⚡DQLAB GREAT SALE⚡ DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!
0 Hari 0 Jam 12 Menit 50 Detik

Cara Menentukan Faktor yang Paling Berpengaruh terhadap Penjualan dengan Machine Learning

Belajar Data Science di Rumah 24-Juni-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/kv-2-banner-longtail-selasa-07-2024-05-29-204346_x_Thumbnail800.jpg

Setiap bisnis tentu ingin mengetahui faktor apa saja yang paling memengaruhi naik turunnya penjualan. Apakah peningkatan penjualan lebih dipengaruhi oleh harga produk, besarnya anggaran promosi, lokasi toko, diskon yang diberikan, atau bahkan faktor musiman tertentu? Menjawab pertanyaan tersebut sering kali tidak cukup hanya melihat laporan penjualan secara manual.

Di sinilah machine learning dapat membantu mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan data. Artikel ini akan membahas langkah-langkah menentukan faktor yang paling memengaruhi penjualan menggunakan machine learning, mulai dari persiapan data hingga interpretasi hasil model.


1. Memahami Tujuan Analisis dan Menyiapkan Data Penjualan

Langkah pertama adalah memahami tujuan analisis yang ingin dicapai. Tujuan utamanya tentu saja bukan hanya memprediksi besarnya penjualan, melainkan mengetahui variabel apa saja yang memiliki kontribusi terbesar terhadap perubahan penjualan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengumpulkan data yang relevan seperti jumlah penjualan, harga produk, besaran diskon, biaya promosi, jumlah pelanggan, lokasi penjualan, musim, hari libur, hingga faktor eksternal lainnya yang mungkin memengaruhi performa bisnis. Semakin lengkap dan berkualitas data yang tersedia, semakin baik pula kemampuan model dalam mengidentifikasi pola tersembunyi.

Baca Juga: Bootcamp Machine Learning and AI for Beginner


2. Melakukan Data Cleaning dan Persiapan Dataset

Sebelum membangun model machine learning, data perlu dibersihkan terlebih dahulu agar hasil analisis lebih akurat. Proses ini mencakup penanganan data yang hilang, penghapusan duplikasi, perbaikan format data, dan pemeriksaan nilai yang tidak wajar. Selain itu, variabel kategorikal seperti wilayah penjualan atau jenis produk perlu diubah ke dalam format numerik menggunakan teknik encoding. Tahap persiapan data ini sangat penting karena kualitas data yang buruk dapat menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan meskipun menggunakan algoritma machine learning yang canggih.


3. Membangun Model Prediksi Penjualan

Setelah data siap digunakan, langkah berikutnya adalah membangun model prediksi penjualan. Untuk tujuan interpretasi faktor yang memengaruhi penjualan, algoritma seperti Random Forest, Gradient Boosting, atau XGBoost sering digunakan karena mampu menangkap hubungan yang kompleks antarvariabel. Pada tahap ini, data dibagi menjadi data pelatihan dan data pengujian agar performa model dapat dievaluasi secara objektif. Model kemudian dilatih untuk mempelajari hubungan antara berbagai faktor bisnis dengan nilai penjualan yang terjadi pada periode sebelumnya.


Baca Juga: Mengenal NLP, Salah Satu Produk Machine Learning


4. Mengukur Kinerja Model Sebelum Melakukan Interpretasi

Sebelum menarik kesimpulan mengenai faktor yang paling berpengaruh, penting untuk memastikan bahwa model memiliki tingkat akurasi yang memadai. Beberapa metrik yang umum digunakan untuk mengevaluasi model regresi adalah mean Absolute Error (MAE), Root Mean Squared Error (RMSE), dan R-Squared. Jika model mampu menghasilkan prediksi yang cukup dekat dengan data aktual, maka analisis faktor-faktor yang memengaruhi penjualan akan lebih dapat dipercaya. Sebaliknya, model yang memiliki performa buruk berpotensi menghasilkan interpretasi yang tidak akurat.


5. Menggunakan Feature Importance untuk Mengetahui Faktor Dominan

Salah satu cara paling umum untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh adalah menggunakan feature importance. Metode ini menghitung seberapa besar kontribusi setiap variabel dalam proses prediksi yang dilakukan model. Misalnya, hasil analisis dapat menunjukkan bahwa biaya promosi memiliki kontribusi sebesar 35 persen, diskon sebesar 25 persen, harga produk sebesar 20 persen, dan lokasi toko sebesar 10 persen. Informasi ini membantu perusahaan memahami faktor mana yang layak menjadi prioritas dalam strategi peningkatan penjualan.

Machine learning memungkinkan perusahaan memahami faktor-faktor yang memengaruhi penjualan secara lebih mendalam dibandingkan analisis konvensional. Melalui tahapan mulai dari pengumpulan data, pembersihan data, pembangunan model, hingga interpretasi menggunakan feature importance, permutation importance, dan SHAP value, bisnis dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai variabel yang paling menentukan performa penjualan.


FAQ

1. Apakah machine learning hanya dapat digunakan untuk memprediksi penjualan?

Tidak. Selain memprediksi penjualan, machine learning juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling memengaruhi hasil penjualan. Dengan teknik seperti feature importance, permutation importance, dan SHAP value, perusahaan dapat mengetahui variabel mana yang memiliki kontribusi terbesar terhadap perubahan penjualan.

2. Data apa saja yang dibutuhkan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi penjualan?

Data yang digunakan dapat mencakup harga produk, besaran diskon, biaya promosi, jumlah pelanggan, lokasi penjualan, musim, hari libur, hingga faktor eksternal lainnya yang relevan dengan bisnis. Semakin lengkap dan berkualitas data yang tersedia, semakin akurat pula hasil analisis yang diperoleh.

3. Mengapa interpretasi model penting dalam analisis penjualan?

Interpretasi model membantu perusahaan memahami alasan di balik hasil prediksi yang dihasilkan machine learning. Dengan mengetahui faktor mana yang paling berpengaruh terhadap penjualan, bisnis dapat menyusun strategi yang lebih tepat, seperti mengoptimalkan promosi, menyesuaikan harga, atau meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran.


Gimana sahabat DQ? Seru banget kan membahas soal machine learning beserta modelnya. Eits, kalau kamu masih bingung soal model machine learning, tenang aja. Yuk, segera ambil kesempatan untuk Sign Up dengan bergabung bersama DQLab! Di sini kamu bisa banget belajar dengan modul berkualitas dan tools sesuai kebutuhan industri dari dasar hingga advanced meskipun kamu nggak punya background IT, lho. Dilengkapi studi kasus yang membantu para pemula belajar memecahkan masalah secara langsung dari berbagai industri.

Biar nggak cuma paham teori, kamu juga bisa langsung mulai praktik lewat mini project sederhana seperti prediksi data atau klasifikasi, mengikuti latihan step-by-step di modul, sampai mencoba berbagai model machine learning untuk melihat perbedaannya secara langsung. Dengan begitu, proses belajarmu jadi lebih terasa nyata dan aplikatif sejak awal.

Tidak cuma itu, DQLab juga sudah menerapkan metode pembelajaran HERO (Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based) yang dirancang ramah untuk pemula, dan telah terbukti mencetak talenta unggulan yang sukses berkarier di bidang data. Jadi, mau tunggu apa lagi? Yuk, segera persiapkan diri dengan modul premium atau kamu juga bisa mengikuti Bootcamp Machine Learning and AI for Beginner sekarang juga!


Penulis: Reyvan Maulid

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini