[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 15 Jam 21 Menit 16 Detik 

Keuntungan Mempelajari Bahasa Pemrograman Python untuk Data Science

Belajar Data Science di Rumah 02-November-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/7b3a4e85d3e864bb3760abb4d95b8c20_x_Thumbnail800.png

Apa sih pentingnya data science? Dengan semakin gencarnya pembahasan mengenai data science, mungkin pertanyaan tersebut muncul di benak teman-teman. Mulai tahun 2020 data science mulai populer diimplementasikan untuk mendukung proses pengolahan big data serta pengembangan machine learning. Tanpa disadari sekarang kita sudah memasuki era digital dimana hampir seluruh aktivitas menggunakan teknologi informasi. Ada banyak alasan yang menjadikan data science dipakai di berbagai perusahaan, salah satunya adalah untuk memberikan pengalaman menarik bagi user atau customer. Pernahkah kamu mencoba fitur untuk menunjukkan produk apa yang cocok dengan merekam wajah dan mengisikan riwayat kulit di website yang menawarkan produk kecantikan tersebut. Ini termasuk contoh AI.


Bagaimana program atau aplikasi tersebut dibuat? Nah, untuk membangun program atau aplikasi dibutuhkan tenaga ahli seperti software development atau praktisi data. Praktisi data biasanya juga bertugas membuat dashboard untuk mengolah dan menginterpretasikan data perusahaan. Developer dan praktisi data menggunakan tools-tools yang memudahkan mereka melakukan pekerjaannya. Salah satunya yang paling populer adalah bahasa pemrograman Python. Bahasa pemrograman ini dapat dijalankan dengan beberapa IDE atau code editors. Sepenting apa sih Python hingga direkomendasikan untuk dipelajari praktisi data? Simak alasan dan keuntungannya disini, yuk!


1. Mudah Dipelajari dan Dipahami

Bahasa pemrograman Python disebut sebagai bahasa yang mudah dipelajari dan dipahami bahkan oleh pemula. Mengapa? Struktur bahasa yang digunakan Python lebih ringkas dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya. Python merupakan bahasa tingkat tinggi yang fokus pada keterbacaan kode dan penulisan sintaks yang lebih mudah. Hal ini menjadi keuntungan bagi developer untuk lebih fokus pada pengembangan programnya. Penggunaan Python juga didukung oleh package yang bermacam-macam serta komunitas besar sebagai wadah diskusi antar pengguna Python. Jika kamu tertarik menjadi Data Scientist, umumnya skill yang wajib dikuasai adalah Python. 


Baca juga : Belajar Data Science Secara Otodidak? Berikut langkah-langkahnya!


2. Software Open Source dan Cross Platform

Selain mudah dipelajari dan dipahami, Python ini bersifat gratis. Yup, Python bersifat open source yang artinya bisa digunakan oleh siapa saja untuk pengembangan program secara gratis. Python berjalan diatas IDE dan bisa juga dengan code editors. Beberapa diantaranya yaitu IDLE, Jupyter, Spyder, Rodeo, dan Visual Studio Code. IDE dan code editors dapat diinstall dan digunakan di berbagai sistem operasi. Inilah yang disebut cross platform. Python bisa berjalan di Windows, MacOS, Linux, dan lainnya. Kamu bisa mendownload file instalasinya di website resmi Python yaitu python.org. Download file instalasi sesuai sistem operasi yang terpasang di perangkatmu. Kemudian ikuti step by step hingga selesai. Proses instalasi Python hingga selesai tidak membutuhkan waktu yang lama. 


3. Mendukung IoT (Internet of Things)

Python bisa digunakan untuk membangun aplikasi berbasis website, mobile, desktop, hingga memvisualisasikan hasil pengolahan data. Selain itu, Python juga mendukung pengembangan IoT. Apa itu? IoT atau Internet of Things merupakan sistem yang saling terhubung dan dapat berkomunikasi melalui jaringan internet. Di Indonesia ini biasa disebut internet untuk segala. Mengapa semua benda harus terhubung? Misalnya saja handphone yang kita gunakan, dengan terhubung ke internet kita bisa dengan mudah bertukar pesan. Teknologi terkini memungkinkan pengguna melakukan aktivitas dengan memberikan perintah ke perangkat. Teman-teman pasti tahu smartwatch. Yup, perangkat ini bisa terhubung dengan smartphone. Kita bisa membalas pesan, merekam heart rate kita, menghitung jumlah langkah per hari, mengatur jadwal alarm, dan lain sebagainya. 


4. Banyak Digunakan di Berbagai Industri

Bahasa pemrograman Python banyak digunakan perusahaan dalam mengembangkan program. Baik perusahaan yang bergerak di bidang IT, kesehatan, retail, pertanian, perbankan, dan masih banyak industri lainnya. Python memiliki fleksibilitas yang tinggi saat digunakan untuk membuat aplikasi. Di bidang data sendiri Python sangat baik digunakan untuk mengolah dan menganalisis big data. Kamu pasti pernah mendengar atau menggunakan aplikasi Spotify. Aplikasi ini memanfaatkan Luigi yaitu modul Python yang disinkronkan dengan Hadoop. Hadoop merupakan framework berbasis Java yang memungkinkan pemrosesan data yang berukuran sangat besar. Luigi juga digunakan Spotify yang dikombinasikan dengan algoritma machine learning untuk menghidupkan fitur Radio dan Discover serta rekomendasi lagu atau orang yang ingin kamu ikuti. Di dunia perbankan, Python bisa digunakan untuk membangun sistem yang mampu mendeteksi anomali data atau fraud detection. 


Baca juga : Mulai Belajar Data Science GRATIS bersama DQLab selama 1 Bulan Sekarang!


5. Pelajari Berbagai Fungsi Python untuk Data Science

Dimana bisa belajar Python untuk implementasi data science? Jika kamu senang belajar otodidak, kamu bisa mempelajarinya dari berbagai sumber seperti blog, tutorial di youtube, atau buku-buku. Untuk pemula bisa juga belajar secara otodidak, tetapi mungkin ada saja teman-teman pemula yang bingung sebaiknya apa dulu yang dipelajari. Kamu bisa mengikuti kursus data science yang memiliki modul Python untuk data science. DQLab menyediakan modul tersebut secara gratis untuk kamu yang baru coba-coba mempelajari dan memahami data science. Kamu cukup melakukan Sign Up di DQLab.id kemudian pilih modul Introduction to Data Science with Python secara gratis. Selesaikan modul dan dapatkan sertifikat completion yang bisa kamu upload di media sosial milikmu sebagai pencapaian dalam belajar data science. Ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri buat recruiter, loh!


Penulis: Dita Kurniasari

Editor: Annissa Widya


Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!