Kapan Sebaiknya Menggunakan Grafik Jaring Laba-Laba?
Grafik berbentuk lingkaran disebut diagram lingkaran atau pie chart. Jenis grafik ini digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk lingkaran yang terbagi menjadi beberapa bagian atau sektor. Setiap bagian menunjukkan proporsi atau persentase suatu kategori terhadap keseluruhan data.
Diagram lingkaran banyak digunakan karena dapat membantu pembaca memahami perbandingan bagian terhadap total secara visual. Misalnya, data mengenai persentase pengeluaran bulanan dapat disajkan dalam bentuk lingkaran sehingga terlihat kategori mana yang memiliki porsi terbesar dan terkecil. Berikut penjelasannya sahabat DQLab!
1. Apa itu Grafik Berbentuk Lingkaran?
Grafik berbentuk lingkaran adalah penyajian data menggunakan sebuah lingkaran yang dibagi menjadi beberapa sektor. Setiap sektor mewakili kategori tertentu, sedangkan besar kecilnya sektor menunjukkan nilai atau proporsi kategori tersebut. Dalam bahasa Indonesia, grafik ini umumnya disebut diagram lingkaran. Sementara itu, dalam bahasa Inggris dikenal sebagai pie chart karena bentuknya menyerupai potongan kue.
Sebagai contoh, sebuah diagram lingkaran digunakan untuk menunjukkan komposisi penggunaan waktu mahasiswa dalam satu hari. Jika 40 persen waktu digunakan untuk belajar, bagian tersebut akan memiliki sektor yang lebih besar dibandingkan kategori yang hanya memiliki persentase 10 persen.
Baca Juga: 4 Contoh Portfolio Data Scientist yang Luar Biasa
2. Ciri-Ciri Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari jenis grafik lainnya, yaitu:
Berbentuk lingkaran.
Lingkaran dibagi menjadi beberapa sektor.
Setiap sektor mewakili kategori data.
Ukuran sektor menunjukkan nilai atau proporsi kategori.
Keseluruhan sektor mewakili 100 persen data.
Dapat menampilkan nilai dalam bentuk persentase, angka, atau kategori.
3. Cara Menghitung Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran dapat dibuat berdasarkan persentase maupun sudut. Jika data masih berupa jumlah atau frekuensi, persentasenya dapat dihitung menggunakan rumus:
Persentase = (Nilai kategori + Total nilai) x 100%
Sementara itu, jika ingin menentukan besar sudut setiap sektor, rumus yang digunakan adalah:
Sudut sektor = (Nilai kategori ÷ Total nilai) × 360°
Sebagai contoh, terdapat data pilihan transportasi 100 orang. Sebanyak 40 orang memiliih sepeda motor. Persentasenya adalah:
(40 ÷ 100) × 100% = 40%
Kemudian, besar sudut sektor pada diagram lingkaran adalah:
(40 ÷ 100) × 360° = 144°
Artinya, kategori sepeda motor akan menempati 40 persen lingkaran atau sektor dengan sudut 144°.
Baca Juga: Contoh Implementasi Data Science dalam Keseharian
4. Kapan Sebaiknya Menggunakan Diagram Lingkaran?
Diagram lingkaran paling sesuai digunakan ketika data menunjukkan proporsi dari satu keseluruhan dan jumlah kategorinya tidak terlalu banyak. Grafik ini sangat efektif jika perbedaan antarproporsi cukup jelas sehingga pembaca dapat membandingkan ukuran sektor dengan mudah. Contohnya:
Komposisi pengeluaran rumah tangga.
Persentase pangsa pasar.
Komposisi penduduk berdasarkan kelompok tertentu.
Persentase pilihan responden dalam survei.
Komposisi sumber pendapatan.
Pembagian anggaran berdasarkan jenis kebutuhan.
Namun, diagram lingkaran kurang ideal jika kategorinya terlalu banyak atau nilai antar kategori sangat mirip. Dalam kondisi tersebut, grafik batang biasanya lebih mudah digunakan untuk melakukan perbandingan.
Grafik berbentuk lingkaran disebut diagram lingkaran atau pie chart. Grafik ini membagi sebuah lingkaran menjadi beberapa sektor untuk menunjukkan proporsi masing-masing kategori terhadap keseluruhan data. Diagram lingkaran cocok digunakan untuk menampilkan persentase, komposisi, dan bagian dari suatu total. Agar informasi mudah dipahami, penggunaannya sebaiknya dibatasi pada data dengan jumlah kategori yang tidak terlalu banyak.
FAQ
1. Grafik berbentuk lingkaran disebut apa?
Grafik berbentuk lingkaran disebut diagram lingkaran dalam bahasa Indonesia atau pie chart dalam bahasa Inggris.
2. Apa fungsi utama diagram lingkaran?
Fungsi utamanya adalah menunjukkan proporsi atau persentase setiap kategori terhadap keseluruhan data.
3. Apa rumus untuk membuat diagram lingkaran?
Untuk mencari persentase digunakan rumus (nilai kategori ÷ total nilai) × 100%, sedangkan untuk mencari sudut sektor digunakan (nilai kategori ÷ total nilai) × 360°.
Kalau kamu tertarik untuk berkarir sebagai Data Analyst yang menguasai teknik Data Cleaning secara handal, ini adalah saat yang tepat! Yuk, segera Sign Up ke DQLab! Di sini, kamu bisa belajar dari dasar hingga tingkat lanjut dengan materi dan tools yang relevan dengan kebutuhan industri, bahkan tanpa latar belakang IT. Belajar kapan saja dan di mana saja dengan fleksibilitas penuh, serta didukung oleh fitur eksklusif Ask AI Chatbot 24 jam!
Tidak cuma itu, DQLab juga sudah menerapkan metode pembelajaran HERO (Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based) yang dirancang ramah untuk pemula, dan telah terbukti mencetak talenta unggulan yang sukses berkarier di bidang data. Jadi, mau tunggu apa lagi?
Jadi, tunggu apa lagi? Segera persiapkan diri untuk menguasai keterampilan di bidang data dan teknologi dengan subscribe modul premium, atau ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python sekarang juga!
Penulis: Reyvan Maulid
Grafik berbentuk lingkaran disebut diagram lingkaran atau pie chart. Grafik ini digunakan untuk menampilkan proporsi, persentase, atau komposisi suatu keseluruhan. Setiap sektor menunjukkan kategori tertentu dengan ukuran yang sesuai nilainya. Pelajari pengertian dan ciri diagram lingkaran.
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
