Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS

Jenjang Karir Data Analyst di Industri Perbankan

Belajar Data Science di Rumah 06-Januari-2024
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3-longtail-kamis-03-2024-02-16-200808_x_Thumbnail800.jpg

Industri perbankan menjadi salah satu sektor bisnis yang membutuhkan banyak data analyst. Menariknya, profesi ini memiliki jenjang karir atau cakupan yang luas loh di bank. Artinya, setiap aspek keuangan pada perbankan membutuhkan data analyst untuk mengeksplorasi lebih lanjut insight yang didapatkan. Mulai dari untuk kebutuhan keuangan internal, hingga analisis investasi pihak eksternal atau klien.


Nah, dalam artikel kali ini akan dibahas macam-macam jenjang karir data analyst di sektor bank. Dengan memahaminya, kalian bisa memilih karir yang sesuai dengan minat sehingga persiapan skill bisa lebih spesifik ke profesi yang kalian inginkan. Penasaran apa sajakah itu? Langsung simak pada pembahasan berikut ini!


1. Financial Analyst

Data Analyst

Tugas utamanya meliputi pengumpulan, pemrosesan, dan analisis data keuangan yang berkaitan dengan kinerja perusahaan, seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Financial analyst menggunakan berbagai teknik statistik dan alat analisis data untuk mengidentifikasi tren, melakukan perbandingan benchmark, dan memprediksi kinerja keuangan masa depan. Mereka juga berkontribusi dalam menyusun anggaran, merencanakan investasi, dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan finansial bank.


Selain itu, financial analyst di bank sering terlibat dalam proyek-proyek khusus, seperti analisis risiko kredit, penilaian investasi, atau pengembangan model keuangan baru. Mereka harus memiliki kemampuan yang kuat dalam menggunakan software analisis data seperti Excel, SAS, atau R, dan bahkan diharapkan untuk memiliki pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip akuntansi dan keuangan.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


2. Credit Analyst

Data Analyst

Credit analyst di bank adalah profesional yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi risiko kredit nasabah, baik itu individu atau bisnis, untuk menentukan kemampuan mereka dalam membayar kembali pinjaman. Tugasnya meliputi pengumpulan dan analisis informasi keuangan, seperti laporan keuangan, riwayat kredit, dan data pasar untuk menilai kesehatan finansial dan kemampuan membayar hutang dari nasabah.


Mereka menggunakan berbagai alat dan teknik analitik untuk mengkalkulasi rasio keuangan, melakukan analisis tren, dan membuat proyeksi keuangan. Proses ini membantu bank dalam membuat keputusan penting tentang pemberian kredit, menetapkan batas kredit, dan menentukan tingkat suku bunga.


3. Risk Analyst

Data Analyst

Tugas utama mereka adalah mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengurangi risiko yang dapat mempengaruhi aset, pendapatan, atau kapabilitas operasional bank. Risk analyst mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk laporan keuangan, transaksi pasar, serta tren ekonomi dan politik, untuk mengidentifikasi potensi risiko dan dampaknya.


Risk analyst menggunakan model statistik dan teknik analisis data canggih untuk memprediksi probabilitas kerugian finansial dan mengukur tingkat risiko yang terkait dengan keputusan investasi atau kebijakan kredit bank. Mereka juga memantau indikator risiko secara terus-menerus dan menyarankan strategi mitigasi risiko untuk melindungi bank dari kerugian finansial.


Baca juga : Data Analyst vs Data Scientist, Yuk Kenali Perbedaannya


4. Investment Analyst

Data Analyst

Seorang investment analyst di bank adalah profesional yang bertugas melakukan analisis terhadap berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan aset lainnya untuk memberikan rekomendasi investasi. Tugas utamanya meliputi pengumpulan dan analisis data keuangan, penelitian pasar, dan evaluasi tren ekonomi untuk mengidentifikasi peluang investasi yang menguntungkan dan berisiko rendah.


Mereka menggunakan teknik analisis keuangan yang canggih, seperti analisis rasio, valuasi perusahaan, dan model prediktif, untuk menilai kinerja dan prospek investasi. Investment analyst juga sering kali melakukan studi mendalam terhadap perusahaan, termasuk analisis laporan keuangan, model bisnis, manajemen, dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kinerjanya, seperti kondisi industri dan faktor ekonomi makro.


Tentunya untuk bisa menapaki jenjang karir data analyst di atas, kalian perlu mempersiapkan kemampuan teknis yang matang terlebih dahulu. Mulai dari pemahaman bahasa pemrograman hingga merepresentasikan insight dalam bentuk yang mudah dipahami.


DQLab dapat menjadi solusi untuk platform belajar kalian. Banyak keunggulan yang DQLab miliki sehingga menjadikan proses pembelajaran kalian menyenangkan.

  • Modul pembelajaran yang lengkap dan mudah dipahami.

  • Terdiri dari materi dasar sampai beragam kasus untuk diselesaikan.

  • Dilengkapi Live Code Editor sehingga praktis untuk belajar coding tanpa aplikasi bantuan.

  • Ada modul gratis yang bisa dicoba untuk mengetahui metode pembelajaran di DQLab.

  • Belajar bersama dengan komunitas dan mentor yang suportif.


Bahkan modul di DQLab diintegrasikan dengan ChatGPT loh. Manfaatnya apa?

  • Membantu kalian menjelaskan lebih detail code yang sedang dipelajari

  • Membantu menemukan code yang salah atau tidak sesuai

  • Memberikan solusi atas problem yang dihadapi pada code

  • Membantu kalian belajar kapanpun dan dimanapun


Selain itu, DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Tunggu apa lagi, segera Sign Up dan buatkan jenjang karir data analyst kalian cemerlang dengan ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


Penulis : Dita Feby 

Editor : Annissa Widya

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login