PROMO 7.7! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 12 Bulan hanya 177K!

0 Hari 5 Jam 4 Menit 31 Detik

Berhasil Berkarir Walapun Masih Kuliah, Ini Kisah Sukses Ivan

Belajar Data Science di Rumah 02-Juni-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/2d93e78f7bcf434eb6ed6f1f9269a41b_x_Thumbnail800.jpeg

Menjalani aktivitas sebagai mahasiswa akhir, Ivan Maximillian Putra Pasaribu yang merupakan mahasiswa Teknik Elektro di Universitas Indonesia (UI) ini justru kini tengah mencoba jalan lain dengan mengikuti internship sebagai Business Process Improvement Analyst di PT Indosat Tbk. Bukan kali pertama, sebelumnya ia juga pernah mendapat kesempatan mengikuti internship di perusahaan Astra Credit Companies (ACC) sebagai Data Analyst Intern. 


Kira-kira, apa ya yang membuat Ivan tertarik untuk terjun ke dunia praktisi data? Lalu, bagaimana persiapannya? Sahabat DQ, ikutin cerita selengkapnya ya!


1. Awal Mula Tertarik dengan Data Science

Sebelum akhirnya menjajaki dunia data, Ivan rupanya sudah lebih dulu mempersiapkan diri dengan membekali sejumlah ilmu terkait data science, dengan mengikuti program beasiswa DQLab, Tetris (Batch 2). Ivan mengungkapkan, ketertarikannya pada dunia data bermula saat ia mencoba untuk mempelajari analisis data. Tanpa disengaja, takdirlah yang mempertemukannya dengan program beasiswa tersebut.


“Awal mula ikut Tetris pertama karena senang dengan analisis data, coba kulik kulik, dan teman ada yang ikut Tetris (Batch 1) dan keterima magang. (Akhirnya) meyakinkan ortu untuk investasi sebagai bekal berkarir,” ungkapnya.


Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, tentu Ivan tidak memiliki bekal dan pengalaman di dunia data. Sehingga wajar, ia mengaku sedikit kesulitan untuk memahami materi-materi yang diberikan selama program beasiswa berlangsung, termasuk penggunaan sejumlah tools data science, seperti Pentaho. Namun untuk Python dan SQL, ia mengaku sudah pernah mempelajarinya saat ia gunakan untuk membuat machine learning di perkuliahannya.


Tak dipungkiri, tujuan utama Ivan mengikuti Tetris (Batch 2) ialah bisa meraih kesempatan magang seperti temannyna. Hal itulah yang menjadi fokus dan penyemangat Ivan mengikuti pembelajaran selama program beasiswa.


“Salah satu goals untuk ikut Tetris (Batch 2) salah satunya dapat internship. Kapan lagi ada peluang kayak gitu. Ada reward di akhirnya, jadinya serius dan sungguh-sungguh belajarnya,” kata Ivan.


Baca juga: Ini 4 Alasan NON-IT Harus Belajar Data Science, Berani Coba?


2. Perjuangan Ivan Meraih Internship

Berkat hasil kerja kerasnya mengikuti beasiswa, Ivan pun sukses meraih kesempatan internship sebagai Business Process Improvement Analyst. Meski sebelumnya ia juga pernah menjalani internship sebagai Data Analyst, ia mengatakan tetap perlu beradaptasi dengan posisinya saat ini.


“Sudah berjalan beberapa hari menjadi associate, cukup teknikal jadi cukup challenging dan harus cepet adaptasi. Untung banyak support dari team existing karena rolenya melibatkan hampir seluruh divisi di perusahaan, jadi harus paham pekerjaan divisi lain,” begitu katanya.


Untuk bisa meraih itu semua, tentu Ivan melaluinya dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Terlebih, selama transisi dari tempat internship sebelumnya, ia harus segera menyelesaikan tugas akhir skripsinya agar sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.


Salah satu hal yang perlu dipersiapkan ketika ingin mengikuti internship adalah mempersiapkan CV & portofolio. Salah satu project yang ia kerjakan saat mengikuti Tetris (Batch 2), yakni Capstone Project, ia masukkan ke dalam CV dan portofolio sebagai bentuk pengalaman dan hasil kerjanya. Hal ini diharap bisa menjadi bahan pertimbangan perekrut & perusahaan. 


3. Keseharian Ivan Maximilliam sebagai Praktisi Data selama Internship

Dalam kesehariannya sebelum bekerja di PT Indonsat Tbk, Ivan menggeluti bidang Data Analyst Intern di Astra Credit Companies saat ini, Ivan kerap kali diminta untuk membantu membuat report harian proses kredit menggunakan Ms. Excel dengan template yang sudah ada, sehingga proses kerjanya sama setiap hari. Jika sudah, pivot menggunakan Excel lalu memasukkan grafik ke dalam slide untuk jadi dashboard.


Berbeda dengan tempat sebelumnya, saat menjalani internship Data Analyst Intern di ACC, tugas utama Ivan lebih fokus pada data cleaning.


“Pada saat di ACC saya diminta bantuan project untuk Data Cleaning. Datanya sama tiap bulan, tapi proses cleaningnya pake MS. Excel jadi panjang & lemot, jadi diminta support dari user diolah pake Python,” katanya. 


Meski awalnya Ivan sempat merasa sedikit kesulitan menggunakan Python, dengan ilmu yang ia dapatkan selama Tetris (Batch 2) ia merasa sangat terbantu.


Baca juga: Project Data Science yang Cocok Buat Jadi Portofolio Data


4. Tips Ivan Maximilliam untuk Mahasiswa Akhir yang Ingin Mendapat Kesempatan Internship

Sahabat DQ, buat kamu yang juga tengah menjalani kesibukan sebagai mahasiswa akhir dan ingin mendapat kesempatan internship di dunia data, Ivan punya beberapa tips nih yang bisa kalian tiru!

  • Perbanyak mengeksplorasi dan mencari tahu,  jangan sia-siakan kesempatan untuk membuka peluang dan ilmu baru.

  • Kalau kamu senang, maka lanjutkan dan perdalam ilmunya.

  • Untuk pemula, minimal dapat menguasai Ms. Excel karena sejumlah industri masih menggunakan tools yang satu ini.

  • Fokuskan diri kalian pada satu bidang, entah sebagai Data Scientist, Data Analyst, atau Data Engineer. Dengan begitu kalian akan lebih mudah dalam mempelajarinya secara bertahap.


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login