FLASH PROMO!! BELAJAR DATA SCIENCE ONLINE 6 BULAN 399K
Diskon 89%, Akses 76 Modul Data Science Premium, Metode Praktek Sandbox, Bersertifikat!
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 4 Jam 23 Menit 35 Detik 

Catat! Cara Mudah Deviasi di Excel pada Data Sampel

Belajar Data Science di Rumah 06-Desember-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/8168fafe754c11acf60e7366043567a3_x_Thumbnail800.jpg

Excel dikenal dengan kepraktisannya dalam mengolah data. Berbagai rumus fungsi sudah disediakan sehingga pengguna tinggal menginputkan sesuai kebutuhannya. Maka dari itu, hampir semua pekerjaan membutuhkan calon karyawan mahir dalam menggunakan Excel. Sayangnya, belum banyak yang mampu menggunakan beberapa fungsi khusus pada proses analisa data. Terlebih jika data tersebut berkaitan dengan data penelitian atau uji coba.


Salah satu fungsi Excel yang sering digunakan untuk menilai kualitas data adalah standar deviasi. Secara sederhana standar deviasi digunakan untuk menilai sebaran data yang dimiliki. Mengenali data pada tahap awal sangat penting karena akan berdampak pada proses analisa data lebih lanjut. Jika data sampel buruk, bisa mengakibatkan hasil prediksi yang mampu mewakili populasi kurang akurat. Nah, pada artikel kali ini akan dijelaskan penggunaan standar deviasi dan contohnya di Excel.


1. Apa Itu Standar Deviasi

Excel sebagai salah satu tools analisa data dilengkapi juga dengan fungsi untuk menghitung deviasi suatu sampel. Standar deviasi atau yang juga disebut dengan simpangan baku adalah angka yang diperoleh untuk mengukur sebaran distribusi data yang diteliti. Jika nilai standar deviasi besar maka artinya data yang Sahabat DQ punya, memiliki distribusi yang lebar terhadap rata-ratanya. Bisa disimpulkan bahwa data tersebut memiliki variasi yang besar pula. 

Excel

Tidak ada angka standar deviasi yang didefinisikan sebagai nilai yang baik atau buruk. Sebab standar deviasi diukur berdasarkan ekspektasi peneliti terhadap sebaran data yang dimiliki. Jika nilai standar deviasi cukup baik dan memenuhi ekspektasi kalian, maka nilai standar deviasi dianggap baik. Umumnya standar deviasi digunakan dalam penelitian kuantitatif. Nilai ini digunakan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dapat mewakili sampel penelitiannya. Karena hampir seluruh bidang industri melakukan uji coba, standar deviasi sering digunakan. 


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Macam-macam Rumus Standar Deviasi

Excel menyediakan sejumlah rumus standar deviasi sesuai kebutuhan. Berikut penjelasan singkat masing-masing rumus tersebut.

  • STDEV: rumus yang digunakan untuk menghitung standar deviasi data sampel dengan mengabaikan nilai logika atau teks yang ada.

  • STDEV.S: memiliki fungsi yang sama dengan STDEV (merupakan fungsi tambahan dari Excel 2010 ke atas). 

  • STDEV.P: rumus yang digunakan untuk menghitung standar deviasi data populasi dengan mengabaikan nilai logika atau teks yang ada.

  • STDEVA: rumus yang digunakan untuk menghitung standar deviasi data sampel dengan memproses nilai logika atau teks yang ada. Teks dan nilai logika FALSE dianggap bernilai 0 dan nilai logika TRUE bernilai 1.

  • STDEVPA: memiliki fungsi yang sama dengan STDEVA namun untuk data populasi.


3. Contoh Penggunaan Standar Deviasi Data Sampel Pada Excel

Kali ini, Sahabat DQ akan melakukan praktik sederhana menggunakan standar deviasi pada data sampel. Data yang digunakan adalah data tinggi badan sejumlah siswa seperti berikut ini.

Excel

Dari hasil input data tersebut, tampak bahwa data tinggi badan yang akan dihitung standar deviasinya berada pada kolom-baris D5 sampai D14, atau biasa ditulis D5:D14. 


Penghitungan standar variasi dengan Microsoft Excel menggunakan fungsi STDEV.S, dengan bentuk umum STDEV.S(Number 1, [Number 2], ... ). Oleh karena itu, rumus untuk data tinggi badan menjadi =STDEV.S(D5:D14). Penulisan rumus dilakukan di kolom-baris di luar data. Pada contoh ini rumus ditulis di kolom-baris D15. Sehingga diperoleh hasil sebagai berikut.

Excel


Tekan Enter pada keyboard sehingga akan diperoleh hasil akhir sebagai berikut.

Excel


Data di atas menggunakan fungsi STDEV.S karena tidak memuat teks atau nilai logika. Jika ditemui data memiliki nilai logika TRUE atau FALSE atau data teks, maka jangan lupa gunakan fungsi STDEVA. Berikut contohnya.


Excel


Jika kalian Enter, maka akan diperoleh hasil standar deviasi seperti berikut.


Excel


Perhatikan bahwa fungsi STDEVA menghitung teks data TRUE sebagai data. TRUE dinilai 1 dan teks dinilai 0.


Baca juga : Kenali Rumus IF pada 3 Kondisi dengan Excel


4. Praktik Lebih Tentang Deviasi di DQLab

Pada pembahasan di atas, Sahabat DQ baru belajar tentang fungsi standar deviasi untuk data sampel, belum lebih dalam untuk data populasi. Excel juga tidak hanya memiliki fungsi STDEV saja. Masih banyak fungsi lainnya yang akan membantu menganalisis data. Artinya, kalian perlu belajar lebih nih untuk menguasai Excel dan menjadi praktisi data profesional. Website DQLab adalah platform yang tepat untuk menjadi teman belajar kalian semua. Modul yang lengkap, pembahasan yang detail, dan studi kasus di berbagai industri akan membantu Sahabat DQ menjadi ahli mengoperasikan Excel. Yuk, segera Sign Up di website DQLab!

Penulis : Dita Feby 

Editor : Annissa Widya


Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :