LAST DAY PROMO 7.7! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 12 Bulan hanya 177K!
0 Hari 0 Jam 19 Menit 57 Detik

Kenali 4 Perbedaan SQL vs Postgresql

Belajar Data Science di Rumah 26-November-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3-longtail-jumat-06-2023-11-25-103435_x_Thumbnail800.jpg

SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengelola dan mengakses basis data relasional. SQL memiliki jenis basis data yang beragam, salah satunya yaitu PostgreSQL. PostgreSQL merupakan sistem manajemen basis data (DBMS) yang menggunakan SQL sebagai bahasa query dan manipulasi data.


PostgreSQL dikembangkan oleh PostgreSQL Global Development Group, sebuah komunitas pengembang yang aktif. Komunitas ini berkontribusi pada pengembangan, pemeliharaan, dan penyempurnaan PostgreSQL. Dalam banyak kasus, kueri SQL dikembangkan dan dapat dijalankan dalam PostgreSQL. 


Walaupun PostgreSQL memiliki keterkaitan dengan sistem basis data yang ada pada SQL, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam proses penggunaannya. Melalui pemahaman perbedaan ini, developer dan database administrator dapat membuat keputusan yang lebih informan saat memilih antara SQL dan PostgreSQL sesuai dengan kebutuhan proyek mereka.


Meskipun PostgreSQL menyusun banyak aspek dari SQL, tetapi terkadang ada variasi antara implementasi SQL yang digunakan oleh DBMS yang berbeda. So, apa saja perbedaan di antara keduanya? Kita akan cari tahu lebih dalam melalui postingan berikut ini sahabat DQLab!


1. Lisensi dan Sifat Open-Source

SQL sendiri adalah sekumpulan aturan dan standar yang digunakan untuk mengakses dan mengelola basis data. Tidak ada implementasi SQL tunggal yang dapat disebut sebagai produk. Sebagai standar, SQL dapat diimplementasikan oleh berbagai sistem manajemen basis data.


PostgreSQL adalah salah satu implementasi dari SQL dan diimplementasikan sebagai sistem manajemen basis data open-source. Salah satu perbedaan utama adalah bahwa PostgreSQL bersifat open-source, yang berarti dapat diunduh, digunakan, dan dimodifikasi secara gratis oleh siapa saja.


SQL

Sumber Gambar: Devart


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


2. Ekstensi dan Fungsi Khusus

SQL menyediakan sederetan perintah standar yang dikenal sebagai CRUD (Create, Read, Delete, Update) untuk mengelola basis data. Namun, fitur tambahan dan ekstensi tidak selalu ada dalam seluruh implementasi SQL.


Sedangkan, PostgreSQL menonjol karena menyediakan berbagai ekstensi dan fungsi khusus yang tidak selalu ditemukan dalam implementasi SQL lainnya. Dengan dukungan untuk pengindeksan penuh teks, geospasial, dan bahkan pemrograman fungsi tersimpan dalam beberapa bahasa, PostgreSQL memberikan fleksibilitas tambahan kepada pengembang.


3. Tipe Data

Jenis data yang didukung oleh SQL bersifat umum dan mencakup integer, float, string, dan lainnya. Namun, implementasi SQL dapat memiliki batasan pada jenis data tertentu. PostgreSQL memiliki jenis data yang lebih kaya dan mendukung tipe data yang lebih khusus, seperti array, hstore (sejenis penyimpanan key-value), dan UUID. Hal ini memungkinkan pengembang untuk menggambarkan data dengan lebih presisi sesuai kebutuhan aplikasi.


SQL

Sumber Gambar: Hackolade


Baca juga : Catat! Ini 3 Keuntungan Belajar SQL dalam Mengolah Data


4. Concurrency Control

Sistem manajemen basis data SQL dapat memiliki strategi yang berbeda dalam mengelola kontrol konkurensi untuk menghindari konflik ketika beberapa transaksi mengakses data secara bersamaan. PostgreSQL menggunakan model multiversion concurrency control (MVCC) yang memungkinkan transaksi untuk berjalan bersamaan tanpa menghalangi satu sama lain. Ini dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan tingkat isolasi transaksi yang tinggi.


Setelah kamu memahami perbedaan antara keduanya, kini jadi tidak bingung lagi kan soal kapan menggunakan SQL dan PostgreSQL. Bingung mulai belajar darimana? DQLab adalah jawabannya.


Modul ajarnya lengkap dan bervariasi. Dilengkapi studi kasus yang membantu kalian belajar memecahkan masalah dari berbagai industri. Bahkan diintegrasikan dengan ChatGPT. Manfaatnya apa?


  • Membantu kalian menjelaskan lebih detail code yang sedang dipelajari

  • Membantu menemukan code yang salah atau tidak sesuai

  • Memberikan solusi atas problem yang dihadapi pada code

  • Membantu kalian belajar kapanpun dan dimanapun


Selain itu, DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Tunggu apa lagi, segera Sign Up dan asah kemampuan kalian dalam menggunakan SQL! 


Penulis: Reyvan Maulid


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login