Kenapa HR Lebih Memilih Kandidat yang Bisa Excel?
Kemampuan menggunakan Excel masih menjadi salah satu skill paling dicari di dunia kerja. Situs LambHam melaporkan bahwa Excel muncul sekitar 531.000 job posting yang bahkan melampaui beberapa skill teknologi populer lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan kemampuan dasar pengolahan data tetap tinggi.
Fenomena ini juga mencerminkan bahwa perusahaan tidak hanya mencari kandidat yang canggih, tetapi juga siap bekerja secara praktis. HR biasanya lebih mempertimbangkan kandidat yang bisa langsung beradaptasi dengan kebutuhan operasional. Excel menjadi indikator sederhana dan kuat untuk menilai kesiapan tersebut. Berikut adalah beberapa alasan mengapa HR lebih memilih kandidat yang bisa Excel. Ayo, simak penjelasan berikut sahabat DQLab!
1. Skill yang Paling Banyak Dibutuhkan di Dunia Kerja
Berdasarkan laporan GoSkills Upskilling Forecast: What’s Ahead for 2025–2027, sebanyak 29 persen pengambil keputusan di bidang Learning & Development (L&D) menyebut Excel sebagai skill yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa Excel masih menjadi kompetensi inti yang relevan di dunia kerja modern. Tidak hanya itu, studi dari Capital One dan Burning Glass Technologies juga menunjukkan bahwa kemampuan Excel dibutuhkan pada sekitar 83 persen pekerjaan administratif dan clerical, serta menjadi keterampilan penting di berbagai bidang seperti engineering, finance, dan manajemen.
Dari perspektif HR, tingginya kebutuhan ini membuat Excel menjadi parameter awal dalam proses seleksi kandidat. Kandidat yang menguasai Excel dianggap lebih siap untuk langsung berkontribusi tanpa membutuhkan banyak pelatihan tambahan. Hal ini tentu menghemat waktu dan biaya perusahaan dalam proses onboarding. Tidak heran jika Excel sering kali menjadi syarat dasar dalam berbagai posisi pekerjaan, bahkan untuk level entry-level sekalipun.
Baca juga: Bootcamp Data Analyst with Excel
2. Hampir Semua Pekerjaan Butuh Skill Digital
Perkembangan dunia kerja saat ini menunjukkan bahwa digitalisasi telah menyentuh hampir semua sektor industri. Sebuah riset dari National Skills Coalition tahun 2023 menyebutkan bahwa sekitar 92 persen pekerjaan membutuhkan skill digital dalam berbagai bentuk. Excel menjadi salah satu representasi paling dasar dari kemampuan digital tersebut karena digunakan untuk mengolah dan menganalisis data. Dengan kata lain, menguasai Excel berarti sudah memenuhi sebagian besar kebutuhan dasar skill digital.
Bagi HR, kondisi ini menjadi pertimbangan penting dalam memilih kandidat. Kandidat yang tidak memiliki kemampuan Excel dianggap berisiko karena membutuhkan pelatihan tambahan sebelum bisa bekerja secara efektif. Sebaliknya, kandidat yang sudah menguasai Excel dinilai lebih siap untuk langsung masuk ke dalam sistem kerja perusahaan. Hal ini menjadikan Excel sebagai “tiket masuk” dalam banyak peluang kerja saat ini.
3. Excel Jadi Bahasa Universal di Perusahaan
Di dalam perusahaan, Excel sering digunakan oleh berbagai divisi mulai dari keuangan, pemasaran, hingga sumber daya manusia. Fungsinya yang fleksibel membuat Excel mampu digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pengolahan data, pelaporan, hingga analisis sederhana. Tidak banyak tools lain yang memiliki tingkat adaptabilitas seperti ini. Inilah yang membuat Excel tetap relevan meskipun banyak software baru bermunculan.
Karena digunakan secara luas, Excel bisa dianggap sebagai “bahasa universal” di lingkungan kerja. HR cenderung memilih kandidat yang sudah familiar dengan bahasa ini karena proses adaptasinya akan lebih cepat. Kandidat tidak perlu mempelajari sistem dari nol karena dasar penggunaannya sudah dimiliki. Dengan demikian, produktivitas kerja bisa langsung tercapai dalam waktu yang lebih singkat.
Baca juga: Belajar Fungsi Tanggal & Waktu di Excel
4. HR Butuh Kandidat yang Bisa Mengolah Data
Dalam praktiknya, dunia kerja tidak hanya menuntut pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan untuk mengolah data secara nyata. Excel memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai proses seperti data cleaning, perhitungan, hingga visualisasi sederhana. Bahkan dalam bidang analisis data, Excel masih muncul di sekitar 41 persen job posting sebagai skill yang dibutuhkan menurut Linkedin. Angka ini menunjukkan bahwa Excel tetap memiliki peran penting meskipun ada banyak tools analitik lainnya.
Bagi HR, kemampuan ini menjadi indikator bahwa kandidat mampu bekerja secara praktis dan efisien. Kandidat yang hanya memahami teori tanpa kemampuan teknis sering kali dianggap kurang siap untuk menghadapi tantangan pekerjaan. Sebaliknya, kandidat yang mampu menggunakan Excel dinilai memiliki keunggulan dalam menyelesaikan tugas berbasis data. Hal ini membuat Excel menjadi salah satu alat ukur kemampuan kerja yang konkret.
5. Skill Excel Menunjukkan Problem-Solving Ability
Kemampuan menggunakan Excel tidak hanya berkaitan dengan penguasaan rumus atau fitur tertentu. Lebih dari itu, Excel melatih cara berpikir logis, sistematis, dan berbasis data. Pengguna Excel yang baik biasanya terbiasa menyusun informasi secara rapi dan mencari solusi dari permasalahan yang ada. Ini adalah kualitas yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern.
HR sering melihat kemampuan ini sebagai indikator problem-solving ability seorang kandidat. Kandidat yang mampu menggunakan Excel dengan baik cenderung lebih teliti dan analitis dalam bekerja. Mereka juga lebih mudah dalam mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi yang tepat. Oleh karena itu, Excel tidak hanya dilihat sebagai skill teknis, tetapi juga sebagai representasi pola pikir yang dibutuhkan perusahaan.
Secara keseluruhan, tingginya kebutuhan terhadap skill Excel menunjukkan bahwa kemampuan ini masih sangat relevan di dunia kerja saat ini. HR tidak hanya melihat Excel sebagai alat kerja, tetapi juga sebagai indikator kesiapan dan kemampuan kandidat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Oleh karena itu, bagi siapa pun yang ingin meningkatkan peluang kerja, belajar Excel merupakan langkah strategis yang tidak boleh dilewatkan. Skill ini tidak hanya membantu dalam proses rekrutmen, tetapi juga dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
FAQ
1. Apakah Excel saja cukup untuk dapat kerja?
Tidak selalu. Excel adalah dasar, tapi akan lebih kuat jika dikombinasikan dengan skill lain seperti SQL, data visualization, atau komunikasi.
2. Skill Excel apa yang paling dicari HR?
Pivot Table, VLOOKUP/XLOOKUP, data cleaning, dan basic dashboard.
3. Apakah Excel masih relevan di era AI?
Ya. Bahkan data menunjukkan Excel tetap lebih sering muncul di lowongan kerja dibanding skill AI.
Gimana, sudah siap menghadapi sertifikasi Excel dari DQLab? Jangan lupa, persiapan yang matang adalah kunci utama untuk sukses. Jika kamu merasa butuh bantuan lebih dalam belajar Excel, DQLab siap membimbingmu dengan kursus interaktif yang bikin belajar jadi lebih menyenangkan.
DQLab adalah solusi buat kamu yang ingin self learning tapi takut overdosis informasi. Kamu bisa belajar materi dasar hingga kompleks meskipun kamu ngga punya basic IT, lho. Disini kamu akan belajar skill data science mulai dari tools-tools pengolahan data dasar seperti excel secara online tanpa perlu keluar rumah.
Jadi, jangan khawatir, kamu bisa mulai kursus data science online bersama DQLab! Sign up sekarang di DQLab.id atau klik button dibawah ini untuk nikmati pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan! Sahabat DQ juga bisa mengikuti Bootcamp Data Analyst with Excel.
Penulis: Reyvan Maulid
Postingan Terkait
Menangkan Kompetisi Bisnis dengan Machine Learning
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
