[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 18 Jam 0 Menit 38 Detik 

Kenali Metode Pengumpulan Data Analisis Kualitatif untuk Market Research

Belajar Data Science di Rumah 06-Oktober-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/431012301dee6228f57ba0a13971962d_x_Thumbnail800.png

Sesuai dengan namanya, analisis data kualitatif berkaitan dengan kualitas, bukan jumlah respon yang kita kumpulkan melalui market research atau riset pasar. Analisis ini menggunakan data subyektif yang dikumpulkan secara rinci untuk membantu kita memahami bagaimana pola pikir pelanggan dan identifikasi cara pelanggan berinteraksi dengan produk dan layanan kita. Selain itu, analisis data kualitatif juga dapat membantu kita untuk memahami bagaimana permintaan pasar sehingga kita bisa mengatur strategi untuk mendapatkan target pasar yang sesuai. Pada market research, analisis ini juga bisa digunakan untuk mengetahui bagaimana preferensi pelanggan terhadap produk atau layanan kita sehingga kita bisa meningkatkan atau mencari inovasi baru terkait produk atau layanan yang kita tawarkan.


Analisis data kualitatif bekerja dengan berbagai kumpulan data sehingga output yang dihasilkan dapat membantu kita untuk mempelajari pesaing dan menemukan strategi untuk ‘mengalahkannya’. Sebagian besar data yang digunakan untuk analisis kualitatif merupakan data primer yang diambil langsung dari responden. Hal ini bertujuan agar hasil yang didapatkan lebih akurat karena responden yang terlibat berhubungan langsung dengan produk atau layanan yang kita tawarkan. Pada artikel kali ini, kita akan membahas beberapa metode pengumpulan data dalam analisis kualitatif yang banyak digunakan pada market research. Penasaran apa saja metode-metode tersebut? Let’s get started!


1. Metode Survei

Survei sangat identik dengan analisis kuantitatif karena seringnya berisi pertanyaan yang menghasilkan tanggapan numerik. Namun metode pengumpulan data ini ternyata juga banyak digunakan untuk analisis kualitatif. Untuk analisis kualitatif, kita dapat menambahkan pertanyaan yang berisi jawaban terbuka seperti alasan mengapa memberikan nilai puas pada suatu pelayanan. Untuk mengambil data menggunakan metode survei, kita memerlukan form pertanyaan atau kuesioner yang bisa diisi langsung oleh responden. Di era modern, penyebaran kuesioner tidak harus berupa fisik, kita bisa mengirimkan link yang berisi e-kuesioner yang bisa diakses melalui smartphone, laptop, PC, maupun tablet. Dengan e-sertifikat ini, proses rekap hasil kuesioner menjadi lebih mudah karena sudah disediakan oleh platform e-kuesioner yang digunakan.


Baca juga : Analisis Data Adalah: Mengenal Pengertian, Jenis, Dan Prosedur Analisis Data


2. Metode One-on-One Interview

One-on-one interview merupakan dasar dari analisis data kualitatif. Interview individu dapat dilakukan secara langsung, melalui telepon, atau video conference. Trik agar mendapatkan banyak informasi dari responden adalah kita harus bisa memecahkan rasa canggung sehingga responden lebih leluasa untuk menjawab setiap pertanyaan yang kita ajukan. Salah satu caranya adalah jangan langsung bertanya mengenai produk atau layanan kita, tetapi didahului dengan pertanyaan basa-basi seperti bertanya kabar dan kegiatan sehari-hari mereka. Selain itu, kita harus menghindari pertanyaan yang menyebabkan responden menjawab secara bias. Oleh karena itu, sebelum melakukan wawancara, kita harus mereview pertanyaan yang akan kita ajukan.


3. Metode Focus Group Discussion

Teknik Focus Group Discussion adalah kita mengundang sekelompok orang untuk berdiskusi mengenai produk atau layanan kita yang difasilitasi oleh moderator. Biasanya, suasana FGD adalah suasana casual yang mencerminkan percakapan alami yang terjadi diantara teman. Dalam forum ini, tugas kita adalah membuat catatan yang berisi tanggapan-tanggapan responden yang sedang berdiskusi. Dalam FGD kita harus membangun perasaan aman pada pelanggan agar bisa mengekspresikan pendapat mereka dengan leluasa. Oleh karena itu, kita harus memastikan semua peserta mematuhi pedoman dan mengedepankan toleransi.


4. Metode Observasi

Metode terakhir adalah metode observasi. Metode ini dilakukan secara diam-diam dan responden tidak perlu mengetahui jika mereka sedang diperhatikan oleh seseorang. Metode ini mirip dengan spying dimana kita menilai bagaimana pendapat atau tingkah laku seorang pelanggan terhadap produk atau layanan tanpa bertanya kepada mereka. Metode observasi ini memiliki dua output yang sangat kontras, yaitu output yang sangat jujur atau output yang bias jika observasi tidak dilakukan secara keseluruhan. Oleh karena itu, untuk mengobservasi satu responden biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.


Baca juga : Big Data Analytics dan Kegunaanya untuk Perkembangan Bisnismu


5. Belajar Tools Pengolahan Data Kualitatif di Era Big Data

Di era big data, penggunaan data kualitatif terus meningkat, terutama untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap suatu produk atau layanan di sosial media. Untuk menganalisis data tersebut, diperlukan tools yang tidak sembarangan karena tools tersebut harus mengolah data yang volume besar. Contoh tools yang banyak digunakan untuk analisis sentiment analysis adalah R dan Python. Kedua bahasa pemrograman ini merupakan bahasa pemrograman powerful paling populer dan paling banyak digunakan di era big data. Yuk berkenalan dengan kedua bahasa pemrograman ini bersama DQLab! Klik button di bawah ini untuk mengakses modul dan program belajar DQLab sebagai bekal untuk masuk ke era big data.



Penulis: Galuh Nurvinda K

Editor: Annissa Widya Davita

Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!