Sedang Belajar Digital Transformation? Yuk Pelajari Aplikasi Pengolahan Data yang Sesuai dengan Kebutuhanmu!
Dalam era digital transformation Aplikasi pengolahan data disebut juga dengan database management system atau biasa disingkat dengan DBMS. Aplikasi ini berfungsi untuk mengolah kumpulan data agar lebih rapi dan mudah diakses. DBMS ini masuk termasuk bagian dari digital transformation. DBMS adalah software yang terhubung dengan basis data, aplikasi, dan interface user untuk mendapatkan data dan menjabarkan data tersebut. DBMS berisi instrumen kunci untuk mengatur database.
Pada dasarnya, DBMS dibagi menjadi dua jenis yaitu relasional dan non-relasional atau biasa dikenal dengan SQL dan NoSQL. Perbedaan SQL dan NoSQL adalah proses pengambilan, distribusi, dan pemrosesan data. Dalam era digital transformation Relasional merupakan bahasa kueri terstruktur. Dalam DBMS relasional, data tersusun terstruktur dalam bentuk tabel dan terdiri dari baris dan kolom. Database SQL terstruktur dan terhubung dengan sistem penyimpanan data sehingga lebih terjamin keamanannya. SQL direkomendasikan untuk membangun dan mendukung software yang lunak. Salah satu dasar SQL adalah ACID yang merupakan singkatan dari Atomicity, Consistency, Isolation, dan Durability. ACID tepat digunakan untuk mendukung aplikasi keuangan atau e-commerce yang membutuhkan database yang memiliki integritas tinggi. DBMS Non-relasional atau lebih dikenal dengan NoSQL merupakan database yang tidak terstruktur dan tidak disajikan dalam bentuk tabel. Jenis sistem manajemen database ini berorientasi pada dokumen. Data yang disimpan merupakan data non-terstruktur seperti artikel, foto, video, dan lainnya. Data ini mudah untuk dibuat kueri tetapi tidak selalu diklasifikasikan ke dalam baris dan kolom seperti dalam database relasional. Apakah Kamu tahu apa saja database management system yang paling banyak digunakan? Pada artikel kali ini, DQLab akan menjabarkan apa saja DBMS tersebut dan apa kelebihan dan kekurangannya. Penasaran? Yuk baca artikelnya sampai selesai!
1. MySQL, MariaDB, dan Oracle
Database management system pertama yang akan kita pelajari adalah MySQL. Sistem database ini merupakan DBMS paling populer dan paling banyak digunakan. MySQL merupakan database milik Oracle Corporation. Software ini dapat bekerja sama dengan banyak platform seperti Windows, Linux, MacOS, IRIX, dan lainnya. Kelebihan MySQL adalah free installation. Artinya, kita tidak perlu membeli lisensi untuk menginstall dan menggunakan MySQL untuk kebutuhan pribadi. Namun, ada opsi berbayar jika kita ingin menggunakan MySQL untuk keperluan perusahaan dengan fungsi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan versi gratisnya. Kelebihan lainnya adalah sintaks yang sederhana dan mudah dipelajari. Pengguna MySQL tidak perlu memiliki keterampilan khusus untuk mengelola databasenya karena pengelolaan data bisa langsung dijalankan di baris perintah sehingga tidak perlu mengembangkan sintaks lain. Kelebihan terakhir yang dimiliki MySQL adalah kompatibel dengan cloud. Artinya MySQL didukung oleh sistem cloud terkenal dan dapat digunakan di platform ternama seperti Amazon, Microsoft, dan lainnya. Selain memiliki kelebihan, MySQL juga memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah masalah skalabilitas. MySQL tidak didukung sintaks untuk skalabilitas. Secara teori, kita dapat menskalakan MySQL, tetapi membutuhkan usaha yang lebih besar jika dibandingkan dengan database NoSQL.
Database management system kedua yang akan kita pelajari adalah MariaDB. MariaDB adalah cabang open source dari MySQL. Software ini berada di bawah Lisensi GNU dan memiliki sintaks, API, dan library yang mirip dengan MySQL. Salah satu keunggulan MariaDB adalah memiliki sistem enkripsi sehingga walaupun software ini open source data kita akan tetap aman karena memiliki fitur-fitur keamanan seperti otentikasi PAM dan LDAP, dan Kerberos. Selain itu, semua perubahan akan di update sehingga kita dapat mengontrol database yang disimpan di dalam MariaDB. Kelebihan lain software MariaDB adalah memiliki fungsionalitas yang luas. MariaDB telah merilis banyak fitur baru dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah kolom dinamis untuk menggabungkan database SQL dan NoSQL. Selain itu, MariaDB memiliki fitur pengoptimalan yang luas untuk meningkatkan manajemen dan pemrosesan data. Jadi, kita dapat langsung mengakses lembar kerja baru setelah baris pada tabel dihapus. Selain itu, sistem manajemen basis data ini memiliki tabel statistik yang tersimpan di dalam sistemnya. Fitur ini akan meningkatkan proses pengoptimal, mempercepat pemrosesan kueri, dan membantu proses analisis data. Kelemahan dari MariaDB adalah komunitas pengguna yang masih berkembang karena sistem manajemen basis data ini belum lama didirikan sehingga jumlah profesional yang menggunakan database ini relatif sedikit.
DBMS ketiga yang akan kita pelajari adalah oracle. Oracle adalah sistem manajemen basis data relasional yang dibuat dan dijalankan oleh Oracle Corporation. Saat ini, oracle mendukung beberapa model data seperti dokumen, grafik, basis data relasional, dan lain sebagainya. Dalam rilis terbarunya, oracle kembali fokus pada komputasi cloud. Oracle memiliki dua versi yaitu versi gratis dan berbayar, tentunya dengan fungsi dan fitur yang berbeda. Kelebihan dari oracle adalah dikembangkan untuk mendukung pekerjaan sehari-hari menggunakan Oracle 12c sebagai perangkat lunak cloud hybrid yang menghasilkan teknologi komputasi cloud yang inovatif muncul setiap hari. Oracle menyediakan dokumentasi teknologi yang komprehensif dari berbagai sumber sehingga ketika kita mendapat kesulitan saat menggunakan oracle kita akan dibantu untuk menemukan solusi yang sudah disediakan bahkan mendapat dukungan dari komunitas pengguna oracle. Kelebihan lain yang dimiliki oracle adalah memiliki kapasitas yang besar. Software ini memiliki multi-model untuk menampung dan memproses data dalam jumlah besar. Kelemahan dari oracle adalah harganya yang relatif tinggi. Lisensi oracle untuk versi perusahaan dibanderol dengan harga mulai dari $ 17.500 hingga $ 47.000. Selain harganya yang mahal, oracle juga membutuhkan sumber daya dan ruang penyimpanan yang besar.
Baca Juga: Teknik Pengolahan Data: Yuk Pelajari Teknik Pengolahan Data yang Tepat Sesuai Tujuan Penelitianmu!
2. PostgreSQL dan MSSQL
Sistem manajemen database selanjutnya yang akan kita bahas adalah postgreSQL. Sistem manajemen database ini sama populernya dengan MySQL. Software ini adalah DBMS relasional yang menggabungkan objek dan tabel untuk membangun struktur data yang kompleks. PostgreSQL adalah software open source yang dikembangkan oleh PostgreSQL Global Development Group. DBMS ini dapat dikombinasikan dengan sistem platform seperti Microsoft, iOS, Android, dan masih banyak lagi. Kelebihan dari postgreSQL dibanding MySQL adalah adanya fitur penskalaan. Selain itu, PostgreSQL dapat digunakan untuk beberapa tipe big data secara default, seperti JSON, XML, H-Store, dan lain sebagainya. Selain itu, postgreSQL juga dapat digunakan untuk data custom sehingga pengguna bebas untuk menentukan tipe data mereka sendiri. Kekurangan dari postgreSQL adalah dokumentasi yang tidak konsisten. Meskipun PostgreSQL memiliki komunitas yang besar dan memberikan dukungan yang kuat bagi penggunanya, dokumentasi yang ada pada postgreSQL masih kurang konsisten dan kurang lengkap.
Selanjutnya kita beralih ke Database management system MSSQL. MSSQL merupakan singkatan dari Microsoft SQL. Software ini dapat menyimpan, mengubah, dan mengelola data relasional lebih efektif. Kelebihan dari microsoft SQL ini adalah memiliki banyak versi dengan fungsi yang beragam. Misalnya, versi Express dengan database gratis sangat cocok untuk belajar membangun aplikasi desktop atau aplikasi berbasis data dengan skala kecil. Selain itu, microsoft SQL menyediakan dokumentasi yang lengkap dan layanan bantuan kepada komunitas. Kelebihan lain dari MSSQL adalah didukung database cloud seperti Microsoft cloud, Azure SQL Database, atau SQL Server di Mesin Virtual Azure. Kekurangan dari microsoft SQL ini adalah membutuhkan biaya yang besar. Harga MSSQL versi Enterprise saat ini lebih dari $ 14.000. Selain harganya yang cukup mahal, ketentuan lisensi software ini tidak jelas dan masih mengambang. Kelemahan MSSQL yang lain adalah proses setting yang rumit.
3. Redis dan Cassandra
Redis merupakan database management system yang open source, NoSQL, dan menyimpan struktur data dalam memori. Kelebihan redis adalah memiliki fitur replikasi dan transaksi yang dapat memproses data dengan sangat cepat. Redis tidak memerlukan memori untuk menyimpan berbagai tipe data. Keunggulan lain dari software ini adalah dapat mengunggah data berukuran hingga 1GB dengan sangat cepat. Satu-satunya kelemahan redis adalah tidak mendukung bahasa kueri.
Database management system selanjutnya adalah cassandra. Cassandra adalah sistem desentralisasi yang dikembangkan oleh Apache. Cassandra adalah DBMS gratis yang memiliki fitur multi-replikasi untuk menyalin dan menerapkan kueri pada waktu bersamaan. Cassandra dapat mengelola volume data yang besar dengan mengganti data tersebut menjadi beberapa node yang dapat menangani masalah crash database. Keunggulan cassandra adalah memiliki fitur replikasi node yang toleran terhadap kegagalan sehingga pengguna cassandra tidak perlu khawatir mengenai keamanan data. Selain itu, software ini sangat fleksibel. Cassandra memiliki sintaks yang sederhana baik untuk SQL maupun NoSQL. Kelemahan cassandra adalah tidak mampu membaca data secara cepat. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya bottleneck informasi yang dikirim sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memprosesnya. Selain itu cassandra juga membutuhkan sumber daya tambahan karena memproses banyak data secara bersamaan.
Database management system merupakan salah satu sumber data yang dibutuhkan oleh data scientist. Seorang data scientist membutuhkan data base sebagai "lumbung" data. Saat kita belajar DBMS, secara tidak langsung kita akan belajar langkah awal pemrosesan data pada data science.
4. Yuk, Mulai Belajar Data Science bersama DQLab secara GRATIS!
Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir di revolusi industri 4.0. Bangun proyek dan portofolio datamu bersama DQLab untuk mulai berkarir di industi! Sign up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab!
Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module "Introduction to Data Science":
Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup
Akses module Introduction to Data Science
Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab
Subscribe DQLab.id untuk Akses Semua Module Premium!
Penulis: Galuh Nurvinda Kurniawati
Editor: Annissa Widya Davita
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
