Cara Pakai ChatGPT untuk Membuat Rumus Excel dari Bahasa Indonesia
Pernah merasa kalau kamu sudah paham apa yang ingin dihitung di Excel, tetapi bingung rumusnya harus pakai yang mana? Misalnya kamu ingin “ambil harga berdasarkan kode barang”, atau “hitung jumlah transaksi per customer”. Namun, saat mengetik rumus justru berhenti di tengah jalan. Wajar saja hal ini terjadi karena Excel punya banyak fungsi dan logika yang sering terasa teknis.
Di sinilah ChatGPT bisa membantu sebagai “penerjemah” kebutuhan analisis menjadi rumus Excel. Kamu cukup menuliskan kebutuhan dengan bahasa Indonesia, lalu ChatGPT akan menyusun rumus yang sesuai dengan struktur datamu. Kamu juga bisa meminta versi alternatif, minta penjelasan rumus, atau minta koreksi jika hasilnya tidak sesuai. Pasti sahabat DQLab penasaran, kan? Langsung cek sama-sama di artikel ini, yuk!
1. Ubah Kebutuhan jadi Rumus Excel
Agar ChatGPT bisa menghasilkan rumus yang tepat, kamu perlu memberikan konteks yang jelas. Rumus Excel sangat bergantung pada struktur data. Misalnya, posisi kolom, nama sheet, format tanggal, dan jenis isi sel. Jika kamu hanya menulis “buatkan rumusnya”, ChatGPT cenderung menebak fungsi dan susunan argumen. Akibatnya, rumus bisa terlihat benar tetapi hasilnya tidak sesuai kebutuhan.
Cara paling aman adalah menyebutkan lokasi data dan tujuan output secara spesifik. Misalnya, jelaskan kolom mana berisi tanggal, kolom mana berisi produk, dan output ingin muncul di kolom mana. Kamu juga bisa menambahkan contoh input dan output yang kamu harapkan karena itu membantu ChatGPT memahami logika yang kamu maksud. Semakin jelas instruksinya maka semakin kecil peluang rumusnya meleset.
Baca Juga: Bootcamp Machine Learning and AI for Beginner
2. Prompt untuk Rumus Paling Sering Dipakai
Jika kamu sedang bekerja cepat, kamu bisa memakai prompt yang langsung to the point. Ini cocok untuk kebutuhan rumus yang paling umum seperti SUMIFS, COUNTIFS, IF, XLOOKUP, TEXT, dan rumus pengolahan tanggal. Kamu tidak harus tahu nama fungsi rumusnya sejak awal karena ChatGPT bisa memilih fungsi yang paling sesuai. Yang penting, kamu menuliskan kebutuhan analisisnya secara jelas.
Misalnya, kamu ingin menjumlahkan total penjualan per customer atau menghitung jumlah transaksi berdasarkan produk. Kamu juga bisa meminta ChatGPT membuat rumus untuk mengambil data dari tabel referensi seperti harga berdasarka kode barang. Prompt sederhana seperti ini biasanya langsung menghasilkan rumus yang siap kamu copy-paste ke Excel. Bahkan, kamu bisa minta rumus versi cepat atau versi yang lebih aman dari error.
3. Cara Memastikan Rumus yang Dibuat ChatGPT
Walaupun ChatGPT sangat membantu, rumus yang dihasilkan tetap perlu dicek sebelum kamu terapkan ke seluruh data. Hal pertama yang paling sering membuat rumus error adalah pemisah argumen. Di sebagian setting Excel Indonesia, rumus memakai titik koma (;) bukan koma (,). Jadi, rumus yang tampak benar bisa langsung error hanya karena beda separator atau format pemisah.
Selain itu, kamu juga perlu memastikan rumusnya cocok dengan versi Excel yang kamu pakai. Contohnya, XLOOKUP biasanya tersedia di Excel versi terbaru, sedangkan Excel lama masih mengandalkan VLOOKUP atau INDEX MATCH. Masalah lain yang sering terjadi adalah spasi tersembunyi, format tanggal yang tidak konsisten, atau angka yang terbaca sebagai teks. Semua hal ini bisa membuat rumus tidak bekerja walau strukturnya sudah benar.
Baca Juga: Tata Cara Menggunakan AI ChatGPT Anti Ribet!
4. Prompt Lanjutan Minta Versi Rumus Alternatif + Penjelasan
Kelebihan ChatGPT adalah memberikan opsi rumus alternatif. Satu kebutuhan analisis bisa diselesaikan dengan beberapa cara. Tiap cara punya kelebihan masing-masing. Misalnya, XLOOKUP lebih mudah dibaca, tetapi INDEX MATCH lebih kompatibel untuk Excel versi lama. Kamu juga bisa meminta versi rumus yang lebih aman menggunakan IFERROR agar tampilan tabel tetap rapi.
Selain itu, ChatGPT bisa membantu kamu belajar dengan cara menjelaskan rumus per bagian. Kamu bisa meminta penjelasan fungsi, logika argumen, dan bagaimana rumus bekerja ketika ditarik ke bawah. Kalau kamu sering melakukan ini, kemampuan analisis Excel kamu akan meningkat jauh lebih cepat.
Menggunakan ChatGPT untuk membuat rumus Excel dari bahasa Indonesia bukan berarti kamu “curang” atau malas. Justru ini cara kerja yang lebih efisien karena kamu bisa fokus pada analisis. Kamu tetap perlu memahami struktur data dan tujuan analisis, lalu ChatGPT membantu menerjemahkannya ke formula yang tepat. Kalau kamu konsisten memakai metode ini, kamu akan terbiasa berpikir seperti Excel, kamu akan lebih cepat mengidentifikasi fungsi apa yang cocok untuk kasus tertentu. Bahkan, kamu bisa naik level dari sekadar bisa menguasai rumus menjadi bisa membangun sistem analisis.
FAQ
1. Apakah saya harus paham rumus Excel dulu sebelum memakai ChatGPT?
Tidak harus. Kamu cukup paham tujuan analisisnya, misalnya ingin menjumlahkan penjualan per customer atau mengambil harga berdasarkan kode produk. ChatGPT bisa membantu memilih fungsi yang tepat dan menyusun rumusnya. Namun, akan lebih bagus kalau kamu tetap belajar memahami struktur rumus agar tidak sekadar copy-paste.
2. Kenapa rumus dari ChatGPT kadang error saat ditempel ke Excel?
Penyebab paling umum adalah pemisah argumen yang berbeda, misalnya Excel kamu memakai titik koma ; bukan koma ,. Selain itu, rumus bisa tidak cocok dengan versi Excel (misalnya XLOOKUP tidak tersedia di Excel lama). Faktor lain adalah data yang kotor, seperti spasi tersembunyi, format tanggal tidak konsisten, atau angka yang terbaca sebagai teks.
3. Bagaimana cara membuat prompt yang menghasilkan rumus lebih akurat?
Sertakan konteks lengkap: nama sheet, posisi kolom, isi kolom, dan output yang kamu inginkan. Jika memungkinkan, beri contoh 1–2 baris data dan contoh hasil yang kamu harapkan. Kamu juga bisa menambahkan batasan seperti “saya pakai Excel 2016” atau “tolong buat versi yang aman dari error dengan IFERROR.”
Mau jadi yang terdepan dalam tren AI Workflow Automation? Daftar Bootcamp Gen AI & N8N sekarang juga! Kamu akan dibimbing langsung membangun sistem otomatisasi berbasis AI, menguasai integrasi API, dan memahami bagaimana data bisa dimanfaatkan lebih cerdas untuk produktivitas. Bootcamp ini sudah terbukti ramah pemula dengan metode hands-on learning. Selain materi yang bisa diakses selamanya, kamu juga akan dapat progress tracker, portfolio mentoring, dan e-certificate sebagai bukti keahlian. Jangan sampai ketinggalan, kuota terbatas!
Penulis: Reyvan Maulid
Postingan Terkait
Menangkan Kompetisi Bisnis dengan Machine Learning
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
