Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Catat Hal Penting untuk Rumus Dasar Deviasi Excel

Belajar Data Science di Rumah 12-Februari-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/c00c88993a213759692f557a042c04dd_x_Thumbnail800.jpeg

Rumus deviasi atau dikenal dengan standar deviasi adalah rumus dalam statistika yang menunjukkan bagaimana seluruh populasi dari area yang dipilih berbeda dari titik rata-rata dari nilai yang dipilih. Rumus ini membantu untuk menemukan dan mengkategorikan nilai dari rata-rata. Kita dapat menghitung standar deviasi di excel dengan tiga fungsi yaitu STD, STD.P, dan STD.S. Namun, rumus STD tidak tersedia di excel versi terbaru. Rumus STD.P digunakan ketika kita ingin mempertimbangkan seluruh populasi sedangkan STD.S digunakan ketika kita ingin mempertimbangkan data sampel saja.


Rumus standar deviasi menunjukkan variabilitas nilai data dari mean atau rata-rata. Di excel, STDEV dan STDEV.S menghitung simpangan baku sampel sementara STDEVP dan STDEV.P menghitung simpangan baku populasi. STDEV tersedia di Excel 2007 dan versi sebelumnya. Namun, STDEV.P dan STDEV.S hanya tersedia di Excel 2010 dan versi selanjutnya.


Penggunaan rumus ini cukup tricky. Oleh karena itu, sebelum menggunakan berbagai rumus standar deviasi dengan excel, kita perlu memahami beberapa hal berikut.


1. Definisi Standar Deviasi

Standar deviasi adalah perhitungan yang menentukan seberapa banyak nilai atau kumpulan data menyimpang (menyebar) dari nilai AVERAGE atau MEAN. Rumus ini menunjukkan apakah data kita mendekati nilai rata-rata (mean) atau tidak. Tiga kemungkinan skenario dengan persamaan Standar deviasi adalah:

  1. Jika standar deviasi semakin tinggi, maka semakin banyak variasi data. Hal ini menunjukkan nilai mean atau rata-rata kurang akurat.

  2. Jika standar deviasi sama dengan 0, maka menunjukkan bahwa setiap nilai dalam dataset sama persis dengan nilai mean atau rata-ratanya.

  3. Jika standar deviasi mendekati nol, maka terdapat variabilitas data yang lebih rendah yang artinya nilai rata-rata lebih dapat diandalkan.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Rumus Standar Deviasi Excel

Rumus standar deviasi pada excel adalah sebagai berikut.


Number1 pada elemen rumus adalah argumen wajib yang harus diisi yang berisi elemen pertama dari sampel populasi. [number2] adalah argumen yang tidak perlu diisi sehingga bersifat optional. Pada argumen kedua ini, kita bisa mengisi 2 hingga 254 data yang sesuai dengan sampel populasi. Jika kita menggunakan data populasi, maka elemen [number2] tidak perlu diisi. Hal yang perlu diingat adalah rumus di excel ini mengabaikan nilai logika dan text. 


Pada Excel 2016, jika kita mengetikkan =std atau =dstd, maka akan muncul 8 jenis rumus standar deviasi yaitu S, STDEVA, STDEV, DSTDEV yang digunakan untuk data sample dan STDEV.P, STDEVP, STDEVPA, DSTDEVP yang digunakan untuk data populasi.


3. Data Sampe vs Data Populasi

Rumus STDEV.P digunakan ketika kita bekerja menggunakan data populasi. "P" pada rumus ini berarti singkatan dari "Populasi" yang mencakup semua elemen dari kumpulan data di populasi (N). Rumus STDEV.S adalah rumus yang digunakan jika kita bekerja menggunakan data sample. Huruf "S" pada rumus ini adalah singkatan dari "Sampel" dan hanya sampel kumpulan data yang dipertimbangkan dari seluruh kumpulan data (N-1). Artinya, data yang digunakan adalah beberapa elemen atau data yang diambil dari populasi besar.


4. Catatan Tambahan

Argumen angka pada rumus standar deviasi excel harus berisi setidaknya dua atau lebih nilai numerik. Dalam sebagian besar kasus, kita menggunakan rumus S untuk menghitung standar deviasi di excel karena kita hanya mempertimbangkan sampel kumpulan data dari seluruh kumpulan data (N-1).


#DIV/0! error terjadi jika kurang dari dua nilai numerik dalam argumen rumus Standar Deviasi (S). error #VALUE terjadi jika salah satu nilai yang diberikan dalam argumen angka adalah nilai teks dalam S & STDEV.P. Hal ini karena rumus Standar Deviasi tidak dapat menginterpretasikan nilai teks sebagai nilai numerik sehingga menghasilkan error #VALUE.



Baca juga : Kenali Rumus IF pada 3 Kondisi dengan Excel


Ingin belajar rumus-rumus excel lain yang digunakan di berbagai bidang industri plus cara menggunakannya? Yuk belajar dengan modul excel dari DQLab! Klik button di bawah ini atau kunjungi DQLab.id, kemudian pilih menu platinum di sebelah kiri dan akses modul gratis “Free Trial Excel - Penggunaan Rumus dan Fungsi” untuk menilai seberapa luas pengetahuan kamu mengenai excel dan nikmati FREE modul lainnya!


Penulis: Galuh Nurvinda K


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login