SERBU PROMO HOKI!! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!
0 Hari 3 Jam 16 Menit 46 Detik

IF Bertingkat vs IFS, Mana yang Lebih Minim Human Error?

Belajar Data Science di Rumah 25-Februari-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/fc92c48b0f65bef35195ae9edb5ec00a_x_Thumbnail800.jpeg

Kesalahan manusia (human error) kerap muncul dalam praktik pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Salah satu rumus yang paling sering menimbulkan error adalah nested IF (IF bertingkat), terutama ketika kondisi yang diuji lebih dari tiga atau empat cabang. Semakin banyak percabangan logika yang dimasukkan ke dalam satu sel, semakin tinggi pula potensi kesalahan sintaks maupun kesalahan logika. Akibatnya, hasil analisis bisa keliru tanpa disadari.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Excel memperkenalkan fungsi IFS sebagai alternatif yang lebih ringkas. Fungsi ini dirancang untuk menyederhanakan penulisan logika bercabang tanpa perlu menyusun IF di dalam IF secara berulang. Namun, apakah benar fungsi IFS Excel lebih minim human error dibanding IF bertingkat? Berikut penjelasannya sahabat DQLab!

1. Memahami Struktur IF Bertingkat dan Potensi Error

Menurut Microsoft Support, Excel mendukung hingga 64 tingkat nested IF. Secara teknis, kemampuan ini memungkinkan pengguna membangun logika bisnis yang sangat kompleks langsung dalam satu sel. Namun, penggunaan IF bertingkat yang terlalu panjang dapat meningkatkan risiko kesalahan.

IF bertingkat rentan terhadap beberapa pola error umum seperti kurung yang tidak seimbang, urutan kondisi yang salah, dan kondisi yang saling tumpang tindih. Sebagai contoh, klasifikasi nilai siswa dari A hingga E, kesalahan urutan pengecekan dapat membuat seluruh hasil bergeser tanpa memunculkan pesan error. Kesalahan seperti ini termasuk kategori logical error sehingga sulit dideteksi.


Baca juga: Bootcamp Data Analyst with Excel


2. IFS sebagai Respons terhadap Kompleksitas Logika

Fungsi IFS diperkenalkan untuk menyederhanakan pola percabangan dengan format yang lebih linear. Setiap kondisi dan hasilnya ditulis berpasangan secara berurutan tanpa perlu menuliskan value_if_false yang menyarankan fungsi lain. Struktur ini mengurangi kebutuhan tanda kurung bertingkat dan membuat formula lebih mudah dibaca. Dari segi visual, pengguna sudah bisa melihat seluruh daftar kondisi dalam satu tampilan sejajar.

Jika tidak ada satu pun kondisi yang terpenuhi dan pengguna tidak menyediakan kondisi default, Excel akan menghasilkan error #N/A. Hal ini berarti desain logika harus lengkap dan sistematis agar tidak menimbulkan error baru. IFS mengurangi risiko kesalahan sintaks dan tetap menuntut ketelitian dalam menyusun cakupan kondisi.


3. Struktur, Keterbacaan, dan Maintainability

Human error dalam Excel sering dipengaruhi oleh kompleksitas visual. IF bertingkat menambah kompleksitas setiap kali kondisi baru ditambahkan karena struktur semakin sulit ditelusuri. Sebaliknya, IFS mempertahankan pola linear sehingga perubahan atau penambahan kondisi lebih mudah dilakukan.

Selain itu, IF bertingkat lebih rentan mengalami kerusakan struktur ketika satu bagian rumus diedit tanpa sengaja. Menghapus satu kurung atau memindahkan satu bagian kondisi dapat berdampak pada seluruh logika. IFS relatif lebih stabil karena setiap kondisi berdiri dalam pasangan logis yang jelas.


Baca juga: Belajar Fungsi Tanggal & Waktu di Excel


4. Contoh Kasus

Dalam skema bonus karyawan berbasis pencapaian target, percabangan logika sering kali lebih dari tiga tingkat. Misalnya, perusahaan dapat menetapkan kategori bonus 20 persen, 10 persen, 5 persen, dan 0 persen berdasarkan persentase pencapaian tertentu. Jika ditulis menggunakan IF bertingkat, rumus dapat menjadi sulit diverifikasi oleh pihak keuangan.

Melalui rumus IFS, setiap ambang batas ditulis secara sejajar sehingga lebih mudah diperiksa ulang sebelum laporan dibagikan. Transparansi ini penting untuk mencegah sengketa perhitungan dan meningkatkan kepercayaan terhadap sistem pengolahan data. Maka dari itu, pemilihan struktur rumus memiliki implikasi yang lebih luas.

IF bertingkat tetap menjadi solusi kompatibel untuk berbagai versi Excel. Untuk dua atau tiga kondisi sederhana, nested IF masih cukup efisien dan tidak terlalu berisiko. Namun, ketika jumlah kondisi meningkat, kompleksitas visual dan potensi logical error juga ikut meningkat. IFS hadir sebagai alternatif yang lebih linear sehingga lebih minim risiko kesalahan sintaks dan mudah dipelihara.


FAQ

1. Apakah IFS selalu lebih aman dibanding IF bertingkat dalam menghindari human error?

Tidak selalu. Untuk dua atau tiga kondisi sederhana, IF bertingkat masih cukup aman dan efisien digunakan di Microsoft Excel. Namun, ketika jumlah percabangan semakin banyak, IFS cenderung lebih minim kesalahan sintaks karena strukturnya linear dan tidak memerlukan banyak tanda kurung. Jadi, tingkat keamanan sangat bergantung pada kompleksitas logika yang digunakan.

2. Apa jenis human error yang paling sering terjadi pada IF bertingkat?

Kesalahan yang paling umum adalah kurung tidak seimbang, urutan kondisi yang keliru, dan logika yang saling tumpang tindih. Logical error ini sering kali tidak menghasilkan pesan error langsung, tetapi menghasilkan output yang salah. Karena itu, IF bertingkat dengan banyak cabang lebih berisiko dibanding struktur yang lebih sederhana.

3. Jika kondisi sangat banyak, apakah IFS sudah cukup atau perlu pendekatan lain?

IFS lebih baik dibanding IF bertingkat untuk banyak kondisi, tetapi bukan selalu solusi terbaik untuk logika yang sangat kompleks. Dalam beberapa kasus, menggunakan tabel referensi dan fungsi lookup bisa lebih stabil dan mudah diaudit. Pendekatan ini membantu memisahkan logika bisnis dari formula panjang dalam satu sel.


Gimana, sudah siap menghadapi sertifikasi Excel dari DQLab? Jangan lupa, persiapan yang matang adalah kunci utama untuk sukses. Jika kamu merasa butuh bantuan lebih dalam belajar Excel, DQLab siap membimbingmu dengan kursus interaktif yang bikin belajar jadi lebih menyenangkan.

DQLab adalah solusi buat kamu yang ingin self learning tapi takut overdosis informasi. Kamu bisa belajar materi dasar hingga kompleks meskipun kamu ngga punya basic IT, lho. Disini kamu akan belajar skill data science mulai dari tools-tools pengolahan data dasar seperti excel secara online tanpa perlu keluar rumah.

Jadi, jangan khawatir, kamu bisa mulai kursus data science online bersama DQLab! Sign up sekarang di DQLab.id atau klik button dibawah ini untuk nikmati pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan! Sahabat DQ juga bisa mengikuti Bootcamp Data Analyst with Excel.


Penulis: Reyvan Maulid

Postingan Terkait

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini