PROMO PAYDAY! SERBU PAKET DATA SCIENCE 3 BULAN CUMA 100K!
Diskon Spesial 95% Belajar Data Science Bersertifikat
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 21 Jam 46 Menit 40 Detik 

Kenali Struktur Branch IF Python untuk NON IT

Belajar Data Science di Rumah 03-November-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/0b05216c00aad9c55b57ea9e5851a08e_x_Thumbnail800.jpg

Python merupakan bahasa pemrograman yang saat ini paling diminati oleh pengguna. Python digunakan karena bahasa ini termasuk salah satu bahasa pemrograman yang terbilang cukup fleksibel untuk mengerjakan berbagai pekerjaan, termasuk yang berhubungan dengan Data Science. Salah satu fungsi yang sering digunakan adalah fungsi percabangan atau branch.


Fungsi percabangan pada Python berhubungan dengan statement logika, seperti If, If Elif, If Else, dan sebagainya. Meskipun terlihat sederhana dan tidak begitu penting, fungsi ini termasuk salah satu fungsi yang cukup krusial sehingga harus dikuasai termasuk oleh pemula sekalipun. 


Namun fungsi percabangan penting untuk dipelajari ketika sedang belajar Python, karena dapat digunakan untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi saat jalannya program dan menentukan tindakan apa yang akan diambil sesuai dengan kondisi.


Nah, artikel ini akan membahas struktur branch atau percabangan yang digunakan pada Python. Yuk, simak pembahasannya bersama dibawah ini!


1. Apa Itu Struktur Branch pada Python?

Pada bahasa pemrograman Python maupun bahasa pemrograman lainnya, struktur branch atau sering disebut percabangan bukanlah hal yang asing. Ketika membuat program dasar maupun lanjutan, seringkali kita dituntut untuk menggunakan percabangan. Pentingnya memahami percabangan tentunya akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan program.


Pada percabangan ini kita dituntut untuk melatih logika berpikir kita dikarenakan program akan mengeksekusi sesuai dengan logika atau kondisi yang kita berikan. Jika diumpamakan pada flowchart atau diagram alir, percabangan ini menggunakan logika “Jika -> Maka”.


Konsepnya sederhana: kita menginstruksikan komputer untuk melakukan suatu aksi tertentu (X), hanya jika suatu kondisi Y terpenuhi. Atau, kita memerintahkan komputer untuk melakukan aksi tertentu (A) jika suatu kondisi tidak terpenuhi. Contohnya seperti berikut:

  • Jika nilai siswa lebih dari atau sama dengan 90, maka dia dapat predikat A.

  • Jika nilai siswa lebih dari atau sama dengan 80, maka dia dapat predikat B.

  • Jika nilai siswa lebih dari atau sama dengan 40, maka dia dapat predikat C.


Dalam bahasa pemrograman Python, jenis syntax atau statement yang digunakan untuk melakukan percabangan meliputi:

python


Baca juga: Dasar Coding Python dengan Fitur Live Code DQLab


2. Struktur Branch If pada Python

Struktur branch if merupakan hal mendasar dalam percabangan Python. Pada kondisi if, digunakan untuk mengeksekusi sesuai kondisi yang terjadi. if merupakan kondisi utama dengan struktur sebagai berikut:

            if kondisi:
             statements()

Pada kondisi diisi dengan variabel atau nilai. Jika kondisi bernilai benar, maka statements() akan dieksekusi oleh sistem. Jika kondisi if tidak bernilai benar, maka statements() pun tidak memberikan output apa-apa.


Yang perlu diingat adalah branch if pada Python bersifat case sensitive sehingga penulisan if harus menggunakan huruf kecil. Selain itu, perlu diperhatikan juga penulisan variabel yang akan digunakan dalam kondisi branch if karena huruf kapital dan non kapital sangat berpengaruh.


Berikut adalah operator yang bisa digunakan pada struktur branch if di Python:

python

Dibawah ini adalah contoh penggunaan kondisi if pada Python:

python 


Pada variabel belanja kita menggunakan input yang dikonversi menjadi integer, karena input itu berupa string, maka tidak bisa dilakukan operasi aritmatika. Misalkan, kamu belanja dengan total lebih dari 50000, maka program akan menjalankan kode yang ada di dalam blok if, yaitu menghitung diskon dan mengurangi jumlah belanja dengan diskon yang didapat.


Maka output yang dihasilkan adalah seperti gambar di atas. Jika total belanja kurang dari 50000, maka program tidak dieksekusi dan langsung mengeksekusi baris kode diluar if yaitu, print(‘Terimakasih sudah belanja’).


3. Struktur Branch If/Else pada Python

Jika pada bagian sebelumnya telah dikenalkan mengenai fungsi if, maka fungsi kelanjutannya adalah branch if/else. Pada branch if/else tidak hanya mengeksekusi kondisi jika bernilai benar saja, akan tetapi juga mengeksekusi kondisi jika bernilai salah.


Penerapannya dalam pengkondisian antara lain, pernyataan yang bernilai benar akan dieksekusi sesuai statement yang ada pada kode dalam 'if', sedangkan pernyataan yang bernilai salah akan dieksekusi sesuai statement yang ada pada kode dalam 'else'.


Sintaksnya adalah seperti berikut:

if tes kondisi:
    blok pernyataan if
else:
    blok pernyataan else


Berikut merupakan contoh penerapan struktur percabangan If/else:


4. Struktur Branch If/Elif/Else

Struktur branch elif merupakan pengembangan dari pengkondisian if else. Perbedaan yang paling mencolok adalah jika dalam kondisi else hanya bisa mengeluarkan satu pilihan atau output, pada kondisi elif bisa mengeluarkan lebih dari satu pilihan.


Pada percabangan, output yang dikeluarkan akan sesuai dengan kondisi yang telah dibuat. Begitu pula dalam elif pada Python, karena pilihan output yang diberikan banyak maka output yang keluar pun tetap akan mengikuti kondisi atau statement yang telah kita pilih sebelumnya.


Dibawah ini adalah sintaks branch elif pada Python:

if tes kondisi:
    blok pernyataan if
elif tes kondisi:
    blok pernyataan elif
else:
    blok pernyataan else


Berikut contoh kode program penggunaan kondisi elif di bawah ini:

python


Pada contoh di atas, jika program dijalankan maka jika nilai yang diinputkan sesuai dengan salah satu kondisi yang ada walaupun sesuai dengan kondisi yang lain namun akan dieksekusi yang lebih tepat. Misalnya pada nilai lebih dari 100 ribu maka string yang akan dicetak hanya "Bonus Hampers Lebaran" tidak dengan string lain walaupun bernilai benar juga. Dan jika bernilai salah maka akan mencetak string "Tidak ada Bonus".


Baca juga: Belajar Python: Mengenal Array pada Bahasa Pemrograman Python



Mempelajari kondisi percabangan merupakan hal wajib bagi semua pemrogram karena banyak diterapkan dalam mengolah data dan membuat berbagai macam program web, desktop, maupun mobile. Seorang pemrogram harus memahami penggunaan percabangan dalam program yang dibuat agar program berjalan sesuai yang diharapkan.


Tentu hal ini tidak bisa dipelajari secara instan melainkan harus secara bertahap agar benar-benar memahami materinya. Untuk kalian yang sama sekali belum mengerti mengenai bahasa pemrograman Python, kalian bisa mulai belajar secara online di DQLab.


DQLab menyediakan materi berupa modul dan bisa langsung dipelajari secara live code. Caranya cukup mudah loh, yaitu langsung Sign Up di DQLab.id dan nikmati modul gratis DQLab!


Penulis: Salsabila MR

Editor: Annisa Widya Davita


Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :