Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS

Fungsi Excel NPV, IRR, dan WACC pada Analisis Kelayakan

Belajar Data Science di Rumah 08-November-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/longtail-selasa-08-2023-11-09-100538_x_Thumbnail800.jpg

Excel merupakan perangkat yang sangat tepat untuk melakukan analisis keuangan termasuk kelayakan bisnis. Salah satu penentu kelayakan bisnis adalah terletak pada komponen-komponen fungsi keuangan yang diukur.


Secara umum memang ada dua fungsi yang sering dipakai dalam analisis kelayakan bisnis yaitu NPV dan IRR. NPV berkaitan dengan perbandingan nilai antara arus kas masuk dan arus keluar proyek. Sedangkan IRR lebih kepada tingkat pengembalian internal yang membuat nilai NPV menjadi nol.


Namun ada satu fungsi lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu WACC. WACC mencerminkan tingkat diskonto sebagai dasar perhitungan NPV. Baik NPV, IRR, dan WACC, ketiganya sangat penting dan saling terkait dalam analisis kelayakan finansial suatu proyek atau investasi.


Dua indikator (NPV dan IRR) tersebut memang terbilang rumit jika dihitung secara manual. Ditambah lagi dengan komponen WACC. 


Tapi tenang, kamu tidak perlu khawatir. Sebab kamu bisa menghitungnya hanya dengan menggunakan Excel loh! Terdapat formula khusus untuk menghitung besarnya nilai NPV dan IRR hanya dengan menggunakan Excel saja.


Penasaran tidak bagaimana caranya? Kalian bisa simak artikel ini sampai habis ya sahabat DQLab!


1. NPV

NPV adalah metrik yang digunakan untuk menilai keuntungan bersih suatu proyek investasi atau proyek bisnis. Komponen ini memperhitungkan semua arus kas masuk dan keluar proyek dalam nilai saat ini (nilai sekarang) dengan mempertimbangkan tingkat diskonto.


NPV yang positif menunjukkan bahwa proyek menghasilkan keuntungan, sementara NPV yang negatif menunjukkan kerugian. Untuk menghitung NPV di Excel, kamu dapat contoh rumus seperti berikut:

Excel


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. IRR

IRR adalah tingkat pengembalian internal yang membuat NPV dari arus kas proyek menjadi nol. Dengan kata lain, ini adalah tingkat diskonto yang membuat nilai saat ini arus kas masuk sama dengan nilai saat ini arus kas keluar.


Untuk menghitung IRR di Excel, Anda dapat menggunakan rumus berikut:

Excel


3. WACC

WACC adalah rata-rata tertimbang dari tingkat bunga atau tingkat pengembalian yang diperlukan oleh perusahaan untuk membiayai operasinya. Ini mencakup tingkat keuntungan yang diharapkan oleh pemegang saham (ekuitas) dan tingkat bunga yang dibayarkan oleh perusahaan pada pinjaman (hutang).


WACC digunakan sebagai tingkat diskonto dalam perhitungan NPV. Untuk menghitung WACC di Excel, Kamu harus menghitung dua tingkat ini secara terpisah dan kemudian menggabungkannya berdasarkan proporsi ekuitas dan hutang perusahaan. Sayangnya, excel tidak memiliki rumus khusus untuk menghitung WACC

Excel

Sumber Gambar: Medium.com/Bee Guan Teo


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with Excel


4. Keterkaitan Fungsi NPV, IRR, dan WACC

WACC (Weighted Average Cost of Capital), IRR (Internal Rate of Return), dan NPV (Net Present Value) adalah tiga konsep penting yang saling terkait dalam analisis kelayakan finansial suatu proyek atau investasi. Berikut adalah hubungan antara ketiganya dalam analisis kelayakan finansial:


WACC (Weighted Average Cost of Capital):

  • WACC adalah tingkat diskonto yang digunakan untuk menghitung NPV. Ini mencerminkan biaya modal rata-rata tertimbang dari perusahaan, yang mencakup biaya ekuitas dan biaya hutang berdasarkan proporsi masing-masing dalam struktur modal perusahaan.


IRR (Internal Rate of Return):

  • IRR adalah tingkat pengembalian internal yang akan membuat NPV suatu proyek menjadi nol. Dengan kata lain, IRR adalah tingkat diskonto di mana nilai saat ini arus kas masuk sama dengan nilai saat ini arus kas keluar proyek. Dalam analisis kelayakan finansial, Anda membandingkan IRR proyek dengan tingkat WACC perusahaan.

  • Jika IRR lebih tinggi dari WACC, proyek dianggap menguntungkan. Ini berarti bahwa proyek memiliki potensi untuk memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada biaya modal perusahaan, dan oleh karena itu, memiliki NPV positif.

  • Sebaliknya, jika IRR lebih rendah dari WACC, proyek dianggap tidak menguntungkan, dan memiliki NPV negatif. Ini menunjukkan bahwa proyek tidak akan menghasilkan tingkat pengembalian yang cukup tinggi untuk membenarkan biaya modal perusahaan.


NPV (Net Present Value):

  • NPV adalah perbedaan antara nilai saat ini semua arus kas masuk dan keluar proyek. Ini memberikan gambaran tentang apakah proyek akan menghasilkan keuntungan bersih (jika NPV positif) atau kerugian bersih (jika NPV negatif) setelah mempertimbangkan biaya modal perusahaan (WACC).

  • Dalam analisis kelayakan finansial, proyek dengan NPV positif dianggap layak karena nilai saat ini arus kas masuk melebihi biaya modal perusahaan (WACC). Sebaliknya, proyek dengan NPV negatif dianggap tidak layak karena tidak dapat mencapai tingkat pengembalian yang cukup tinggi untuk membenarkan biaya modal.



DQLab adalah platform belajar online yang berfokus pada pengenalan Data Science dan Artificial Intelligence dengan menggunakan bahasa pemrograman populer seperti R dan Python. Menariknya, DQLab adalah platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur ChatGPT yang memudahkan beginner untuk mengakses informasi mengenai data science secara lebih mendalam.


DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Jadi sangat cocok untuk kamu yang belum mengenal data science sama sekali.


Untuk bisa merasakan pengalaman belajar yang praktis dan aplikatif, yuk sign up sekarang di DQLab.id atau ikuti DQLab LiveClass dengan klik informasi berikut  Bootcamp Data Analyst with Excel


Penulis: Reyvan Maulid


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login