PROMO 7.7! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 12 Bulan hanya 177K!

0 Hari 5 Jam 11 Menit 38 Detik

Kelebihan & Kekurangan Script Mode Python

Belajar Data Science di Rumah 17-Juni-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/kv-2-banner-longtail-selasa-01-2023-06-16-163851_x_Thumbnail800.jpg

Python menjadi bahasa pemrograman yang populer dengan didukung berbagai mode operasi. Salah satunya adalah mode skrip, dimana kode ditulis dalam file teks dan kemudian dijalankan secara keseluruhan. Mode ini memberikan kemampuan untuk menulis, menguji, dan debugging program. Serta memungkinkan kita untuk membangun aplikasi dan sistem.


Python dalam mode skrip memiliki beberapa kelebihan yang menjadikannya pilihan yang baik untuk berbagai tugas pemrograman. Namun tentu juga memiliki beberapa kekurangan yang mungkin membuatnya kurang cocok untuk beberapa situasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail kelebihan dan kekurangan dari menggunakan mode skrip Python, serta alternatif lain yang tersedia. Yuk simak baik-baik!


1. Apa Itu Script Mode Python

python

Sumber gambar: https://www.javatpoint.com


Mode skrip Python adalah cara kerja Python dimana kode yang ditulis dalam file teks (biasanya dengan ekstensi .py) dan kemudian file tersebut dijalankan. Metode ini berbeda dengan mode interaktif Python, dimana kita bisa menulis dan menjalankan kode secara langsung di interpreter Python. Berikut adalah cara kerja mode skrip di Python:

  • Buatlah file baru dengan ekstensi .py. Misalnya, kita membuat file myscript.py.

  • Buka file tersebut menggunakan text editor favorit anda (seperti Visual Studio Code, PyCharm, Notepad++, dll).

  • Tulislah kode Python anda di dalam file tersebut.

  • Simpanlah file tersebut.

  • Buka Terminal atau Command Prompt, lalu navigasikan ke direktori dimana file tersebut berada.

  • Jalankan kode tersebut dengan perintah python myscript.py.


Mode skrip ini sangat bermanfaat untuk menulis program yang kompleks atau panjang, serta dapat digunakan berulang kali. Dalam mode skrip, SahabatDQ juga bisa mendefinisikan fungsi, import modul, dan melakukan berbagai tugas lain yang mungkin sulit atau tidak praktis untuk dilakukan dalam mode interaktif.


Baca juga : Tips Coding Python Sederhana untuk Pemula


2. Kelebihan Script Mode Python

python

Script mode dalam Python memiliki berbagai kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang populer untuk pengembangan software. Berikut ini beberapa kelebihannya:

  • Kemudahan dalam pengujian dan debugging: Dengan script mode, kalian dapat menulis dan menguji bagian kode satu per satu. Jika ada bug atau kesalahan, SahabatDQ dapat dengan mudah mencari tahu bagian mana dari kode tersebut yang menyebabkan masalah dan kemudian memperbaikinya.

  • Penggunaan ulang kode: Kode yang ditulis dalam mode skrip dapat digunakan kembali. Kalian hanya perlu menulis kode sekali dan kemudian dapat menjalankannya kapan saja ketika Sahabat DQ membutuhkan. Kalian juga dapat menggunakan kode yang sama di dalam berbagai skrip yang berbeda.

  • Kemampuan untuk menulis program yang lebih kompleks: Mode skrip memungkinkan SahabatDQ untuk menulis program yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan yang dapat ditulis dalam mode interaktif. Kalian bisa mendefinisikan kelas, fungsi, dan melakukan operasi lain yang mungkin sulit atau tidak praktis untuk dilakukan dalam mode interaktif.

  • Paket dan modul: SahabatDQ dapat dengan mudah mengimpor paket dan modul yang ada di Python atau yang telah dibuat sendiri dalam mode skrip. Kalian juga dapat mengorganisir kode dalam struktur direktori yang rapi.


3. Kekurangan Script Mode Python

python

Meskipun mode skrip Python memiliki banyak kelebihan, ada juga beberapa kekurangan yang mungkin perlu dipertimbangkan:

  • Kurang cocok untuk eksplorasi data cepat: Jika kalian ingin melakukan eksplorasi data cepat atau percobaan singkat dengan beberapa baris kode, proses menulis dan menjalankan skrip bisa menjadi kurang efisien dibandingkan menggunakan mode interaktif atau notebook Jupyter.

  • Memerlukan pengetahuan tentang penanganan file dan direktori: Untuk menjalankan skrip Python, SahabatDQ harus tahu bagaimana cara menjalankan skrip dari baris perintah dan harus tahu bagaimana menavigasi sistem file dan direktori.

  • Debugging bisa menjadi lebih rumit: Meskipun Python memiliki alat debugging yang baik, debugging skrip Python yang lebih besar dan lebih kompleks bisa jadi lebih sulit dibandingkan dengan kode yang lebih pendek atau dijalankan dalam mode interaktif.

  • Kurang interaktif dengan pengguna: Skrip Python umumnya kurang interaktif daripada aplikasi web atau GUI. Meskipun kalian bisa membuat skrip yang meminta input dari pengguna, ini umumnya tidak sefleksibel seperti antarmuka pengguna grafis.


Baca juga : Array Python : Array VS List Serupa Namun Tak Sama, Yuk, Kenali Perbedaannya


4. Alternatif Mode Python Lainnya

python

Python menyediakan beberapa mode lain untuk menulis dan menjalankan kode Python, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan tertentu. Pertama, ada mode Interaktif. Ini adalah cara termudah untuk memulai dengan Python.


SahabatDQ bisa mengetikkan perintah Python langsung ke interpreter Python, dan perintah tersebut akan dijalankan segera. Mode interaktif ini sangat berguna untuk eksplorasi cepat, pembelajaran, dan eksperimen, tetapi tidak ideal untuk menulis program yang kompleks atau panjang.


Selanjutnya Jupyter Notebook. Jupyter notebook adalah tools yang sangat populer di kalangan data scientist dan peneliti, karena memungkinkan kalian untuk mencampur kode Python, teks, grafik, dan output lain dalam dokumen yang mudah dibaca dan dibagi. Jupyter notebook juga mendukung interaktivitas tinggi, seperti widget dan plot interaktif. 


Ada juga Integrated Development Environments (IDEs). Ada banyak IDE yang didesain khusus untuk Python, seperti PyCharm, Spyder, dan Visual Studio Code dengan ekstensi Python. IDEs ini memberikan banyak fitur yang memudahkan pengembangan perangkat lunak, seperti editor kode canggih, penyelesaian kode otomatis, alat debugging, dukungan untuk pengujian unit, integrasi dengan sistem kontrol versi seperti Git, dan banyak lagi.


Terakhir, Interactive Python (IPython). IPython adalah versi peningkatan dari shell Python standar yang menambahkan fitur-fitur seperti penyelesaian kode otomatis, penanganan error yang lebih baik, dan kemampuan untuk menjalankan perintah shell. IPython juga merupakan dasar dari Jupyter notebook.


Masih terdapat banyak mode operasi lainnya yang bisa diterapkan pada Python tergantung dari kondisi coding atau kebutuhannya. Nah, sehingga penting bagi kalian untuk memahami dasar-dasar Python agar tahu kebutuhan mode operasi yang sesuai dengan coding kalian, kan.



DQLab hadir untuk membantu proses belajar yang menyenangkan dan mudah diakses dari manapun. Selain itu, DQLab adalah platform belajar pertama yang terintegrasi dengan ChatGPT loh! Lalu manfaatnya apa?

  • Membantu kalian menjelaskan lebih detail code yang sedang dipelajari

  • Membantu menemukan code yang salah atau tidak sesuai

  • Memberikan solusi atas problem yang dihadapi pada code

  • Membantu kalian belajar kapanpun dan dimanapun


Selain itu, DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Tunggu apa lagi, segera Sign Up dan kembangkan kemampuan kalian menggunakan Python! 


Penulis : Dita Feby 

Editor : Annissa Widya  






Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login