TIKET DQGRATIS UNTUK KAMU!
Sesi Belajar Excel Basic hingga Visualisasi Data Sederhana bersama DQLab  
DAFTAR SEKARANG
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 18 Jam 12 Menit 13 Detik 

Implementasi Python IDE untuk Pembuatan Program

Belajar Data Science di Rumah 12-November-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/c0ca5c87435f738631bfe850b859c32a_x_Thumbnail800.png

Penggunaan Python sangat bermanfaat dalam membangun berbagai macam program baik desktop, smartphone, game, CLI, hingga analisis data science. Teman-teman yang sedang belajar Python pasti tahu bahwa library Python sangat banyak yang bisa digunakan. Pandas, Numpy, Matplotlib, PyGame, Kivy, dan masih banyak lainnya. Setiap library memiliki kegunaannya masing-masing. Dalam data science kamu akan sering menggunakan library diantaranya Pandas, Numpy, dan Matplotlib. Jadi, kamu bisa berlatih menggunakan ketiga library tersebut sampai mahir.


IDE (Integrated Development Environment) merupakan program komputer yang memiliki berbagai fasilitas yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi atau website. Setiap IDE memiliki teks editor untuk penulisan kode serta tools untuk melakukan kompilasi serta debugger untuk menunjukkan error yang mungkin terjadi pada program hingga yang lebih canggih untuk membangun Artificial Intelligence (AI). Sebelum menentukan IDE terbaik yang digunakan, kita perlu mengetahui perbedaan IDE dan code editor. Keduanya sama-sama berfungsi dalam pembangunan aplikasi. Singkatnya, code editor adalah program yang jauh lebih ringan sebagai wadah untuk menuliskan code. Beberapa code editor memiliki fungsi tambahan seperti terminal dan debugger. Nah, sekarang kita akan bahas perbedaan IDE Python yang digunakan untuk membangun program. Simak pembahasannya di bawah ini, yuk!


1. IDE Python untuk Pemula

Masih pemula dalam menggunakan Python? Kamu bisa memilih menggunakan IDLE. IDLE (Integrated Development and Learning Environment) dirilis oleh Guido Van Rossum pada bulan Desember 1998 untuk pengembangan Python. IDLE ini bersifat gratis dan berfungsi sangat baik di Windows, MacOS, dan UNIX. Dengan IDLE kita dapat menuliskan code pada code editor yang sederhana serta mudah digunakan dengan fungsi dasar yang dibutuhkan seperti auto-completion, syntax highlighting, smart indentation, dan lain-lain. Selanjutnya kita bisa men-debug dan menjalankan kode yang sudah dituliskan secara langsung. IDLE dapat digunakan dengan beberapa ekstensi dan memang lebih sedikit jumlahnya karena IDLE ditujukan untuk pemula. 


Baca juga : Yuk Cari Tahu Perbedaan Python R dan SQL


2. IDE untuk Komputasi Ilmiah

Bagi kamu yang perlu IDE untuk komputasi ilmiah, kamu bisa menggunakan Spyder. Spyder merupakan IDE open source dan cross-platform di bawah lisensi non copy-left. Spyder dibuat oleh Pierre Raybaut pada 2008 dan pada awalnya bernama Pydee. Kemudian sejak 2012, Python yang memelihara Spyder. Spyder dirancang untuk para analis data, perekayasa, dan ilmuwan di berbagai bidang. Spyder menggunakan kerangka kerja Qt yang ditulis dengan bahasa C++. Macam-macam package seperti Numpy dan Scipy sudah terintegrasi dengan Spyder, namun jika merasa kurang kamu bisa menambahkan fungsi-fungsi lainnya dengan add-on. 


3. IDE untuk Semua Kebutuhan

Mencari IDE yang punya banyak versi? Kamu bisa menggunakan Wing IDE. WIng dirilis untuk Linux pada tahun 2000. Saat ini Wing memiliki tiga versi yaitu Wing Pro, Wing Personal, dan Wing 101. Semua versi dapat digunakan di sistem operasi Windows, macOS, dan Linux. Wing Pro ditujukan untuk penggunaan profesional dan bersifat komersial. Kamu harus membayar sebesar US$179 per tahun per pengguna. Jika ingin menggunakan yang gratis kamu bisa pilih Wing IDE atau Wing 101. Wing 101 merupakan versi dasar dengan alat-alat dasar seperti code editor dasar, debugger dasar, dan fitur pencarian yang ditujukan untuk pemula. Pelajar yang menggunakan Wing Personal mendapatkan fitur editor tambahan dan beberapa alat manajemen proyek. Wing Pro dapat disebut sebagai IDE terbaik untuk debug kode Python karena memungkinkan pengguna melakukan proses debugging jarak jauh dan multi-threaded.


4. PyDev, IDE atau Bukan? 

Jika sedang mencari IDE terbaik, coba cari tahu tentang PyDev. Pada tahun 2001, salah satu tim IBM merilis Eclipse IDE yang memiliki keuntungan pada fitur ekstensibilitasnya. Sistem plug-in yang kuat memungkinkan membuat IDE secara kustom. PyDev termasuk bahasa yang masuk ke dalam daftar. Kamu dapat menggunakan Eclipse sebagai IDE Python secara gratis setelah install PyDev. PyDev tidak hanya mendukung Python tapi juga Jython dan IronPython. Kamu akan mendapatkan fitur auto-completion, syntax highlighting, smart indentation, dan sebagainya. Meski begitu, PyDev tidak memiliki banyak dokumentasi dan sulit untuk ditemukan ketika dibutuhkan.

 

Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


5. IDE atau Code Editor, Semua Tergantung Penggunanya

Bingung mau pakai yang mana? Baik Python IDE maupun code editor, semua punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing. IDE memiliki fitur yang lebih lengkap sedangkan code editor memang lebih ringan, namun beberapa fitur terbatas. IDE yang sudah dibahas diatas bisa menjadi pertimbangan kamu mau menggunakan yang mana. Kamu juga bisa coba menggunakan Jupyter. Belajar coding Python sekarang lebih mudah dengan modul gratis dari DQLab. Introduction to Data Science with Python bisa menjadi langkah awal kamu untuk belajar Python. Caranya mudah, kamu cukup sign up di DQLab.id dan nikmati modul gratisnya.



Penulis: Dita Kurniasari

Editor: Annissa Widya


Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!