Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Coding Python Dasar dengan Array Addressing List

Belajar Data Science di Rumah 20-Desember-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/288baef1c80a83da12795a170b8ebe13_x_Thumbnail800.jpg

Python menyediakan banyak jenis array yang digunakan dalam pengolahan dan manipulasi data. Salah satu jenisnya adalah tipe data list yang sering dipakai  dalam menunjang efisiensi kinerja praktisi data. List adalah salah satu jenis array di Python dengan menggunakan kurung siku yang mengizinkan terjadinya perubahan nilai elemen dan duplikasi nilai indeks. 


Adapun ciri utama dari tipe data list pada bahasa pemrograman Python adalah memiliki urutan atau list yang ada didalam data. Nantinya setiap elemen-elemen berurutan akan diberikan nomor posisi. Indeks pertama dalam list adalah nol. Kemudian indeks kedua dalam list disebut satu, indeks ketiga dalam list disebut dua dan lain-lain.


Salah satu teknik yang digunakan dalam melibatkan tipe data list adalah array addressing list. Teknik ini mengalamatkan (index) elemen list untuk mengambil, mengubah, menambah, dan menghapus nilai elemennya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana cara mengaplikasikan teknik array addressing list dengan menggunakan bahasa pemrograman Python. Buat kamu yang penasaran dengan bagaimana caranya, langsung aja simak selengkapnya melalui artikel berikut ini sahabat DQLab.


1. Konsep List dalam Bahasa Pemrograman Python

Sebelum kita mengulik soal operasi-operasi yang ada di dalam array addresing list, kita harus tahu dulu bagaimana cara membuat list dalam array Python. Kurang lebih untuk cara pembuatannya sama dengan mendeklarasikan variabel numerik biasa. Agar lebih jelas, kalian bisa lihat sistematika penulisan dari list python melalui contoh yang ada di bawah ini:

Python

Keterangan:

  • Listname adalah nama variabel yang menyimpan list

  • Nilai yang dimasukkan dapat berupa nilai numerik ataupun string.

  • Nilai string diapit dengan tanda petik

  • Ukuran setiap elemen menentukan banyaknya nilai yang disimpan dalam elemen list

  • Index List dimulai dari angka 0, 1, ……, dst.

  • [x11, x12, x13] adalah nilai list pada index 1 dengan size 3

  • [x21, x22, x23, x24] adalah nilai list pada index 2 dengan size 4.


Baca juga : Yuk Cari Tahu Perbedaan Python R dan SQL


2. Append()

Fungsi pertama yang digunakan untuk mengoperasikan array addressing list yaitu fungsi append. Sebagai informasi bahwa fungsi append hanya menerima satu parameter saja. Parameter tersebut dimasukkan sebagai nilai baru pada list dan nilai baru tersebut berada pada akhir item. 


Untuk lebih jelasnya, mari kita coba melakukan operasi array dengan fungsi append()


Berikut adalah contoh array list berisi nama-nama buah

Python

Kemudian, kita akan melakukan penambahan data baru dari sekumpulan list diatas. Ada dua nama buah yang ingin kita masukkan dalam daftar yaitu Manggis dan Sirsak. Buat yang penasaran bagaimana cara memasukannya boleh langsung lihat sintaksnya berikut ini.

Python

Berdasarkan hasil output diatas dapat disimpulkan bahwa ketika nilai dari variabel panjang ditampilkan melalui bantuan fungsi print(), maka dapat dilihat bahwa jumlah data yang ada di dalam list variabel semula ada 4 kini menjadi 6 data. Hal ini dikarenakan ada penambahan dua data secara langsung yaitu Manggis dan Sirsak.


3. Insert()

Selanjutnya adalah fungsi insert. Fungsi ini dipakai untuk menyisipkan data baru yang ada di dalam bahasa pemrograman Python. Jadi, penggunaan fungsi insert ini dipakai untuk memasukkan data baru yang ada di bagian tengah array. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menggunakan potongan sintaks sederhana dalam bahasa pemrograman Python.


Python


Pada contoh diatas, diinisiasi variabel panjang. Adapun format datanya berupa array list. Dalam contoh ini, terdapat enam data yang ada pada array tersebut. Cuman, kita rencana kita menyisipkan data baru yaitu “Arman” pada bagian keempat. Untuk menyelesaikan masalah ini, kita menggunakan fungsi insert(). 


Adapun sintaksnya yang digunakan adalah sesuai dengan contoh sebelumnya tadi, tetapi dengan tambahan panjang.insert (3, “Arman”). Maksud dari kode berikut adalah kita coba untuk menyisipkan data baru yaitu “Arman” dalam variabel panjang dan ditempatkan pada posisi indeks ke-3. Berikut adalah output yang dihasilkan dengan menggunakan perintah insert().

Python

Dari output di atas, ketika nilai dari variabel panjang ditampilkan melalui bantuan fungsi print(), maka dapat dilihat bahwa jumlah data yang ada di dalam list variabel semula ada 6 kini menjadi 7 data. Hal ini dikarenakan ada penambahan satu data yaitu Arman.


 Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


4. Pop()

Operasi ketiga dalam melakukan penulisan array addressing list adalah pop(). Konsep dari rumus pop() sebenarnya hampir mirip dengan fungsi remove() yakni sama-sama menghapus suatu index pada data. Terus apa bedanya antara pop() dengan remove()? Jika remove() dipakai untuk menghapus objek spesifik dari suatu indeks pada data, disitu kita hanya menghapus satu nilai saja, namun jika tadi sebelumnya kita telah menghapus data dengan mendefinisikan nilainya. 


Sedangkan untuk fungsi pop() kita hanya perlu menuliskan index nya. Pada dasarnya metode ini akan sangat berguna ketika kita ingin menghapus nilai yang spesifik, misalnya di index ke- [0], [1], dan lain sebagainya. Yuk, kita mulai simulasikan gimana sih contoh penggunaan metode pop() ini?

Python

Terlihat pada sintaks diatas bahwa ada lima data yang berisi nama pekerjaan di bidang data science. Kemudian niatnya kita ingin menghapus index [3] dari serangkaian data ini. Berikut adalah outputnya:

Python

Berdasarkan data di atas, Data Scientist terdiri dari dua nilai yang sama. Nah ketika kita mencoba menggunakan metode pop() untuk menghilangkan nilai duplikasinya, maka kita harus mendefinisikan secara manual index mana yang akan dihilangkan. Berdasarkan dari outputnya sendiri kita dapat melihat bahwa data pada index [3] yaitu Data Scientist telah berhasil dihapus karena pada outputnya, Data Scientist hanya terdapat di index[0].


5. Clear()

Lanjut kita masuk ke fungsi selanjutnya adalah Clear(). Fungsi ini merupakan salah satu metode untuk menghapus array pada bahasa pemrograman Python.  Jika pada metode remove() dan metode pop(), kita dapat menghapus hanya satu data, sedangkan pada metode clear() kita dapat menghapus semua data yang ada.


Hal ini akan sangat berguna ketika data yang ada pada array tertentu salah atau sudah tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sementara nama array nya telah banyak digunakan di koding-koding selanjutnya. Daripada kita harus mengubah koding di bawahnya yang lebih banyak, lebik baik kita menghapus semua element yang ada di array tersebut.


Berikut adalah contoh aplikasi dari fungsi clear():

Python

Kemudian outputnya menjadi 

Python

Berdasarkan output yang telah dihasilkan diatas, array yang telah kita tuliskan tadi sudah kosong. Artinya kita berhasil menghapus semua data yang ada didalamnya hanya dengan menggunakan fungsi clear() saja.


6. Remove()

Metode terakhir array pada Python yang akan dibahas adalah remove(). Metode remove() digunakan untuk menghapus nilai pertama dengan value yang spesifik. Misalkan kita memiliki lima data, dimana data pertama dan data kelima berisi nilai yang sama, sedangkan yang lainnya berbeda. 


Nah apabila user menggunakan metode remove(), maka nilai pada data pertama akan dihapus. Metode ini akan sangat bagus digunakan jika ada duplikasi data yang jumlahnya tidak lebih dari dua.

Daripada bingung, berikut ini contoh dari aplikasi array dengan menggunakan metode remove():

Python

Terlihat bahwa pada data pertama dan data keempat memiliki kesamaan yaitu sama-sama bertuliskan “Data Scientist” di dalam kurung siku. Dari coding diatas, kita bisa ambil outputnya seperti di bawah ini.


Walaupun Data Scientist memiliki nilai yang sama yaitu pada index [1] dan index [4], namun yang didefinisikan untuk dihapus adalah Data Analyst. Sebab pada sintaks sebelum output telah didefinisikan bahwa job.remove(“Data Analyst”) adalah indeks yang ingin kita hapus. Oleh karena itu, output Data Scientist akan muncul sebanyak 2 kali.


Belajar coding python akan sangat mudah dan so easy kalau misalnya tidak praktek buat nulis array dan printilan-printilannya. Mau tahu dan pengen lebih lanjut lagi untuk belajar menulis array python? Yuk langsung aja belajar coding Python bersama DQLab! Dengan modul dan materi yang update, belajar python menggunakan bahasa menjadi lebih mudah dan terstruktur bersama DQLab


Sign up sekarang di DQLab.id atau klik button dibawah ini untuk nikmati pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan!


Penulis: Reyvan Maulid


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login