DQLab Super Giveaway! Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp.99.000! DAFTAR

Pakai Kode: KUPON99K. Berakhir 2 Days 16 Jam : 3 Menit : 40 Detik

Berkarir Menjadi Business Analyst Handal Menggunakan Feynman Techniques

Belajar Data Science di Rumah 25-Agustus-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/70522fed04c4b93a34261128191b674a_x_Thumbnail800.jpg

Dalam dunia data science, terdapat banyak kesempatan karir yang bisa kita pilih. Berkarir di bidang data bukan berarti selalu menjadi data scientist atau data analyst. Ada banyak bidang lain yang juga berkaitan dengan data selain kedua role data itu. Diantaranya adalah menjadi Business Analyst. Apa itu Business Analyst? Bagaimana role pekerjaan Business Analyst? Lalu, bagaimana cara menjadi seorang business analyst yang handal dan disukai oleh perusahaan?

Pada artikel ini kita akan membahas peran seorang business analyst dan tips untuk menjadi seorang business analyst yang disukai oleh perusahaan menggunakan Feynman Techniques. Yuk simak penjelasannya!

1. Apa itu Business Analyst?

“Business analyst help guide businesses in improving processes, products, services and software through data analysis. These agile workers straddle the line between IT and the business to help bridge the gap and improve efficiency.” – Mary Pratt, 2019

Pekerjaan di bidang data memiliki banyak sekali basic knowledge yang harus dimengerti. Salah satu kendala yang biasa ditemukan di lapangan adalah praktisi data kesulitan untuk menyampaikan berbagai istilah, teori, metode, ataupun basic data knowledge lainnya kepada pihak manajemen atau tim bisnis. Di sisi lain, terkadang tim bisnis juga memiliki kesulitan untuk menyampaikan kebutuhan nya kepada para praktisi data. Di sinilah peran seorang business analyst sangat dibutuhkan.

Seorang Business Analyst (BA) berperan untuk menjembatani antara tim bisnis dengan tim data. Seorang BA harus memiliki business acumen yang baik dan dalam waktu yang bersamaan juga harus memiliki basic data knowledge. Mengapa? karena seorang BA harus mentranslasikan kebutuhan bisnis atau kebutuhan user menjadi suatu metode analisis atau teknologi tertentu yang nantinya akan dikerjakan oleh para tim IT dan juga praktisi data.

Pekerjaan seorang BA sangat vital bagi perusahaan dan organisasi manapun. Bahkan menurut The International Institute of Business Analysis (IIBA), dikatakan bahwa Business Analyst dianggap sebagai “Agents of change” atau agen perubahan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keseimbangan antara kemampuan analytics dan juga kemampuan interpersonal. Apabila kamu termasuk orang-orang tersebut, maka berkarir sebagai business analyst adalah pilihan yang sangat tepat! Lalu, apa saja detail pekerjaan seorang business analyst? Simak poin selanjutnya ya!

Baca juga : Belajar Data Science: Kenali 3 Skill Set Data yang Perlu Kamu Kuasai untuk Berkarir sebagai Praktisi Data

2. Bagaimana detail pekerjaan seorang Business Analyst?

Sebagai seorang BA, kita berperan untuk menerjemahkan bahasa user atau bisnis menjadi Bahasa teknis yang akan dikerjakan oleh tim IT atau tim data. Dengan demikian, pekerjaan pertama yang dilakukan oleh seorang BA adalah melakukan user assessment. Apa itu user assessment?

User assessment merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi dan data-data dari user ataupun kebutuhan bisnis tertentu, kemudian membuat kesepakatan mengenai sistem apa yang akan dibuat oleh tim IT dari data tersebut. Output dari proses ini adalah sebuah dokumen Analisa yang nantinya akan dikembangkan sebelum dikomunikasikan kepada tim IT. Dokumen tersebut biasanya disebut Business requirement document (BRD).

Setelah BRD sudah dibuat dan disetujui oleh user, kemudian pekerjaan selanjutnya ialah membuat Functional Specification Document (FSD). Pada FSD, dokumen dibuat untuk menjelaskan kebutuhan user tadi dengan bahasa yang lebih teknis sebagai bahan tim IT dan tim data. Artinya, seorang BA juga harus memiliki dasar-dasar pengetahuan di bidang IT dan bidang data. 

3. Menggunakan Feynman Techniques Untuk Menjadi Business Analyst yang disukai oleh perusahaan

“The Feynman technique for teaching and communication is a mental model (a breakdown of his personal thought process) to convey information using concise thoughts and simple language.”

Feynman technique diambil dari nama penggagasnya yaitu Richard Feynman (1918-1988). Beliau merupakan seorang fisikawan yang telah mendapat banyak penghargaan, nobel prize, dan menjadi pionir dalam berbagai bidang di ilmu fisika yang hari ini kita pelajari. Salah satu julukannya adalah “The great explainer”. Mengapa? karena ia memiliki teknik mengajar yang dilakukan dengan bahasa-bahasa sederhana dan sangat mudah dipahami.

Teknik ini bersinggungan dengan perkataan dari Albert Einstein yang menyampaikan “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough”. Feynman technique membuat kita dapat menjelaskan hal yang rumit menjadi seperti berbicara dengan seorang anak kecil, yaitu dengan bahasa yang sangat sederhana.

Lalu, bagaimana cara melakukan Feynmann Techniques? setidaknya ada 4 poin yang harus kamu lalui. Pertama, Identifikasi subjek atau topik yang ingin kamu bahas. Pastikan kamu benar-benar memahami apa yang ingin kamu sampaikan. Kedua, coba jelaskan kepada seorang anak-anak, atau remaja yang tidak memiliki pemahaman terhadap topik itu. Kamu bisa mulai dengan secarik kertas dan tulis apa yang kamu ketahui mengenai topik itu secara sederhana. sehingga seorang anak kecilpun dapat memahaminya.

Ketiga, Identifikasi senjang pengetahuan. Ketika ingin menyampaikan suatu topik, pahami dulu apa kesenjangan pengetahuan antara kamu dan audiens mu. Dalam konteks Business Analyst, kamu harus mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan antara tim bisnis dan tim data. Apa yang tidak dipahami oleh tim data? dan apa yang tidak dipahami oleh tim bisnis? Terakhir, kamu coba sederhanakan Kembali topik yang ingin kamu bahas dan latih dirimu untuk menyampaikannya seperti bercerita.

Baca juga : Belajar Data Science: Kenali 3 Skill Set Data yang Perlu Kamu Kuasai untuk Berkarir sebagai Praktisi Data

4. Yuk, Mulai perjalanan karir kamu menjadi Business Analyst bersama DQLab Sekarang!

Nah, bagaimana teman-teman? tertarik untuk berkarir sebagai business analyst? Bersama DQLab kamu dapat memulai karir sebagai business analyst loh! Sebagai business analyst tentu kamu harus memiliki basic data knowledge seperti Python programming, R, SQL, dan lain sebagainya.

Kamu bisa mempelajari itu semua dan dimulai secara GRATIS di DQLab. Sign Up untuk nikmati module GRATIS “Introduction to Data Science” dengan pengalaman belajar yang seru menyenangkan serta aplikatif pada industri nyata! Untuk kamu yang ingin mulai belajar Data Science atau siap berkarir jadi Data Analyst, Data Scientist, dan Data Engineer, persiapkan diri kamu dengan tepat sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Yuk #MulaiBelajarData di DQLab.

Dengan belajar di DQLab, kamu bisa:

  • Menerapkan teknik mengolah data kotor, hasilkan visualisasi data dan model prediksi dengan studi kasus Retail dan Finansial

  • Dapatkan sesi konsultasi langsung dengan praktisi data lewat data mentoring

  • Bangun portofolio data langsung dari praktisi data Industri

  • Akses Forum DQLab untuk berdiskusi

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Akses module Introduction to Data Science

  3. Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab


Penulis : Jihar Ghifari

Editor : Annissa Widya Davita

Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!