PROMO BACK TO SCHOOL, HEMATNYA SERU! DISKON 95% + Cashback*
Cuma Rp 159K bisa belajar data science 6 bulan
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 1 Hari 18 Jam 32 Menit 55 Detik 

Algoritma Artificial Intelligence: Penasaran Apa Itu IoT yang Sedang Naik Daun? Yuk, Kenali Cara Kerjanya!

Belajar Data Science di Rumah 30-Mei-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3f7aecc51f5f9d01b87da47623d7ff8d_x_Thumbnail800.jpeg

Algoritma Artificial Intelligence menjadi salah satu hal yang banyak digemari saat ini. Kemampuannya dalam melakukan banyak hal secara otomatis tanpa membutuhkan bantuan manusia menjadi salah satu alasan terbesar. Contoh penerapan dari Artificial Intelligence ini adalah penggunaan lighting automation, yaitu sistem lighting secara otomatis yang menggunakan teknologi sensor, yaitu sensor termal atau suhu dan sensor cahaya. Jika intensitas pencahayaan di ruangan yang diberikan sensor itu minimum, maka lampu akan menyala secara otomatis.

Artificial Intelligence ini kemudian menjadi salah satu teknologi yang ada di belakang IoT (Internet of Thing). IoT ini bertujuan untuk membuat perangkat elektronik yang semula bersifat pasif menjadi lebih aktif. Namun tidak semua teknologi yang canggih dapat digolongkan sebagai bagian dari IoT, karena inti dari IoT ini adalah Artificial Intelligence. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengertian, cara kerja dan contoh penerapan dari IoT yang mungkin pernah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran kan? Yuk, simak artikelnya!

1. Pengertian Internet Of Thing (IoT)

Internet of Thing merupakan salah satu teknologi yang memiliki konsep bahwa perangkat elektronik mampu melakukan transfer data ke perangkat elektronik lainnya tanpa melalui interaksi antar manusia atau dari manusia ke perangkat elektronik. Misalkan ketika manusia bekerja dengan laptop, maka akan terjadi interaksi langsung antara manusia dengan perangkat elektronik. Sementara ketika manusia menggunakan suaranya untuk menyalakan lampu, maka perangkat elektronik tidak berinteraksi langsung melainkan sensor yang ada yang akan mendeteksi suara tersebut.

Ternyata cikal bakal dari IoT ini telah ada sejak tahun 1989, yaitu ketika internet mulai berkembang. Pada tahun 1990, John Romkey mengenalkan pemanggang roti yang bisa dinyalakan ataupun dimatikan dengan internet. Kemudian Paul Saffo menjelaskan konsep dari teknologi sensor dan kontribusi positif yang dapat diberikan untuk masa depan pada tahun 1997. Di tahun 1999, Direktur Auto IDCentre dari Massachusett Institute Technology (MIT), Kevin Ashton menciptakan konsep Internet of Thing. Hingga saat ini, teknologi IoT masih terus dieksplorasi dan dikembangkan, agar mampu untuk melakukan komunikasi M2M (machine to machine atau dikenal dengan sistem cerdas) dengan baik.

Baca juga : 3 Jenis Algoritma Machine Learning yang Dapat Digunakan di Dunia Perbankan

2. Cara Kerja Internet of Things

Lalu bagaimana sih sebenarnya cara kerja dari IoT ini? Pada dasarnya teknologi ini memanfaatkan bahasa pemrograman. Argumen-argumen pemrograman menghasilkan interaksi antar perangkat yang tidak terbatas baik dari segi jarak maupun waktu, sehingga tidak mengherankan jika IoT memiliki prinsip real time. Misalnya saja di aplikasi Google Asisten yang bisa diminta untuk membuka aplikasi lain, melakukan pembayaran secara otomatis, dan melakukan pencarian di internet hanya menggunakan perintah suara.

Peran dari Google Asisten ini telah sesuai dengan tujuan Artificial Intelligence dalam IoT, yaitu membuat program komputer atau mesin untuk membuat tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas dan diotomatiskan misalnya saja dengan menghubungkan aplikasi yang satu dengan yang lainnya hanya menggunakan perintah via suara. Aplikasi ini juga memenuhi unsur-unsur lain seperti konektivitas internet, memiliki perangkat yang difungsikan mulai dari layar smartphone hingga keypad, dan terakhir adalah unsur active engagement.

3. Contoh Penggunaan Internet of Thing

Penerapan dari Internet of Thing jika diintegrasikan akan menjadi konsep smart house atau sistem rumah pintar yang banyak digandrungi oleh kaum milenial. Contoh penerapan Internet of Thing yang dapat langsung dikenali adalah otomatisasi rumah seperti konsep lighting automation, mesin penyiram taman otomatis, hingga kulkas dengan menggunakan sensor suara. Selain hal tersebut, masih ada beberapa contoh penerapan Internet of Thing yang telah diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, baik dalam bidang pertanian, energi, dll. Misalnya saja penggunaan colokan listrik pintar yang dapat dipadamkan koneksinya, atau diatur agar menyala di waktu-waktu tertentu dengan menggunakan smartphone.

Baca juga : Belajar Data Science: Pahami Penggunaan Machine Learning pada Python

4. Mulai Terapkan Kompetensi Machine Learning bersama DQLab Sekarang, Yuk!

Yuk, mulai terapkan kompetensi data science untuk implementasikan Machine Learning dengan belajar gratis bersama DQLab selama 30 hari. Gunakan Kode Voucher "DQTRIAL", dan simak informasi di bawah ini mendapatkan 30 Hari FREE TRIAL:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Buka academy.dqlab.id dan pilih menu redeem voucher

  3. Redeem voucher "DQTRIAL" dan check menu my profile untuk melihat masa subscription yang sudah terakumulasi.

  4. Selamat, akun kamu sudah terupgrade, dan kamu bisa mulai Belajar Data Science GRATIS 1 bulan.

Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri


Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!