FLASH PROMO!! BELAJAR DATA SCIENCE ONLINE 6 BULAN 399K
Diskon 89%, Akses 74 Modul Data Science Premium, Metode Praktek Sandbox, Bersertifikat!
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 7 Jam 52 Menit 36 Detik 

Database Management Tools untuk Data Scientist

Belajar Data Science di Rumah 01-Desember-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/20215b832c02e53bb27af9246d1dc8e0_x_Thumbnail800.jpeg

Saat membahas data scientist, kita tidak akan jauh dari tools manajemen database karena data merupakan ‘bahan bakar’ yang akan digunakan oleh data scientist untuk menyelesaikan tugasnya. Seorang data scientist menggunakan berbagai tools manajemen database untuk keperluan penyimpanan data, pengaturan, dan pembersihan data yang nantinya tidak hanya digunakan oleh data scientist tetapi juga data analyst. 


Ada berbagai tools manajemen database yang sering digunakan oleh data scientist, salah satunya adalah Database Management System atau dikenal dengan DBMS. Apa itu sistem manajemen basis data? Database Management System (dalam bahasa inggris) adalah program atau paket software yang digunakan untuk menyimpan, mengatur, mengambil, dan mengelola berbagai jenis data. 


Sebagian besar sistem manajemen basis data disiapkan untuk bekerja dengan kumpulan data tertentu. Database tidak hanya digunakan di bidang data science saja, tetapi juga digunakan di bidang manajemen, administrasi, dan desain basis data.


Ada berbagai tools atau software sistem manajemen database dengan fitur, kemampuan, dan ukuran penyimpanan yang beragam. Pada artikel kali ini kita akan berkenalan dengan berbagai tools manajemen database yang sering digunakan di berbagai industri. 


1. MySQL dan SQL Server

Sebagai salah satu tools manajemen database paling populer untuk bahasa pemrograman SQL, MySQL menawarkan basis data relasional open source dan perusahaan yang kompatibel dengan banyak program dan aplikasi. Data scientist menggunakan sistem ini untuk kueri data, pengelompokan, dan kategorisasi.


SQL Server adalah tools manajemen database atau basis data yang diproduksi oleh Microsoft. Sistem manajemen database relasional ini dapat diakses melalui berbagai platform dan interface. SQL Server bersifat open source dan merupakan tools berbasis desktop dan web. Tools ini kompatibel dengan beberapa sistem operasi dan umumnya digunakan dalam bisnis dan perusahaan karena basis data relasional ini mampu menangani pemrosesan data tingkat lanjut dan artificial intelligence.


Data Scientist


Baca juga : Mengenal Profesi Data Scientist


2. PostgreSQL dan Sequel Pro

PostgreSQL dikenal karena komunitas dan umur panjangnya. Sistem manajemen database relasional open source ini memiliki arsitektur kuat yang berkomitmen pada keselamatan dan keamanan data sensitif. PostgreSQL sangat berguna saat kita membuat tipe data kita sendiri dan menulis kode untuk proyek khusus.


Sistem manajemen database relasional open source lain yang cukup populer di kalangan data scientist adalah Sequel Pro. tools manajemen database ini sangat baik untuk pengguna Mac yang terbiasa berkontribusi pada komunitas coding. Tools ini mudah di-download, mudah digunakan, serta mudah untuk mengimpor data dari database dan platform berbasis SQL lainnya. 


Data Scientist


3. MongoDB dan Oracle

Berbeda dengan tools sebelumnya, MongoDB dikenal sebagai sistem manajemen data base NoSQL yang umumnya digunakan untuk menyimpan data pada aplikasi seluler. Karena dilengkapi dengan sistem berbasis cloud yang intuitif, tugas menulis kode dan mengelola dokumen di tools ini menjadi sederhana dan lugas.


Oracle adalah tools yang berguna untuk menyimpan dan mengatur berbagai tipe data di seluruh industri. Oracle menawarkan inovasi dalam desain database, misalnya fitur untuk memvisualisasikan dan memodelkan data yang telah disimpan dalam sistem serbaguna ini.


Data Scientist


4. Apa Itu Database Relasional?

Di awal, kita banyak menemukan istilah database relasional. Pertanyaannya, apa itu database relasional? Database relasional sebagai salah satu database yang paling umum digunakan dalam data science. Database relasional digunakan untuk menemukan dan memahami hubungan antara berbagai jenis data dalam kumpulan data. Database ini umumnya menggunakan bahasa pemrograman SQL dan mengatur data ke dalam baris, kolom, dan tabel.


Baca juga : Yuk Kenal Role Data Scientist, Profesi Menarik Dengan Gaji Besar


Selain bahasa pemrograman seperti R dan Python, SQL juga penting dipelajari oleh calon data scientist karena SQL adalah gudang data yang harus ‘dibuka’ oleh data scientist ketika membutuhkan data tertentu. Yuk pelajari berbagai tools data scientist seperti R, Python, dan SQL bersama DQLab. 


Latihan menulis script kini tidak sulit karena kita bisa menulis langsung di modul DQLab dengan live code editor. Apa itu live code editor? Yuk kenalan langsung dengan akses modul FREE ‘Introduction to Data Science’ dengan R dan Python dengan cara klik button di bawah ini atau sign up melalui DQLab.id.


Penulis: Galuh Nurvinda K

Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :