GEBRAKAN TAHUN BARU!! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!
0 Hari 6 Jam 53 Menit 17 Detik

Cara Kerja Algoritma Machine Learning dan Contoh Sederhananya

Belajar Data Science di Rumah 04-Agustus-2025
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/2-longtail-senin-07-2025-06-29-095928_x_Thumbnail800.jpg

Seiring meningkatnya volume data dan kecepatan komputasi, Machine Learning (ML) banyak digunakan sebagai inovasi teknologi modern. Dari sistem rekomendasi di platform streaming, chatbot pintar, hingga analisis prediktif, machine learning memungkinkan mesin untuk “belajar” dari data dan membuat keputusan cerdas secara otomatis.

Tidak mengherankan jika banyak perusahaan, termasuk di Indonesia, mulai mengintegrasikan ML ke dalam strategi bisnis mereka untuk meningkatkan efisiensi dan personalisasi layanan. Artikel ini akan mengajak kamu memahami dasar-dasar machine learning, mulai dari pengertian dan jenis-jenisnya, tahapan proses kerja algoritma ML, hingga contoh sederhana penggunaannya dalam kehidupan nyata.

1. Apa Itu Machine Learning?

Machine Learning adalah cabang dari kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan sistem belajar dari data tanpa diprogram secara eksplisit. Dengan kata lain, algoritma ML menganalisis pola dalam data dan membuat prediksi atau keputusan berdasarkan pembelajaran tersebut.

Menurut laporan IBM Global AI Adoption Index 2022, sekitar 35% organisasi global sudah menggunakan AI dalam operasionalnya, dan machine learning menjadi teknologi yang paling banyak diadopsi. Ini menandakan kebutuhan akan pemahaman ML akan semakin tinggi.


Baca juga: Bootcamp Machine Learning & AI for Beginner


2. Jenis-Jenis Machine Learning

Secara umum, machine learning terbagi menjadi tiga jenis utama:

  • Supervised Learning: Algoritma belajar dari dataset berlabel (misalnya, data dengan kolom “jawaban”). Contohnya prediksi harga rumah berdasarkan luas bangunan.

  • Unsupervised Learning: Digunakan untuk menemukan pola dalam data tak berlabel, seperti pengelompokan (clustering). Sebagai contoh, segmentasi pelanggan e-commerce.

  • Reinforcement Learning: Model belajar dari lingkungan melalui proses coba-coba dan feedback berupa reward atau penalti. Misalnya, robot belajar menavigasi ruangan.

3. Cara Kerja Algoritma Machine Learning

Algoritma machine learning bekerja melalui serangkaian proses sistematis. Mulai dari pengumpulan dan pra-pemrosesan data, pemilihan algoritma, pelatihan model, hingga evaluasi dan penggunaan hasil prediksi. Setiap tahap memiliki peran penting dalam memastikan kualitas model yang dihasilkan.

a. Pengumpulan Data

Langkah pertama adalah mengumpulkan data yang cukup dan relevan. Sumber data bisa berasal dari transaksi, sensor, survey, atau API. Semakin besar dan berkualitas datanya, semakin baik performa model ML yang dihasilkan.

b. Pra-pemrosesan Data

Tahap ini mencakup pembersihan data, normalisasi, menghapus nilai kosong, dan transformasi variabel. Data yang kotor akan menghasilkan model yang tidak akurat (garbage in, garbage out).

c. Memilih Algoritma

Pemilihan algoritma bergantung pada jenis masalah: regresi, klasifikasi, atau clustering. Linear Regression cocok untuk prediksi angka, sedangkan Decision Tree untuk klasifikasi.

d. Training (Pelatihan Model)

Model dilatih menggunakan dataset pelatihan untuk mempelajari pola. Proses ini bisa memakan waktu dan sumber daya tergantung pada ukuran dataset dan kompleksitas algoritma.

e. Testing (Pengujian Model)

Dataset yang berbeda (test set) digunakan untuk mengevaluasi kinerja model. Metode evaluasi umum antara lain MAE (Mean Absolute Error), RMSE, dan akurasi.

f. Prediksi dan Evaluasi

Model yang telah diuji kemudian digunakan untuk membuat prediksi. Hasilnya dievaluasi agar bisa dioptimalkan sebelum digunakan dalam produksi.


Baca juga: Mengenal NLP, Salah Satu Produk Machine Learning


4. Contoh Sederhana Penggunaan Linear Regression

Misalnya kamu ingin memprediksi nilai ujian siswa berdasarkan jumlah jam belajar. Dengan data historis siswa, kamu bisa membangun model Linear Regression yang memetakan hubungan antara "jam belajar" (X) dan "nilai ujian" (Y). Setelah pelatihan, model bisa digunakan untuk memprediksi nilai ujian berdasarkan input jam belajar baru. Contoh implementasi sederhananya di Python:

Model ini akan memberi kamu output nilai ujian yang diperkirakan untuk siswa yang belajar selama 5 jam.

Machine Learning bekerja melalui proses sistematis yang melibatkan data, algoritma, dan evaluasi untuk menghasilkan prediksi atau keputusan yang cerdas. Memahami cara kerjanya, bahkan dalam contoh sederhana seperti linear regression, adalah langkah awal yang penting.

Jika kamu ingin mempelajari lebih dalam dan praktik langsung membangun model ML yang siap industri, kamu bisa mulai dari sekarang lewat program Bootcamp Machine Learning & AI for Beginner di DQLab. Belajar langsung dengan studi kasus nyata, mentor berpengalaman, dan komunitas yang suportif akan mempercepat langkahmu menuju dunia AI & Data Science.


FAQ:

1. Apa perbedaan antara training dan testing dalam machine learning?

Training adalah proses di mana model belajar dari data historis untuk menemukan pola. Testing adalah tahap untuk menguji apakah model bisa memprediksi data baru dengan akurat.

2. Apakah pemilihan algoritma berpengaruh besar pada hasil model?

Ya, pemilihan algoritma sangat memengaruhi performa model. Algoritma yang tepat akan lebih sesuai dengan jenis data dan tujuan analisis yang diinginkan.

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini