FLASH PROMO!! BELAJAR DATA SCIENCE ONLINE 6 BULAN 399K
Diskon 89%, Akses 74 Modul Data Science Premium, Metode Praktek Sandbox, Bersertifikat!
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 8 Jam 22 Menit 2 Detik 

Alternatif Mode Operasi Python untuk Handling File

Belajar Data Science di Rumah 27-Desember-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/0271a3d5e957634e4b2cb919736626a8_x_Thumbnail800.jpeg

Dalam bahasa pemrograman Python, file adalah elemen penting yang perlu diperhatikan. Sebab, kita pastinya ingin membaca file untuk melakukan pengolahan data ataupun menulis kode didalamnya. Nah, Python sendiri punya mode operasi yang bisa dimanfaatkan oleh user dalam menangani file. Mulai dari menghapus file, menuliskan file, mengganti nama file dan menambahkan suatu data dalam file. Operasi ini bisa dilakukan di semua jenis ekstensi file baik dalam bentuk teks (.txt) maupun binary file.


Untuk melakukan handling file dalam bahasa Pemrograman Python, sahabat DQLab perlu tahu dua istilah berikut. Ada filename dan mode yang biasanya dipakai. Filename adalah nama file yang ingin diproses dalam sistem, sedangkan mode adalah mode operasi yang dilakukan. Dalam artikel kali ini kita akan bahas beberapa alternatif mode operasi yang biasanya dipakai untuk melakukan handling file. Tenang saja, sintaks-sintaksnya yang diberikan sangat mudah untuk dipahami pastinya bagi pemula yang ingin belajar bahasa pemrograman Python. Apa saja operasinya? Simak selengkapnya melalui postingan berikut.


1. Open File

Python punya built-in function atau fungsi bawaan yaitu Open() untuk membuka sebuah file. Dalam penggunaan operasi fungsi open(), paling tidak dibutuhkan minimal satu argumen seperti yang disebutkan dalam sintaks berikut ini.

Python

Keterangan:

  • File_name adalah nama file atau lokasi file yang ingin kamu buka. Dengan memanggil argumen ini maka kamu juga perlu menyertakan ekstensi file agar lebih jelas. Misalnya kamu punya file dengan nama test.txt maka test berperan sebagai nama file dan .txt adalah ekstensi dari file tersebut.

  • Mode dalam fungsi open() akan memberi tahu Python untuk membuka file yang diinginkan oleh user melalui sintaks diatas. Berikut adalah notasi mode operasi open yang perlu dipahami oleh pemula data

  • Read Mode (‘r’) - Mode ini hanya dipakai untuk membaca data dari file.

  • Write Mode (‘w’) - Mode ini digunakan jika ingin menulis data ke dalam file atau memodifikasinya.

  • Append Mode (‘a’) - Mode ini digunakan untuk menambahkan data ke dalam file. Ingat, data ini ditambahkan pada akhir penunjuk file.

  • Read or Write Mode (‘r+’) - Mode ini dipakai ketika kita ingin menulis atau membaca data dari file yang sama.

  • Append or Read Mode (‘a+’) - Mode ini dipakai apabila ingin membaca data dari suatu file atau menambahkan data ke dalam file yang sama.


Note: Mode ini dipakai hanya untuk membuka, membaca atau menulis file teks saja.


Lain halnya dengan file biner, disini kita bisa menggunakan mode yang sama tetapi ditambahkan dengan huruf ‘b’ di bagian akhir. Python dapat mengenali operasi-operasi berikut kalau kita ingin membuka file format biner.


  • ‘wb’ - Membuka file untuk mode write-only dalam format biner.

  • ‘rb’ - Membuka file untuk mode read-only dalam format biner.

  • ‘ab’ - Membuka file untuk menambahkan data dalam format biner.

  • ‘rb’ - Membuka file untuk mode baca dan tulis saja dalam format biner.

  • ‘ab+’ - Membuka file untuk menambahkan data dan mode read-only dalam format biner.

Berikut adalah contoh dari mode operasi open untuk membuka file:

Python

Pada sintaks diatas, user membuka file bernama ‘test.txt’ dengan ekstensi file yaitu .txt. Adapun lokasi filenya berada di local disc C. Kebetulan sintaks diatas ditulis dengan menggunakan read or write mode atau dinotasikan “r+”. 


Baca juga : Coding Python Dasar dengan Array Addressing List

 

2. Read File

Lanjut kita masuk ke fungsi yang kedua yaitu read(). Usut punya usut, fungsi ini punya tiga cara untuk membaca file dalam Python. Mulai dari read([n]), readline([n]), readlines(). 


Note: n yang dimaksud dalam sintaks diatas adalah jumlah bytes untuk membaca suatu file.


Misalnya disediakan potongan sintaks berikut:

Python

Dari sintaks berikut maka keluarlah output sebagai berikut 

Python

Berdasarkan output diatas, user menggunakan perintah read() untuk membaca file test dengan ekstensi file .txt. Disitu dia ingin membaca 5 karakter dengan code my_file.read.


Apabila angka 5 dihilangkan, hasilnya akan berbeda dan jadilah seperti ini:

Python


3. Write File

Kita beranjak ke fungsi ketiga yaitu write(). Hal ini mirip dengan fungsi open() namun kali ini dengan parameter w sebagai parameter kedua.

Contoh:

fwrite = open(‘filebaru.txt’, ‘w’)


Jika file tersebut belum ada, maka bakal dibuat sebuah file baru. Jika sudah ada, file yang lama bakal dihapus. Metode .write() digunakan untuk menambahkan data ke ujung akhir file.


Ada dua metode yang dipakai untuk membuat file baru yaitu write(string) dan writelines(list). Contoh dari fungsi write() bisa kalian lihat sebagai berikut:

Python

Baris pertama dalam file “test.txt” berisi Hello World. Kemudian berpindah ke baris berikutnya dari file yang sama dengan kalimat “Hello Python”. Jika kita tidak menyebutkan karakter, maka data tersebut ditulis dengan karakter seperti berulang “Hello World Hello Python” dst.


Contoh lainnya adalah ada kumpulan data nama buah-buahan yaitu Apple, Orange, Grapes, dan Watermelon yang dimasukkan dalam file yang sama yaitu test.txt. Berikut adalah sintaksnya:

Python

Diatas kita ingin menggunakan perintah writelines() untuk membaca file test.txt dengan menuliskan elemen baru yaitu kelompok nama buah-buahan. Berikut adalah hasil dari outputnya:

Python

Dari output diatas, kita mengeluarkan beberapa elemen dari kelompok nama buah-buahan tadi. Hasilnya tetap sama.


4. Append File

Setelah kita sudah melakukan penanganan file dalam bentuk read maupun write mode, kali ini kita bergeser ke fungsi selanjutnya yaitu append. Fungsi append bertujuan untuk menambahkan elemen yang sebelumnya sudah ada di dalam file. 


Misalnya kita ambil contoh yaitu kelompok buah-buahan tadi ya. Tadi kalau kalian perhatikan di poin sebelumnya anggotanya ada Apple, Grapes, Orange, dan Watermelon. Rencananya kita ingin menambahkan satu anggota lagi nih yaitu Strawberry. 


Caranya gimana? Pakailah fungsi append() pada bagian akhir sintaks yang ingin kita ketikkan. Dari sinilah kamu bisa dengan mudah untuk menambahkan satu anggota ke dalam file yang sudah disiapkan. Seperti contoh yang ada di bawah ini

Python

Ingat, kode diatas ditulis menggunakan notasi “a+”. Mode ini digunakan untuk menambahkan data ke dalam file. Ingat, data ini ditambahkan pada akhir penunjuk file. Jadi saat menambahkan satu anggota maka dituliskan pada bagian akhir. Berikut adalah outputnya:

Python


Baca juga : Array Python : Array VS List Serupa Namun Tak Sama, Yuk, Kenali Perbedaannya


5. Close File

Fungsi kelima yakni close file. Close file dipakai untuk menutup file yang sedang terbuka.Setiap kali Anda membuka file, penting untuk menutupnya, terutama dengan metode tulis. Karena jika kita tidak memanggil fungsi close setelah metode write maka data apapun yang sudah kita tulis ke file tidak akan tersimpan ke dalam file tersebut.


Berikut adalah contoh penggunaannya:

Python


6. Rename or Delete File

Yang terakhir yaitu rename file. Fungsi rename memungkinkan user untuk merubah nama file. Untuk menggunakan fungsi rename pada Python, dibutuhkan setidaknya dua argumen untuk membuatnya. Pertama adalah nama file yang ada saat ini dan nama file baru yang ingin kita ganti. Agar lebih jelas, berikut adalah sintaks yang digunakan untuk mengganti nama file.

Python

Ketika kita ingin menggunakan rename file maka kita perlu mengimpor library os untuk merubah nama file di Python.

Contoh saya punya sintaks seperti ini

Python

Disini kita bisa lihat bahwa test.txt adalah nama file saat ini. Sedangkan user ingin mengganti nama filenya menjadi test1.txt. Kamu dapat memberikan spesifikasi lokasi file yang ada pada contoh di bawah ini.

Python

Walaupun nama filenya sudah diganti namun disini kamu juga bisa langsung melihat perbandingan antara file yang belum diganti (sebelum filenya direname) dengan file yang sudah diganti dengan melihat potongan gambar dibawah ini.

Python


Jadi gimana sudah paham kan mode operasi apa saja yang diterapkan dalam Python untuk melakukan penanganan file. Mulai dari membaca file hingga menambahkan komponen ke dalam ekstensi file yang sudah kamu pilih sebelumnya. Kalau misalnya kalian penasaran dengan bagaimana cara mengoperasikan bahasa pemrograman Python, lebih lanjut kalian bisa belajar di DQLab. Disini kamu bisa mencoba modul gratis dari kita nih sahabat DQLab yaitu Introduction to Data Science with Python. Kalian bisa mulai coba deh modulnya dan asah kemampuan coding kamu biar makin jago! 


Penulis: Reyvan Maulid


Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :