tubuh (embodied mindfulness) yang jarang dibicarakan di dunia kerja digital. Data scientist sering kali terjebak dalam pola pikir ‘mental work only’, padahal keputusan yang jernih datang dari tubuh yang tidak lelah. Dengan membiasakan aktivitas fisik kecil di pagi hari, kamu sedang menyetel ulang sistem saraf agar siap menerima tantangan hari dengan ketenangan, bukan ketegangan.


4. Baca 1 Hal Ringan tentang Data atau Teknologi

Menjadi seorang data scientist berarti menjadi pembelajar seumur hidup. Namun, tidak semua pembelajaran harus berat atau akademis. Mengawali pagi dengan membaca satu artikel pendek, tips, atau berita ringan tentang data atau teknologi adalah cara menjaga semangat eksplorasi tanpa tekanan. Mungkin kamu membaca tentang perkembangan AI terbaru, praktik terbaik dalam data visualisasi, atau hanya sebuah thread ringan di media sosial dari sesama praktisi data.

Aktivitas ini tidak hanya memberi wawasan baru, tetapi juga menyalakan rasa ingin tahu yang esensial dalam profesi ini. Di dunia yang cepat berubah, kebiasaan membaca pendek secara konsisten lebih efektif daripada belajar besar-besaran secara sporadis. Bahkan inspirasi kecil di pagi hari bisa memengaruhi bagaimana kamu memandang proyek yang sedang kamu kerjakan. Membaca ringan seperti ini adalah bentuk soft learning yang fleksibel namun berdampak panjang dalam karier.


Baca Juga: Tipe Institusi Kesehatan yang Bisa Jadi Titik Awal Karier Data Scientist


5. To-Do List tentang 3 Prioritas Hari ini

Hari yang produktif bukanlah hari dengan 20 tugas yang selesai, tetapi hari dengan 3 tugas penting yang terselesaikan dengan penuh perhatian. Membuat to-do list dengan hanya tiga prioritas utama adalah strategi manajemen waktu yang sederhana namun sangat efektif. Dengan membatasi jumlah, kamu memaksa diri untuk memilih hal yang paling berdampak. Prioritas ini bisa berupa menyelesaikan satu analisis model, membuat dashboard, atau menyiapkan presentasi klien.

Bagi data scientist yang sering multitasking dan tenggelam dalam berbagai permintaan, daftar prioritas adalah jangkar agar tidak kehilangan arah. Fokus pada tiga hal memberi kejelasan dan ritme kerja yang lebih tenang. Ini juga membuka ruang untuk keberhasilan kecil yang terukur, yang pada akhirnya membangun rasa puas dan percaya diri. Dalam dunia data, akurasi dan efisiensi adalah kunci—dan to-do list yang jernih adalah alat untuk mencapainya tanpa kehilangan keseimbangan hidup.

Rutinitas pagi bukan tentang produktivitas semata, tapi tentang menyiapkan ruang mental yang sehat sebelum masuk ke kompleksitas dunia data. Dengan langkah sederhana ini, kamu tak hanya jadi data scientist yang lebih fokus, tapi juga manusia yang lebih seimbang. Karena hidup bukan hanya soal model prediktif dan akurasi, tapi juga soal kehadiran diri yang utuh di tengah kesibukan digital.


FAQ

1. Apakah rutinitas pagi benar-benar berpengaruh pada performa seorang data scientist?

Ya, rutinitas pagi memberi pengaruh besar terhadap kesiapan mental, emosional, dan fisik. Sebagai data scientist yang bekerja dengan analisis kompleks, fokus tinggi, dan keputusan berbasis data, memulai hari dengan cara yang tenang dan terstruktur membantu menjaga kejernihan berpikir, konsistensi produktivitas, serta mencegah kelelahan jangka panjang.

2. Saya sibuk dan sering bangun mepet. Apakah lima rutinitas ini bisa disesuaikan?

Tentu. Rutinitas ini bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan waktu yang kamu punya. Bahkan dengan hanya 10–15 menit, kamu bisa menggabungkan journaling singkat dan peregangan ringan. Kuncinya bukan pada durasinya, tapi pada niat untuk hadir secara sadar dan memberi ruang pada diri sebelum mulai bekerja.

3. Kenapa hanya menuliskan tiga prioritas dalam to-do list? Apakah itu cukup?

Tiga prioritas cukup untuk menjaga fokus dan mencegah kewalahan. Dalam pekerjaan data science, menyelesaikan satu tugas penting (misalnya validasi model atau presentasi insight) bisa berdampak besar. Dengan membatasi jumlah, kamu akan lebih mampu menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas tinggi dan menjaga energi untuk hal lain di luar pekerjaan.


Masih banyak manfaat data science yang tidak dijelaskan dalam pembahasan. Apakah kalian ingin mempelajari lebih dalam perannya di setiap industri bisnis? Bahkan detail machine learning yang bisa diaplikasi untuk setiap permasalahan? Kalian bisa pelajari di DQLab nih. Modul ajarnya lengkap dan bervariasi. Bahkan diintegrasikan dengan ChatGPT.

Jangan lewatkan kesempatan eksklusif ini! Daftarkan diri kamu sekarang untuk mengikuti Beasiswa DQ dari DQLab dan dapatkan akses GRATIS selama satu bulan ke 96+ modul Data Science, 15+ proyek berbasis industri, AI Chatbot 24/7, E-Certificate, serta kesempatan networking dengan komunitas data.

Cara Daftar:

  • Buat akun di academy.dqlab.id atau klik button di kanan bawah.

  • Masukkan kode BEASISWADQ di halaman Redeem Voucher.

  • Nikmati akses belajar Data Science selama 1 bulan penuh!

Kuota terbatas hanya untuk 100 peserta, jadi segera buat akun di academy.dqlab.id atau klik button di kanan bawah, lalu masukkan kode BEASISWADQ di halaman Redeem Voucher untuk mulai belajar Data Science secara profesional!


Penulis: Reyvan Maulid

Postingan Terkait

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini