Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Berbahaya, Ini 4 Risiko dari Adanya SQL Injection

Belajar Data Science di Rumah 14-November-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/kv-2-banner-longtail-selasa-06-2023-11-14-170846_x_Thumbnail800.jpg

SQL injection merupakan salah satu bentuk kejahatan digital yang dilakukan dengan meretas query atau sistem keamanan pada database. Tentu bentuk penyerangan ini akan berisiko bagi organisasi atau perusahaan. Dalam artikel ini akan dijelaskan 4 dampak negatif yang diakibatkan dari SQL injection.


Diberikan pula beberapa rekomendasi pencegahan untuk meminimalisir dampak tersebut. Cari tahu lebih lanjut dengan membaca pembahasan berikut ini!


1. Kerusakan dan Kehilangan Data

SQL


SQL Injection berisiko menyebabkan kerusakan dan kehilangan data yang signifikan. Penyisipan perintah yang tidak sah dapat mengakibatkan modifikasi atau penghapusan data yang ada. Ini dapat merusak konsistensi informasi, mempengaruhi keberlanjutan operasional dan keakuratan laporan.


Selain itu, risiko kehilangan data terkait dengan akses tak sah yang diperoleh oleh penyerang melalui SQL Injection. Penyerang dapat mengambil informasi sensitif seperti data pengguna, informasi finansial, atau rahasia bisnis. Kehilangan data semacam itu tidak hanya berdampak pada privasi individu atau perusahaan, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian finansial dan reputasi yang serius.


Untuk melindungi sistem dari risiko kerusakan dan kehilangan data akibat SQL Injection, penting untuk menerapkan tindakan pencegahan yang efektif. Termasuk penggunaan parameterized statements untuk memisahkan data dari perintah SQL, validasi input secara ketat untuk mencegah penyisipan karakter berbahaya, dan penerapan prinsip kepemilikan paling rendah (least privilege) untuk mengurangi dampak akses tak sah.


Selain itu, pembaruan dan pemeliharaan keamanan berkala pada sistem manajemen basis data dan aplikasi menjadi kunci untuk mengidentifikasi dan menutup celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh serangan SQL Injection. Dengan mengimplementasikan beberapa tindakan ini, kalian dapat meminimalkan risiko terjadinya kerusakan atau kehilangan data yang dapat merugikan.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


2. Eksekusi Code Berbahaya

SQL


SQL Injection dapat menyebabkan risiko serius berupa eksekusi kode berbahaya di dalam sistem. Dalam konteks ini, penyerang dapat menyisipkan perintah SQL yang berisi kode bersifat merusak atau berpotensi membahayakan sistem.


Jika aplikasi dan sistem manajemen basis data tidak memadai dalam mengelola input atau tidak melakukan validasi yang tepat, perintah SQL yang disisipkan ini dapat dijalankan oleh server, memberikan peluang hacker untuk mengimplementasikan eksekusi kode berbahaya.


Hal ini dapat menyebabkan pengambilalihan kontrol sistem, instalasi malware, atau peluncuran serangan tambahan seperti ransomware. Dengan eksekusi kode berbahaya, penyerang dapat memanfaatkan celah ini untuk merusak integritas data, mencuri informasi sensitif, atau mengganggu operasional sistem secara keseluruhan.


Penggunaan prepared statements atau parameterized queries dapat membantu memisahkan data dari perintah SQL, mengurangi risiko eksekusi kode berbahaya. Validasi input secara ketat juga merupakan langkah tepat untuk memastikan data yang dimasukkan oleh pengguna tidak dapat disalahgunakan untuk menyisipkan perintah SQL yang merugikan.


Selain itu, pembaruan sistem dan aplikasi secara berkala untuk memastikan keamanan juga dapat membantu mengurangi risiko eksploitasi celah keamanan oleh hacker.


3. Eksploitasi Keamanan Aplikasi

SQL

SQL Injection dapat menyebabkan risiko eksploitasi keamanan aplikasi yang serius. Dalam serangan ini, hacker dapat memanfaatkan celah keamanan dalam input pengguna untuk menyisipkan perintah SQL berbahaya. Jika aplikasi tidak memadai untuk memproses dan memvalidasi input, penyerang dapat mendapatkan akses yang tidak sah ke basis data.


Dengan memanfaatkan eksploitasi ini, penyerang dapat mencuri, memodifikasi, atau menghapus data, merusak integritas informasi, dan mengakibatkan kerugian yang signifikan. Selain itu, penyerang dapat menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari eksploitasi keamanan aplikasi untuk merancang serangan lanjutan atau mencari celah keamanan lain dalam infrastruktur aplikasi atau server.


Baca juga : Catat! Ini 3 Keuntungan Belajar SQL dalam Mengolah Data


4. Denial of Service

SQL

SQL Injection dapat menimbulkan risiko Denial of Service (DoS), yang mengakibatkan penurunan kinerja atau bahkan kegagalan sistem. Serangan DoS melibatkan pengiriman jumlah permintaan atau beban kerja yang tidak dapat ditangani oleh sistem, menyebabkan sistem menjadi tidak responsif atau bahkan crash.


Dalam konteks SQL Injection, penyerang dapat menyisipkan perintah SQL yang kompleks atau merusak, dirancang untuk menghabiskan sumber daya server atau memperlambat kinerja eksekusi query.


Hal ini dapat menyebabkan overload pada server basis data, menyebabkan penolakan permintaan, atau membuat sistem menjadi tidak dapat digunakan oleh pengguna yang sah. Serangan DoS dapat merugikan operasional dan ketersediaan sistem, menghambat akses pengguna yang sah, dan dalam beberapa kasus, mengekspos kelemahan keamanan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang.


Untuk mengatasi risiko DoS yang disebabkan oleh SQL Injection, penting untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Ini melibatkan penggunaan mekanisme proteksi seperti firewalls untuk membatasi jumlah permintaan yang dapat diterima oleh server, memonitor lalu lintas jaringan untuk mendeteksi pola yang mencurigakan, dan memperbarui sistem secara berkala untuk mengatasi kerentanan keamanan yang dapat dieksploitasi oleh serangan DoS.


Selain itu, implementasi teknik seperti rate limiting, caching, dan load balancing dapat membantu mengurangi dampak serangan DoS dan menjaga ketersediaan sistem.


Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sangat penting untuk memiliki keahlian yang cukup untuk melindungi database. Selain itu dibutuhkan audit database secara rutin untuk mencegah adanya SQL Injection. Sehingga untuk melakukan tindakan tersebut, dibutuhkan pemahaman SQL yang kuat.


Supaya dapat melakukan tindakan enkripsi data yang mendeteksi serangan. Darimana belajar SQL yang sesuai dengan kebutuhan tersebut? 


DQLab adalah jawabannya. Modul ajarnya lengkap dan bervariasi. Dilengkapi studi kasus yang membantu kalian belajar memecahkan masalah dari berbagai kasus. Bahkan diintegrasikan dengan ChatGPT. Manfaatnya apa?

  • Membantu kalian menjelaskan lebih detail code yang sedang dipelajari

  • Membantu menemukan code yang salah atau tidak sesuai

  • Memberikan solusi atas problem yang dihadapi pada code

  • Membantu kalian belajar kapanpun dan dimanapun


Selain itu, DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Tunggu apa lagi, segera Sign Up dan perkuat kemampuan SQL kalian untuk melindungi database dengan ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


Penulis : Dita Feby 

Editor : Annissa Widya



Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login