[LAST DAY] MAU PUNYA SKILL DATA SCIENCE YANG AMAYZING?
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 150K  | Pakai Kode: AMAYZING
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 1 Jam 23 Menit 6 Detik 

Kenali Kelebihan dan Contoh Data Sekunder, Yuk!

Belajar Data Science di Rumah 21-September-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/5e19010942fb6790784bd3b0bd3c872a_x_Thumbnail800.jpg

Untuk menghasilkan keputusan yang subjektif, tentu praktisi data harus menggunakan landasan analisis yang kuat. Data menjadi sumber utama yang akan dianalisis untuk menghasilkan kesimpulan dan informasi yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Sumber data terbagi menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti di lapangan, sehingga datanya merupakan data terupdate. Sementara data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan atau digunakan untuk penelitian sebelumnya.

Antara data primer dan data sekunder tidak ada yang menjadi jenis data yang paling baik karena keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Tidak jarang juga dalam penelitian kedua jenis data ini akan digunakan secara bersamaan untuk melengkapi satu sama lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai kelemahan yang dimiliki oleh data sekunder serta contoh dari data sekunder tersebut. Penasaran kan? Yuk, simak artikelnya!


1. Menghemat Biaya

Kelebihan pertama yang dimiliki oleh data sekunder adalah dapat menghemat biaya. Biaya yang digunakan untuk mendapatkan data sekunder sangatlah rendah, bahkan untuk beberapa data sekunder bisa didapatkan secara gratis. Berbeda dengan penelitian primer di mana kita harus merancang dan melakukan seluruh proses studi utama dari awal, penelitian sekunder memungkinkan kita mengumpulkan data tanpa harus mengeluarkan uang sedikit pun.


Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder, Apa Saja Sumber Data yang Bisa Digunakan?


2. Dapat Dikumpulkan dalam Waktu Singkat

Kelebihan selanjutnya adalah data sekunder dapat dikumpulkan dalam waktu yang singkat karena peneliti hanya perlu mengambil data dari penelitian sebelumnya. Tentu saja ini akan berbeda dengan data primer yang membutuhkan waktu lama karena harus mengumpulkan data secara langsung ke lapangan. Terlebih jika data sekunder yang akan diambil adalah data yang diambil di website, biasanya hanya akan membutuhkan waktu dalam hitungan menit.


3. Diakses dengan Lebih Mudah

Data sekunder bisa diakses dengan jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan data primer. Untuk mendapatkan data primer, peneliti terkadang perlu mengurus perizinan yang memakan banyak waktu dan juga banyak tahapan proses. Sementara untuk data sekunder khususnya data yang berada di internet bisa didapatkan dalam satu kali browsing. Perkembangan teknologi khususnya internet membuat segala informasi bisa didapatkan dengan lebih mudah.


4. Contoh Data Sekunder

Kemudahan data sekunder membuat data ini menjadi banyak dipilih sebagai sumber data dalam penelitian. Umumnya data ini akan dijadikan sebagai data tambahan dan pelengkap dari data primer yang telah ada. Contoh data sekunder yang banyak digunakan adalah data kependudukan, data ekspor impor, dll yang ada di BPS, data pergerakan saham yang di Yahoo Finance, data pasien yang bisa didapatkan dari rumah sakit, data yang digunakan dalam penelitian yang telah dipublikasikan, dan masih banyak lagi.


Baca juga : Metode Pengumpulan Data Sekunder, Bisa Menggunakan Apa Saja Sih?


5. Ingin Menambah Pemahamanmu Tentang Data? Yuk, Belajar di DQLab!

Setelah mengetahui kelebihan dan contoh dari data sekunder, mungkin kamu tertarik untuk menambah pemahamanmu akan data. DQLab bisa menjadi pilihan tempat belajar yang tepat. Nah, DQLab sendiri merupakan lembaga kursus khusus untuk bidang Data Science yang dilakukan secara online. Yuk, tunggu apalagi, buruan daftar di DQLab dan nikmati semua modul yang ada!



Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri


Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!