Belajar Data Science dengan Pahami Role Data Scientist pada Industri E-Wallet

Belajar Data Science dengan Pahami Role Data Scientist pada Industri E-Wallet

Belajar Data Science di Rumah 01-Agustus-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/49609632f2383ad20d74ff895dba9ec8_100_persen.jpg

Pertumbuhan digital yang semakin masif tiap tahunnya, menjadi peluang bagi Data Scientist untuk berkarir. Dengan beragamnya pertumbuhan data yang dihasilkan setiap tahun, tentu membutuhkan seorang Data Scientist untuk mengolah data tersebut menjadi data yang lebih bermanfaat. 

Dengan berkembangnya teknologi dan banyaknya jumlah data yang dihasilkan tersebut, tentu memiliki dampak yang besar bagi perusahaan. Kebutuhan Data Scientist di berbagai sektor industri, menjadikan profesi ini semakin hari semakin diminati. Bersama platform belajar DQLab, kamu bisa belajar Data Science dengan menerapkan AI (Artificial Intelligence) untuk mempersiapkan diri berkarir sebagai praktisi data yang kompeten. 

DQLab berkolaborasi bersama Bima Putra Pratama, Data Scientist at DANA untuk sharing tentang penerapan Data Science pada E-Wallet. Yuk, kita simak bersama!

1. Penerapan Computer Vision pada E-Wallet

Dengan memanfaatkan Computer Vision, DANA memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mengakses aplikasi tersebut. Penerapannya ialah dengan menggunakan facial recognition (pemindaian wajah) untuk melakukan verifikasi terhadap transaksi yang dilakukan. 

“Lalu, ada juga buat OCR buat digitize text. Misalnya, kita foto kartu kredit atau debit untuk binding kartu kita, tanpa ngetik lagi jadi tinggal foto aja nanti informasi teksnya langsung masuk” Jelas Bima.

Baca juga : Belajar Data Science, Bima Putra Member DQLab yang Beralih Profesi Setelah 5 Tahun Bergelut di Bidang Pertambangan Kini Menjadi Data Scientist Industri E-wallet

2. Pemanfaatan Chatbot untuk Membantu Customer Service

Banyaknya pengguna aplikasi yang teregistrasi pada E-Wallet ini tentu membutuhkan teknologi untuk mempermudah customer service. DANA sebagai aplikasi digital wallet ini menerapkan chatbot untuk membantu proses komunikasi dengan penggunanya, seperti membantu memberikan solusi terhadap pertanyaan yang sering diajukan. 

“Nggak hanya untuk orang, tapi chatbot juga bisa dipake buat merchant. Misalkan ada masalah di alat, dia juga bisa kontak chatbotnya dulu, kalau emang nggabisa diselesain sama chatbot baru kita turunkan si customer servicenya.” Ujar Bima.

3. Melihat Segmentasi terhadap Pengguna E-Wallet

Tahukah kamu bahwa segmentasi penting untuk dilakukan suatu perusahaan? Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran yang sudah direncanakan. Selain itu, untuk meningkatkan sumber daya perusahaan agar dapat digunakan secara efisien dan efektif.

Penerapan segmentasi pada DANA ialah melihat dari faktor demografinya, seperti umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan lokasi. Selain itu, berdasarkan perilaku dari penggunanya.

“Gimana saya bisa mensegmentasi customer dana, misalkan perilaku transaksinya jadi saya lihat dari kapan dia terakhir transaksi lalu berapa banyak, lalu berapa besar jumlah transaksinya.” Jelas Bima. 

Baca juga : Belajar Data Science GRATIS, Yuk Akses Module Introduction to Data Science bersama DQLab!

4. Asah Kompetensi Data dan Terapkan Tipsnya pada Sesi Data Mentoring DQLab x DANA!

Yuk, kuasai ilmu Data Science dengan belajar langsung dengan praktisi data secara GRATIS bersama DQLab dan akses sesi Data Mentoring DQLab x DANA dengan topik pembahasan “Implementasi Data Science dalam E-Wallet Business”. 

Daftarkan dirimu sekarang di DQLab, dan akses FREE module “Introduction to Data Science” untuk pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan! Semangat belajar bersama sahabat Data DQLab!


Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!