GIMANA MEMULAI KARIER JADI DATA ANALYST?
Simak caranya di webinar GRATIS dan raih DOORPRIZE menarik!
DAFTAR SEKARANG!
Pendaftaran ditutup dalam 1 Hari 0 Jam 10 Menit 2 Detik 

Data Sekunder dan Data Primer, Kenali Sumbernya Yuk Versi DQLab

Belajar Data Science di Rumah 29-September-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/f75bd6877d6990548ec3288c014655dc_x_Thumbnail800.png

Data primer dan sekunder sejatinya merupakan kedua jenis data yang selalu ada dalam penelitian. Biasanya peneliti dibebaskan untuk memilih salah satu dari kedua jenis data berikut atau bisa jadi menggunakan dua-duanya. Misalnya data primer digunakan sebagai data utama dan data sekunder terkadang jadi pelengkapnya. Dua jenis data ini harus diproses dan dianalisis untuk mendapatkan hasil penelitian berkualitas tinggi. Peran data primer sebenarnya lebih utama daripada data sekunder. Namun, peran data sekunder tidak boleh dianggap remeh. Data sekunder mengintegrasikan data primer untuk mendukung kualitas hasil penelitian. Pengumpulan data primer dan sekunder juga terbilang sangat berbeda. Pendekatan penelitian yang berbeda dapat menyebabkan berbagai metode pengumpulan data penelitian. Data primer adalah data utama atau basis yang digunakan dalam pencarian. Data utama dapat digambarkan sebagai jenis data yang diperoleh langsung dari peneliti atau responden atau informan. Data primer ini biasanya terbuka untuk keduanya bisa primer dan sekunder. Terkhusus penelitian kualitatif penggunaan data primer sangatlah dianjurkan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut dari berbagai fenomena yang terjadi. Tidak seperti data primer, data sekunder adalah data pelengkap. Kata tambahan di sini menyiratkan bahwa pencarian tanpa data primer dapat dianggap berkualitas rendah karena data tidak lengkap. Untuk itu, peranan data sekunder juga menjadi penting karena untuk melengkapi data primer yang telah dikumpulkan.


Para peneliti tentunya disarankan untuk melakukan pengamatan terhadap data yang nantinya akan kita analisis dalam sebuah riset. Satu-satunya hal lain yang sangat diperhatikan adalah peneliti juga perlu memperhatikan aspek signifikansi data bagi penelitiannya. Untuk data yang perannya tidak begitu penting (trivial significant) umumnya peneliti akan bersedia mengorbankan segi akurasi demi mencapai efisiensi. Untuk beberapa riset, sumber data sangatlah penting peranannya. Sumber data primer dikumpulkan dari dokumen – dokumen asli  mentah dari pelaku yang disebut “first – hand information’ atau mendapatkan datanya secara langsung dari pihak pertama alias responden yang bersangkutan. Data yang dikumpulkan tersebut merupakan data yang aktual dan langsung ditemukan dari lokasi penelitian. Sehingga dalam penelitian ini perlu seorang peneliti untuk mempersiapkan pertanyaan penelitian sebelum bekerja untuk mendapatkan data agar valid dan sesuai dengan yang diinginkan dari tujuan penelitian Hal ini dikarenakan sumber data yang diperoleh akan menentukan kualitas penelitian yang kita lakukan sehingga pengambilannya tidak boleh asal dilakukan karena kejujuran merupakan hal utama dalam melakukan penelitian secara ilmiah. Mari kita cari tahu lebih dalam terkait apa saja sumber-sumber dari data primer dan sekunder. Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas mengenai apa saja sumber sumber dari data primer dan data sekunder dalam penelitian. Dengan harapan bisa menjadi tambahan insight dan rekomendasi bagi kalian calon praktisi data, peneliti maupun data enthusiast. Jangan lewatkan artikel berikut ini, pastikan simak baik-baik, stay tune and keep scrolling on this article guys!


1. Kuesioner

Kuesioner merupakan salah satu instrumen krusial dalam pengumpulan data penelitian, khususnya pengumpulan data primer. Kuesioner dianggap penting dalam mengumpulkan informasi yang tidak dapat dijawab oleh data sekunder. Informasi yang didapat dari kuesioner biasanya lebih mendetail dan menjawab pertanyaan penelitian yang membutuhkan data pada level mikro. Dr. Tony Irawan, SE, M.App.Ec menyebutkan bahwa penggunaan kuesioner bergantung pada topik dan metode penelitian yang akan dilakukan. Waktu yang tepat dalam penggunaan kuesioner  dapat disesuaikan dengan ketersediaan informasi data sekunder terkait pertanyaan penelitian, apakah informasi tersebut menjawab pertanyaan penelitian atau tidak. Jika informasi tidak tersedia atau tidak cukup menjawab pertanyaan penelitian, maka disaat itulah peran kuesioner dibutuhkan. Data sekunder umumnya hanya dapat mengidentifikasi informasi secara global atau luas, sehingga digunakan kuesioner untuk menjawab pertanyaan penelitian yang membutuhkan informasi di level mikro atau pada suatu kasus


Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder, Apa Saja Sumber Data yang Bisa

Digunakan?


2. Observasi

Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati atau meninjau secara cermat dan langsung di lokasi penelitian untuk mengetahui kondisi yang terjadi atau membuktikan kebenaran dari sebuah desain penelitian yang sedang dilakukan. Observasi dilakukan melalui suatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran. Menurut Nana Sudjana, observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti. Adapun observasi ini biasanya dilakukan pada data primer. Observasi memiliki dua jenis yaitu Observasi non partisipan artinya penulis tidak ambil bagian/ tidak terlihat langsung dalam kegiatan orang-orang yang diobservasi dan observasi yang terstruktur, artinya dalam melakukan observasi penulis mengacu pada pedoman yang telah disiapkan terlebih dahulu oleh penulis.


3. Studi Literatur

Studi literatur atau yang biasanya kita kenal dengan studi kepustakaan merupakan salah satu metode pengumpulan data sekunder yang paling populer. Betapa tidak, peneliti hanya membutuhkan beberapa pustaka sebagai pendukung dalam sebuah riset atau penelitian yang akan dilakukan. Studi kepustakaan juga dilakukan dengan metode tinjauan pustaka ke perpustakaan dan pengumpulan buku-buku, bahan-bahan tertulis serta referensi-referensi yang relevan dengan penelitian atau riset. Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Selain itu seorang penelitian dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. Dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan studi kepustakaan peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya.


4. Sumber Eksternal

Data dari sumber eksternal adalah setiap data yang dihasilkan di luar perusahaan atau organisasi. Saat ini data sekunder dari sumber eksternal merupakan dasar pengambilan keputusan yang dilakukan oleh stakeholder dimanapun, baik dalam bisnis, kedokteran, sains, bahkan di bidang statistik. Beberapa contoh data sekunder dari sumber eksternal adalah data.gov, data terbuka dari world bank, dan data ekonomi IMF. Data.gov menyediakan lebih dari 150.000 data gratis dan dapat diakses secara online. Dari sumber ini, perusahaan dapat menemukan banyak sekali data yang berkaitan dengan konsumen, pendidikan, manufaktur, keselamatan publik, dan lain sebagainya. Data terbuka dari world bank menawarkan akses gratis dan terbuka ke data pembangunan global. Sumber ini menyediakan data demografi populasi dan indikator ekonomi di seluruh dunia. International Monetary Fund atau biasa dikenal dengan IMF adalah organisasi yang terdiri dari 189 negara. IMF menyediakan data statistik keuangan internasional, laporan ekonomi regional, nilai tukar mata uang asing, tingkat hutang, harga komoditas, dan investasi


Baca juga : Metode Pengumpulan Data Sekunder, Bisa Menggunakan Apa Saja

Sih?


5. Manfaatkan Kesempatan Belajar Data Science Bersama DQLab Yuk!

Data merupakan salah satu elemen pokok yang tidak dapat terpisahkan dari suatu penelitian. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian membutuhkan data sebagai penguat untuk menjawab tujuan penelitian salah satunya dengan penggunaan data primer. Dengan adanya data kita dapat mampu menganalisis data dimanapun berada, kemampuan problem solving yang baik, dan skill di berbagai bidang ilmu lainnya. Salah satu penerapannya adalah data science yang terdiri dari bidang ilmu matematika, statistik, dan komputer. Dengan mempelajari Data Science, kamu akan terlatih dan terbiasa untuk menghasilkan informasi dari olahan data mentah dan insight yang valuable. Jika kamu penasaran dengan data science dan ingin belajar data science secara langsung, caranya mudah banget. Kamu bisa loh untuk coba bikin akun gratisnya kesini di DQLab.id atau bisa klik button di bawah ini yap. Nikmati pengalaman belajar data science yang menarik bersama DQLab yang seru dan menyenangkan dengan live code editor. Cobain juga free module Introduction to Data Science with R dan Introduction to Data Science with Python untuk menguji kemampuan data science kamu. Kalian juga bisa mencoba studi kasus penerapan real case industry. Ayo persiapkan dirimu untuk berkarir sebagai praktisi data yang kompeten!


Penulis: Reyvan Maulid

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!