[LAST DAY] MAU PUNYA SKILL DATA SCIENCE YANG AMAYZING?
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 150K  | Pakai Kode: AMAYZING
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 0 Jam 59 Menit 4 Detik 

Kursus Data Science Jakarta: Fun Fact Data Science

Belajar Data Science di Rumah 03-Maret-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/684e34a0b09e62e61a8f02f15a1fd92c_x_Thumbnail800.png

Data science sedang menjadi pembicaraan hangat di belahan dunia karena kebaruan ilmunya. Data science muncul pada tahun 2008 sejalan dengan kemajuan internet, konektivitas perangkat, aliran data yang sangat besar diamati. Beberapa orang ataupun para ahli menyebutkan bahwa ilmu data sebagai sebuah tren berkat popularitasnya dan kesuksesan perkembangannya yang cukup pesat. Data science akan tetap selalu ada, selama manusia maupun organisasi membutuhkan data sebagai alat bantu mereka dalam pengambilan keputusan untuk merancang sebuah strategi bisnis. Berbicara dari segi volume data juga seakan tiada habisnya. Volume data di seluruh dunia tumbuh dengan kecepatan yang sangat tinggi. Data yang dihasilkan dalam dua tahun terakhir saja lebih besar volumenya daripada semua data yang dihasilkan sebelumnya. Ini dengan jelas menunjukkan betapa pentingnya memiliki ilmu data yang menderu untuk menangani letusan data ini di seluruh platform. Dengan demikian, penanganan data biasanya melibatkan ahli data untuk menemukan wawasan agar data dapat bernilai walaupun proses yang dilewati tentu rumit dan begitu panjang.


Berbicara tentang data, selalu dibahas dalam setiap kursus data science. Biasanya peserta kursus data science akan dikenalkan mengenai betapa pentingnya sebuah data. Mengingat sebuah quotes yaitu data is the new oil. Quotes tersebut bermakna pentingnya data sama halnya seperti berharganya sebuah minyak. Hal tersebut mencerminkan minyak merupakan salah satu kekayaan baru sekaligus kunci utama dalam pembangunan suatu negara dengan adanya keberadaan data. Salah satu bentuk implementasi quotes tersebut yaitu menjamurnya kursus data science di Indonesia. Dengan keberadaan data science sebagai disiplin ilmu terapan, telah muncul berbagai mitos dan fakta tertentu yang terkait dengannya. Hal ini tentu mengundang rasa penasaran bagi calon data enthusiast untuk menyelami lebih jauh apa saja fakta-fakta yang terjadi dalam dunia data science. Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas mengenai fun fact dalam dunia data science. Terutama nih bagi kalian pemula data maupun first jobber yang akan memulai karirnya di bidang data science tentunya penasaran nih apa aja sih fun factnya. Pastikan simak baik-baik dan keep scrolling on this article guys!


1.Data tidak pernah bersih

Analisis tanpa data nyata hanyalah kumpulan hipotesis dan teori. Data membantu mengujinya dan menemukan yang tepat yang sesuai dengan konteks penggunaan akhir di tangan tim manajemen. Namun, dalam dunia nyata data tidak pernah bersih alias masih berserakan (unstructured data). Bahkan dalam organisasi yang memiliki pusat ilmu data yang mapan selama beberapa dekade, data tidak bersih. Terlepas dari nilai yang hilang atau salah, salah satu masalah terbesar mengacu pada penggabungan beberapa kumpulan data menjadi satu kesatuan yang koheren. Kunci gabungan mungkin tidak konsisten atau perincian atau format mungkin tidak cocok. Dan itu tidak disengaja. Perusahaan penyimpanan data dirancang dan terintegrasi erat dengan perangkat lunak front-end dan pengguna yang menghasilkan data, dan seringkali dibuat secara independen. Data scientist cukup terlambat memasuki dunia, dan seringkali hanya "mengambil" data sebagai bagian dari dan bukan bagian dari desain.


Baca juga : Awali Kursus Data Science Gratis Di Era Pandemi Bersama DQLab


2. 95% tugas tidak membutuhkan deep learning

95% jelas merupakan angka yang pada umumnya terjadi. tetapi idenya adalah bahwa sebagian besar masalah kehidupan nyata tidak memerlukan kemampuan analitik tingkat lanjut. Memecahkan masalah dunia nyata melibatkan lebih banyak pemahaman tentang dunia nyata, domain masalah, pembuat keputusan dan pengguna akhir, daripada memahami penemuan terbaru dan terbesar dalam statistik. Seringkali, model paling sederhana seperti regresi linier, regresi logistik, dan pengelompokan k-Means bekerja dengan sangat baik selama masalah dirumuskan dengan baik. Bahkan untuk masalah yang kompleks, model sederhana dapat memberikan keuntungan besar yang hanya dapat ditingkatkan sedikit oleh model kompleks. 


Baca juga : Kursus Data Science Jakarta: Tips Cermat Belajar Data Science bersama DQLab!


3.Sebagian besar waktu dihabiskan untuk membersihkan dan menyiapkan data

Akibat di atas adalah sebagian besar waktu anda akan dihabiskan hanya untuk membersihkan dan memproses data untuk konsumsi model analisis yang akan digunakan. Dengan pikiran dan ide yang dipenuhi dengan metode machine learning yang canggih, menghabiskan tiga perempat waktu hanya dengan persiapan data tampaknya membuang-buang waktu. Seringkali hal ini menyebabkan ketidakpuasan dan kurangnya perhatian dan kesalahan yang dapat mengganggu bahkan algoritma yang paling canggih sekalipun. Jika Anda tidak dapat melakukan ini dengan ketenangan hati dan fokus pada gambaran besar, maka mungkin Anda harus mencari penelitian di bidang statistik daripada berkarir di ilmu data.


4. Yuk Mulai Belajar Menjadi Data Scientist Bersama DQLab!       


Gunakan Kode Voucher "DQTRIAL", dan simak informasi di bawah ini mendapatkan 30 Hari FREE TRIAL:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Buka academy.dqlab.id dan pilih menu redeem voucher 

  3. Redeem voucher "DQTRIAL" dan check menu my profile untuk melihat masa subscription yang sudah terakumulasi. 

  4. Selamat, akun kamu sudah terupgrade, dan kamu bisa mulai Belajar Data Science GRATIS 1 bulan.

    Penulis: Reyvan Maulid

    Editor : Annissawd


    Postingan Terkait

    Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!