Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Fungsi Keuangan NPV dan IRR di Excel

Belajar Data Science di Rumah 25-Oktober-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/longtail-selasa-08-2023-10-28-103839_x_Thumbnail800.jpg

Apakah kamu pernah bertanya-tanya bagaimana perusahaan atau individu menghitung apakah suatu proyek investasi layak atau tidak?


Nah, jawabannya ada dalam dua fungsi hebat di Excel: NPV (Net Present Value) dan IRR (Internal Rate of Return). Meskipun kedengarannya rumit, kita akan menguraikannya dengan sederhana.


Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menggunakan NPV dan IRR di Excel untuk membantu kamu membuat keputusan investasi yang lebih baik.


Selamat mencoba!


1. NPV (Net Present Value) - Menghitung Keuntungan Bersih Saat Ini

NPV adalah alat yang sangat bermanfaat untuk mengevaluasi proyek investasi. Fungsi ini membantu kamu menentukan berapa nilai proyek tersebut saat ini dalam mata uang saat ini. Dalam hal ini, uang di masa depan dihitung ulang ke dalam nilai saat ini berdasarkan tingkat diskon tertentu.


Dengan kata lain, NPV membantu menghitung berapa banyak uang yang akan kamu dapatkan atau hilangkan dari suatu proyek pada saat ini.

Excel


Untuk menggunakan NPV di Excel, kamu perlu mengetahui aliran kas proyek investasi, tingkat diskon yang sesuai, dan periode investasi. Setelah kamu memiliki data ini, cukup gunakan fungsi NPV Excel.


Hasilnya akan memberi tahu kamu apakah proyek tersebut layak atau tidak. Jika NPV positif, proyek tersebut layak. Jika negatif, maka proyek tersebut mungkin tidak sebaik yang kamu pikirkan.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. IRR (Internal Rate of Return) - Tingkat Pengembalian Internal

IRR adalah alat yang membantu kamu menilai tingkat pengembalian dari suatu proyek investasi. Dalam kata lain, IRR adalah tingkat bunga di mana nilai NPV proyek sama dengan nol. Jadi, jika kamu ingin tahu berapa tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi, IRR adalah jawabannya.


Excel


Penggunaan IRR di Excel juga cukup sederhana. Kamu hanya perlu menggunakan fungsi IRR dengan aliran kas proyek sebagai argumen. Excel akan menghitung tingkat pengembalian internal untukmu.


Jika IRR lebih tinggi dari tingkat diskon yang diharapkan, maka proyek tersebut layak. Sebaliknya, jika IRR lebih rendah, maka mungkin lebih baik mempertimbangkan opsi investasi lain.


3. Menyusun Aliran Kas dengan Rapi

Agar NPV dan IRR berfungsi dengan baik, kamu perlu memiliki aliran kas proyek yang terstruktur dan rapi. Ini berarti mencatat semua penerimaan dan pengeluaran uang yang terkait dengan proyek dalam periode waktu tertentu. Dalam Excel, ini dapat diwakili dalam bentuk tabel atau daftar.


Excel


Pastikan untuk menyusun aliran kas dengan baik, menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran uang dalam periode yang sesuai, dan menyertakan nilai awal (biasanya pengeluaran awal) proyek. Dengan aliran kas yang baik, penggunaan NPV dan IRR akan memberikan hasil yang lebih akurat.


4. Memahami Tingkat Diskon

Tingkat diskon adalah elemen penting dalam perhitungan NPV dan IRR. Ini mencerminkan biaya modal atau tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi alternatif yang sebanding dengan proyek yang dievaluasi. Tingkat diskon harus mencerminkan tingkat risiko yang melekat dalam proyek tersebut. Semakin tinggi resikonya, semakin tinggi tingkat diskon yang seharusnya.


Penting untuk memahami dengan baik tingkat diskon yang digunakan dalam perhitungan NPV dan IRR. Jika kamu salah menentukan tingkat diskon, hal itu dapat mengarah pada keputusan investasi yang salah. Sebagai referensi, tingkat diskon yang sering digunakan adalah tingkat bunga bank atau biaya modal perusahaan.


5. Menggunakan Hasil NPV dan IRR dengan Bijak

Ketika kamu telah menghitung NPV dan IRR proyek investasi, langkah selanjutnya adalah menggunakan hasilnya dengan bijak dalam pengambilan keputusan.


Jika NPV positif dan IRR melebihi tingkat diskon yang diharapkan, itu adalah indikasi baik untuk menjalankan proyek. Namun, kamu juga perlu mempertimbangkan faktor lain seperti risiko, persyaratan perusahaan, dan alternatif investasi lainnya.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with Excel


Jika kamu ingin menguasai penggunaan NPV dan IRR di Excel atau belajar lebih lanjut tentang analisis keuangan, jangan ragu untuk bergabung dengan kursus di DQLab. Kursus-kursus kami dapat membantu kamu memahami konsep ini dengan lebih baik dan menerapkannya dalam situasi nyata.


Modul ajarnya lengkap dan bervariasi. Semua skill yang dibutuhkan akan diajarkan. Dilengkapi studi kasus yang membantu kalian belajar memecahkan masalah dari berbagai industri. Bahkan diintegrasikan dengan ChatGPT. Manfaatnya apa?

  • Membantu kalian menjelaskan lebih detail code yang sedang dipelajari

  • Membantu menemukan code yang salah atau tidak sesuai

  • Memberikan solusi atas problem yang dihadapi pada code

  • Membantu kalian belajar kapanpun dan dimanapun


Selain itu, DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Tunggu apalagi, segera Sign Up dan persiapkan diri untuk menguasai Excel dari level apapun. Yuk ikuti Bootcamp Data Analyst with Excel


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login