Belajar Excel Sendiri atau Ikut Bootcamp? Mana yang Cocok untuk Fresh Graduate
Bagi fresh graduate yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, menguasai Microsoft Excel bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan praktis. Namun, apakah lebih baik belajar Excel sendiri melalui tutorial online atau mengikuti bootcamp yang menyediakan kurikulum dan pendampingan mentor? Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Belajar mandiri menawarkan fleksibilitas, sedangkan bootcamp menyediakan pembelajaran yang umumnya lebih terstruktur. Untuk menentukan pilihan yang tepat, mari bandingkan keduanya dari enam aspek berikut sahabat DQLab!
1. Biaya
Salah satu perbedaan utama antara belajar Excel sendiri dan mengikuti bootcamp adalah biaya yang perlu dikeluarkan. Belajar Excel secara mandiri cenderung lebih hemat karena fresh graduate dapat memanfaatkan tutorial YouTube, artikel, dan materi gratis lainnya. Kamu juga bisa memilih sumber belajar sesuai kebutuhan tanpa harus membayar biaya program tertentu.
Sebaliknya, bootcamp Excel umumnya memerlukan biaya pendaftaran. Namun, biaya tersebut dapat mencakup akses materi terstruktur, latihan praktik, pendampingan mentor, dan evaluasi pembelajaran, bergantung pada fasilitas yang disediakan penyelenggara. Jika anggaran terbatas, belajar mandiri bisa menjadi solusi terbaik. Namun, jika membutuhkan arahan dan fasilitas belajar dalam satu program, bootcamp layak dipertimbangkan dengan membandingkan biaya dan manfaat yang ditawarkan.
Baca Juga: Bootcamp Data Analyst with Excel
2. Kurikulum
Saat belajar Excel sendiri, kamu bebas menentukan materi yang ingin dipelajari. Misalnya, memulai dari rumus dasar seperti SUM dan IF, kemudian berlanjut ke VLOOKUP, XLOOKUP, atau PivotTable. Fleksibilitas ini memungkinkanmu menyesuaikan pembelajaran dengan posisi pekerjaan yang akan diincar.
Meski demikian, banyaknya tutorial yang tersedia bisa membuat pemula bingung menentukan urutan belajar. Kamu mungkin langsung mempelajari rumus lanjutan sebelum memahami dasar-dasar pengolahan data. Dalam bootcamp, materi biasanya disusun secara bertahap, mulai dari konsep dasar hingga penerapan Excel untuk menyediakan studi kasus. Dengan alur tersebut, peserta dapat mempelajari keterampilan secara lebih sistematis tanpa harus menyusun kurikulum sendiri.
Belajar mandiri lebih pas bagi kamu yang sudah memiliki gambaran materi yang perlu dikuasai. Sementara itu, bootcamp dapat membantu pemula yang membutuhkan panduan belajar dari dasar hingga praktik.
3. Waktu Belajar
Belajar mandiri memberikan kebebasan untuk mengatur jadwal. Kamu bisa berlatih Excel pada pagi hari, malam hari, atau di sela-sela aktivitas mencari pekerjaan. Kecepatan belajar pun dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Namun, kebebasan ini membutuhkan disiplin. Tanpa target yang jelas, proses belajar bisa tertunda karena kesibukan lain atau kehilangan motivasi.
Bootcamp biasanya memiliki jadwal kelas, tenggat pengerjaan tugas, atau target penyelesaian materi. Struktur tersebut dapat membantu peserta menjaga konsistensi belajar dan menyelesaikan materi dalam periode yang ditentukan. Di sisi lain, jadwal bootcamp mungkin kurang fleksibel bagi peserta yang memiliki aktivitas lain. Jadi, kalau kamu pintar dalam manajemen waktu dan konsisten berlatih kasus-kasus yang ada di bootcamp, belajar mandiri sangat efektif. Jika membutuhkan target dan rutinitas yang lebih terarah, bootcamp bisa menjadi pilihan yang membantu menjaga proses belajar.
4. Pendampingan
Ketika belajar sendiri, kamu perlu mencari solusi secara mandiri saat menghadapi kesalahan rumus, hasil perhitungan yang tidak sesuai, atau kesulitan memahami suatu fungsi. Kamu bisa mencari jawaban melalui tutorial, forum diskusi, maupun dokumentasi Excel. Cara ini dapat melatih kemampuan memecahkan masalah. Akan tetapi, proses menemukan solusi terkadang memerlukan waktu, terutama bagi pemula yang belum memahami penyebab kesalahan.
Dalam bootcamp, peserta umumnya memiliki kesempatan untuk bertanya kepada mentor dan memperoleh feedback, sesuai skema pendampingan yang tersedia. Mentor dapat membantu menjelaskan kesalahan, memberikan alternatif penyelesaian, atau menunjukkan cara kerja yang lebih efisien. Belajar mandiri sangat cocok untuk kamu yang nyaman mengeksplorasi solusi sendiri. Namun, jika sering mengalami kesulitan dan membutuhkan koreksi langsung, pilih bootcamp yang menyediakan sesi konsultasi dan evaluasi tugas secara jelas.
Baca Juga: Belajar Fungsi Tanggal & Waktu di Excel
5. Latihan Praktik
Memahami rumus Excel belum tentu berarti mampu menggunakannya untuk menyelesaikan pekerjaan. Karena itu, latihan praktik menjadi aspek penting dalam proses belajar. Saat belajar mandiri, kamu dapat mengikuti tutorial dan mencari dataset latihan untuk membuat laporan penjualan, menghitung pengeluaran, atau merangkum data karyawan. Akan tetapi, kamu perlu berinisiatif mencari latihan yang sesuai dan memastikan hasilnya benar.
Bootcamp dapat menawarkan latihan berbasis studi kasus yang dirancang mengikuti alur pembelajaran. Misalnya, peserta dapat berlatih membersihkan data, menggunakan PivotTable, membuat grafik, hingga menyusun laporan sederhana. Meski demikian kualitas latihan bergantung pada kurikulum dan proyek yang disediakan oleh masing-masing program. Kedua metode dapat menghasilkan keterampilan praktis jika disertai latihan yang konsisten. Bootcamp lebih membantu jika menyediakan studi kasus, instruksi pengerjaan, dan evaluasi yang relevan dengan pekerjaan yang dituju.
6. Hasil Belajar
Hasil belajar Excel tidak hanya diukur dari banyaknya rumus yang dihafal, tetapi juga dari kemampuan menerapkannya untuk menyelesaikan masalah. Melalui belajar mandiri, kamu bisa membangun portofolio dengan membuat dashboard penjualan, laporan keuangan sederhana, atau rekap data menggunakan PivotTable. Namun, kamu harus menentukan proyek, memeriksa hasilnya, dan mendokumentasikan proses pengerjaan secara mandiri.
Bootcamp yang menyediakan proyek akhir dapat membantu peserta menghasilkan karya praktik dengan alur yang lebih terarah. Jika disertai feedback, hasil proyek juga bisa diperbaiki sebelum digunakan sebagai portofolio untuk melamar pekerjaan. Perlu diingat, sertifikat bootcamp bukan jaminan untuk diterima kerja. Recruiter tetap menilai kemampuan kandidat, relevansi keterampilan dengan posisi yang dilamar, dan cara kandidat menjelaskan hasil pekerjaannya.
Jika dibandingkan keduanya, belajar mandiri dinilai tetap efektif jika kamu mampu menghasilkan proyek yang berkualitas. Sementara itu, bootcamp dapat menjadi pilihan bagi fresh graduate yang ingin mendapatkan arahan dalam mengerjakan proyek dan menyusun portofolio.
Lalu, lebih efektif belajar excel sendiri atau ikut bootcamp? Jawabannya, tidak ada satu metode yang paling efektif untuk semua fresh graduate. Pilihan terbaik pastinya bergantung pada anggaran, kedisiplinan, tingkat kemampuan awal, dan kebutuhan pendampingan.
Jika kamu memiliki anggaran terbatas, mampu belajar secara konsisten, dan terbiasa mencari solusi sendiri, belajar mandiri bisa menjadi langkah awal yang tepat. Sebaliknya, jika membutuhkan kurikulum yang terstruktur, target belajar yang jelas, dan feedback mentor, bootcamp Excel tentunya layak untuk dipertimbangkan. Apa pun pilihanmu, pastikan proses belajar mencakup praktik langsung. Kuasai rumus yang relevan, berlatih menggunakan dataset, dan buat proyek yang dapat menunjukkan kemampuanmu kepada calon recruiter atau pemberi kerja.
FAQ
1. Apakah belajar Excel sendiri cukup untuk melamar kerja?
Ya, asalkan kamu menguasai keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar dan mampu membuktikannya melalui latihan atau proyek.
2. Apa kelebihan bootcamp Excel dibandingkan belajar mandiri?
Bootcamp dapat memberikan kurikulum terarah, target belajar, pendampingan mentor, dan evaluasi praktik, bergantung pada programnya.
3. Apa yang harus dipertimbangkan sebelum memilih bootcamp Excel?
Periksa kurikulum, biaya, jadwal, pengalaman mentor, porsi praktik, feedback tugas, serta proyek yang bisa digunakan sebagai portofolio.
Yuk perdalam pemahaman excel kamu bersama DQLab! DQLab adalah platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur ChatGPT yang memudahkan beginner untuk mengakses informasi mengenai data science secara lebih mendalam.
DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Jadi sangat cocok untuk kamu yang belum mengenal data science sama sekali. Untuk bisa merasakan pengalaman belajar yang praktis dan aplikatif, yuk sign up sekarang di DQLab.id atau ikuti Bootcamp Data Analyst with Excel berikut untuk informasi lebih lengkapnya atau ikuti Bootcamp Data Analyst with Excel!
Penulis: Reyvan Maulid
Belajar Excel sendiri atau ikut bootcamp memiliki kelebihan masing-masing bagi fresh graduate. Belajar mandiri lebih hemat dan fleksibel, sedangkan bootcamp menawarkan kurikulum terstruktur, pendampingan mentor, latihan studi kasus, dan peluang membangun portofolio. Kenali kebutuhan dan gaya belajarmu untuk menentukan metode yang tepat dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
