PROMO PUNCAK LEBARAN DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan BERSERTIFIKAT hanya Rp 99K!

0 Hari 1 Jam 27 Menit 21 Detik

Kursus Belajar Data: Berkenalan dengan Analisis Big Data

Belajar Data Science di Rumah 24-Maret-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/181f3926f152753b0d5299c8175f19a1_x_Thumbnail800.jpg

Saat ini big data dan analisis data merupakan dua istilah yang sedang menjadi hot topics dalam dunia IT. Pada lima tahun kedepan, diperkirakan bahwa big data dan analisis data akan mempengaruhi perkembangan IT sebesar 26%. Saat ini mulai banyak dikembangkan teknologi analisis cloud untuk memastikan agar pengelolaan data terorganisir dengan baik sehingga organisasi atau perusahaan dapat mengakses data penting dan membuat keputusan tepat waktu. Big data merupakan kumpulan data yang jumlahnya sangat besar, memiliki percepatan pertumbuhan yang tinggi, dan bervariasi. Big data dibagi menjadi dua jenis, yaitu data terstruktur dan data tidak terstruktur. Data terstruktur merupakan data yang disimpan di dalam spreadsheet atau database relasional, biasanya didapat dari data hasil penjualan, produksi, distribusi, rantai pasok, dan lain sebagainya, sedangkan data tidak terstruktur merupakan data yang tidak beraturan yang biasanya bersumber dari sosial media. Beberapa contoh data tidak terstruktur adalah gambar, audio, video, dan lain sebagainya. Data tidak terstruktur perlu dikonversi menjadi data numerik agar dapat diolah menggunakan tools analisis data.

Big data memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Analisis big data merupakan hal krusial dalam sebuah bisnis, karena di era big data hampir semua keputusan yang diambil oleh stakeholder didasari pada analisis big data. Analisis big data adalah rangkaian proses mulai dari pengumpulan big data hingga analisis untuk menemukan informasi yang relevan dan berguna bagi keberlangsungan perusahaan. Informasi yang bisa dihasilkan dari analisis big data adalah korelasi antar variabel, pola, trend, dan unsur lainnya yang terkandung di dalam big data. Proses analisis ini merupakan proses yang rumit sehingga dibutuhkan seorang analis big data yang terampil dan terlatih agar hasil yang diperoleh akurat. Pada artikel kali ini, DQLab akan membahas seluk beluk big data analisis secara tuntas. Penasaran? Yuk simak artikel ini sampai selesai!

1. Tujuan Analisis Big Data

Pada dasarnya, analisis big data digunakan untuk mengungkap dan menganalisis data yang berguna seperti mengetahui trend dan pola yang tersembunyi sehingga perusahaan dapat membuat keputusan bisnis yang tepat dan lebih unggul dari kompetitornya. Tugas seorang analis big data atau biasa dikenal dengan big data analyst adalah mempelajari pasar dengan mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis, memvisualisasikan, dan mengkomunikasikan data untuk membantu stakeholder dalam mengambil keputusan. Beberapa kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang big data analyst adalah kemampuan data mining, mampu berfikir kritis dan logis, memiliki kemampuan komunikasi yang baik. kemampuan pemrograman, dan audit.

Baca juga : Awali Kursus Data Science Gratis Di Era Pandemi Bersama DQLab

2. Tools untuk Menganalisis Big Data

Tools analisis big data sedikit berbeda dengan tools analisis data biasa karena ukurannya yang terlalu besar, ada beberapa tools analisis data yang tidak mampu untuk menganalisis big data. Tools analisis big data pun bermacam-macam tergantung pada tugas yang ingin diselesaikan dan apa tujuan analisisnya. Oleh karena itu, seorang big data analyst harus mengikuti pelatihan khusus untuk mempelajari tools apa saja yang diperlukan sehingga dapat menangani proyek dengan baik. Beberapa tools big data analyst yang sering digunakan adalah MapReduce, Hive, Sqoop, Hadoop Frameworks, Impala, Pig, HBase, Apache Spark, HDFS, YARN, dan Flume.

3. Keuntungan Menggunakan Analisis Big Data

Beberapa keuntungan dari analisis big data adalah meminimalisir resiko, pengembangan dan inovasi produk, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Salah satu contoh meminimalisir resiko yang diaplikasikan oleh Banco de Oro, sebuah perusahaan perbankan di Filipina adalah menggunakan analisis big data untuk mengidentifikasi aktivitas penipuan. Perusahaan tersebut memanfaatkan analisis big data untuk mengurangi daftar penipu dan mengidentifikasi akar penyebab suatu masalah. Analisis big data telah digunakan oleh berbagai perusahaan besar, salah satunya adalah Rolls-Royce, salah satu produsen mesin jet terbesar untuk maskapai penerbangan dan angkatan bersenjata di seluruh dunia menggunakan analisis big data untuk menganalisis efisiensi desain mesin dan apakah desain tersebut perlu perbaikan atau tidak. Perusahaan lain yang menggunakan analisis big data adalah Starbucks. Perusahaan ini menggunakan analisis big data untuk membuat keputusan strategis, misalnya perusahaan memanfaatkan analisis big data untuk memutuskan apakah suatu lokasi cocok untuk outlet baru atau tidak. Beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan adalah populasi, demografi, aksesibilitas lokasi, dan lain sebagainya.

Baca juga : Kursus Data Science Jakarta: Tips Cermat Belajar Data Science bersama DQLab!

4. Yuk Mulai Belajar Menjadi Data Scientist Bersama DQLab!


Gunakan Kode Voucher "DQTRIAL", dan simak informasi di bawah ini mendapatkan 30 Hari FREE TRIAL:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Buka academy.dqlab.id dan pilih menu redeem voucher

  3. Redeem voucher "DQTRIAL" dan check menu my profile untuk melihat masa subscription yang sudah terakumulasi.

  4. Selamat, akun kamu sudah terupgrade, dan kamu bisa mulai Belajar Data Science GRATIS 1 bulan.


    Penulis : Galuh Nurvinda

    Editor : Annissa Widya Davita


      Mulai Karier
      sebagai Praktisi
      Data Bersama
      DQLab

      Daftar sekarang dan ambil langkah
      pertamamu untuk mengenal
      Data Science.

      Buat Akun


      Atau

      Sudah punya akun? Login