[LAST DAY] PAYDAY SURPRISE SALE!
Belajar Data 6 Bulan Hanya Rp. 99K
0 Hari 17 Jam 11 Menit 16 Detik

Memaksimalkan Efisiensi dengan Tools Data Scientist

Belajar Data Science di Rumah 24-Maret-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/2a6b529bb4f1c538eef10604f3dfd09d_x_Thumbnail800.jpeg

Dalam era digital yang semakin berkembang, data menjadi hal yang sangat penting dalam dunia bisnis. Data dapat memberikan informasi dan wawasan yang penting bagi perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik dan akurat. Namun, dengan volume data yang semakin besar, sulit bagi manusia untuk menganalisisnya secara manual. Inilah mengapa data scientist sangat dibutuhkan untuk mengolah dan menganalisis data secara efisien. Namun, seorang data scientist tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari tools data science yang tepat. 


Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tools data science yang dapat membantu data scientist dalam mengoptimalkan proses analisis data. Dari Python, R, Tableau, hingga Apache Spark, kita akan mengeksplorasi kelebihan dan kekurangan masing-masing tools serta contoh penggunaannya dalam situasi nyata. Dengan memilih tools yang tepat dan mengikuti tren perkembangan terbaru dalam dunia data science, para data scientist dapat memaksimalkan efisiensi dalam mengolah dan menganalisis data sehingga dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dan akurat.


1. Tools Data Scientist yang Populer

Data Scientist

Data scientist memiliki banyak tools yang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan efisiensi kerjanya. Tentu masing-masing tools memiliki peran yang berbeda. Berikut akan dijelaskan lebih detail tools data scientist yang populer hingga saat ini.

  • Python. Bahasa pemrograman satu ini menjadi tools wajib yang harus dikuasai seorang data scientist. Banyak kegunaannya di antaranya untuk memanipulasi data, analisis data, pembuatan model machine learning, sampai evaluasi model. Tools ini dilengkapi dengan berbagai library seperti NumPy, Pandas, dan Matplotlib yang memudahkan data scientist untuk mengolah data sesuai kebutuhan.

  • R programming. Bahasa pemrograman ini lebih spesifik digunakan untuk keperluan analisis statistik dan memvisualisasikan data. R programming juga dilengkapi dengan beberapa package seperti dplyr, ggplot2, tidyr yang memudahkan proses manipulasi dan visualisasi data.

  • Tableau: Tools satu ini lebih sering digunakan untuk kebutuhan membuat visualisasi dan dashboard interaktif. Tools ini menawarkan interface yang ramah pengguna dan fitur drag and drop yang memudahkan pembuatan bagan, grafik, dan visualisasi lainnya.

  • Apache Spark: Tools open source yang dapat menangani tugas pemrosesan data berskala besar. Apache Spark menawarkan berbagai library seperti Spark SQL, MLlib, dan GraphX yang memudahkan untuk melakukan pemrosesan data, pembelajaran mesin, dan tugas pemrosesan grafik.


Baca juga : Mengenal Profesi Data Scientist


2. Perbandingan Tools Data Scientist di Berbagai Aspek

Data Scientist

Setelah memiliki gambaran umum masing-masing tools, mari selanjutnya kita bandingkan kinerja masing-masing dari berbagai aspek seperti performa, kemudahan, skalabilitas, dan biaya yang dibutuhkan.

  • Performa: Dalam hal performa, Apache Spark lebih unggul dibanding tools lainnya karena dapat menangani tugas pemrosesan data skala besar jauh lebih cepat daripada tools data scientist lainnya. Python dan R juga cepat, tetapi mereka kesulitan memproses kumpulan data besar.

  • Kemudahan penggunaan: Dalam hal ramah pengguna, Tableau adalah tools yang paling mudah digunakan karena menawarkan fitur drag and drop yang memudahkan pembuatan visualisasi tanpa pengetahuan pemrograman apa pun. Python dan R dapat menjadi tantangan bagi pemula karena mereka membutuhkan pengetahuan pemrograman.

  • Skalabilitas: Apache Spark adalah tools data scientist yang paling skalabel, karena dapat menangani tugas pemrosesan data berskala besar dengan mudah. Python dan R juga dapat menyesuaikan, tetapi mereka kesulitan memproses kumpulan data yang sangat besar. Tableau tidak dirancang untuk tugas pemrosesan data berskala besar dan hanya dapat menangani kumpulan data berukuran kecil hingga sedang.

  • Biaya yang dibutuhkan: Dalam hal biaya, Python dan R adalah tools yang open source dan gratis, yang menjadikannya ideal untuk usaha kecil atau pemula dengan anggaran terbatas. Tableau menawarkan versi gratis dan berbayar, bergantung pada fitur dan fungsi yang diperlukan. Apache Spark memerlukan investasi yang signifikan dalam perangkat keras dan infrastruktur, yang bisa jadi biayanya cukup mahal.


3. Studi Kasus Masing-masing Tools

Data Scientist

Secara umum, Python dan R sangat cocok untuk tugas pemodelan dan analisis data, sedangkan Tableau ideal untuk visualisasi dan pelaporan data. Apache Spark paling baik digunakan untuk memproses dan menganalisis data dalam jumlah besar. Namun, pilihan tools data scientist pada akhirnya bergantung pada kebutuhan tugas yang sedang dilakukan.

  • Python. Python adalah bahasa pemrograman yang populer di kalangan data scientist karena fleksibilitasnya. Beberapa contoh kasus penggunaan dunia nyata untuk Python dalam ilmu data meliputi membangun model prediktif untuk segmentasi pelanggan dan prediksi churn di industri retail, menganalisis data media sosial untuk mengidentifikasi tren dan pola perilaku pengguna, dan mengembangkan model pemrosesan bahasa alami untuk analisis sentimen dan chatbots di industri layanan pelanggan.

  • R Programming. R adalah bahasa yang populer di kalangan data scientist karena kemampuan statistiknya. Beberapa contoh kasus penggunaan dunia nyata untuk R dalam ilmu data meliputi melakukan uji klinis dan menganalisis data medis di industri perawatan kesehatan, mengembangkan model ekonometrik untuk prediksi di industri keuangan, dan menganalisis data demografis untuk kampanye pemasaran bertarget di industri ritel.

  • Tableau: Tableau adalah tools visualisasi data populer yang memungkinkan data scientist membuat dashboard dan visualisasi interaktif. Beberapa contoh kasus penggunaan dunia nyata untuk Tableau dalam ilmu data meliputi membuat dashboard interaktif untuk kinerja penjualan dan analisis perilaku pelanggan di industri retail, memvisualisasikan data rantai pasokan untuk mengidentifikasi inefisiensi dan mengoptimalkan logistik di industri manufaktur, dan mengembangkan portal data interaktif untuk data publik di sektor pemerintah dan nirlaba.

  • Apache Spark: Apache Spark adalah tools pemroses data besar populer yang memungkinkan data scientist memproses dan menganalisis kumpulan data besar dalam lingkungan komputasi terdistribusi. Beberapa contoh kasus penggunaan dunia nyata untuk Apache Spark dalam ilmu data meliputi menganalisis volume besar data keuangan untuk deteksi penipuan di industri keuangan, memproses dan menganalisis data streaming dari perangkat IoT untuk pemeliharaan prediktif di industri manufaktur, dan mengembangkan mesin rekomendasi untuk pengiriman konten yang dipersonalisasi di industri media dan hiburan.


Baca juga : Yuk Kenal Role Data Scientist, Profesi Menarik Dengan Gaji Besar


4. Pengembangan yang Dapat Dilakukan Di Masa Mendatang

Data Scientist

Seiring ilmu data terus berkembang, kita dapat berharap untuk melihat tren dan perkembangan baru dalam tools data science. Beberapa tren masa depan dan perkembangan data antara lain:

  • AutoML: AutoML adalah tren baru dalam tool data science yang bertujuan untuk mengotomatiskan proses machine learning. Alat AutoML menggunakan algoritma canggih untuk mengotomatiskan tugas seperti rekayasa fitur, pemilihan model, dan penyetelan hyperparameter.

  • Explainable AI: Explainable AI adalah tren yang berkembang dalam tool data science yang bertujuan untuk membuat model machine learning lebih transparan dan mudah dipahami. Alat AI yang dapat dijelaskan memberikan wawasan tentang cara kerja model, memungkinkan ilmuwan data untuk lebih memahami kekuatan dan kelemahannya.

  • Integrasi dengan Cloud Platforms: Semakin banyak bisnis beralih ke cloud, tool data science cenderung menjadi lebih terintegrasi dengan platform cloud. Alat ilmu data berbasis cloud menawarkan keuntungan seperti skalabilitas, fleksibilitas, dan efektivitas biaya.

  • Edge computing: Edge computing adalah tren yang muncul dalam tool data science yang melibatkan pemrosesan data lebih dekat ke sumbernya, daripada mengirimkannya ke server pusat untuk diproses. Edge computing menawarkan keuntungan seperti pengurangan latensi, peningkatan keamanan, dan pengurangan penggunaan bandwidth.

Ternyata ada berbagai tools yang bisa digunakan untuk data scientist ya? Nah, untuk menunjang skill kalian dalam menggunakan tools tersebut, perlu adanya pemahaman dasar tentang konsep machine learning, data visualisasi, atau manipulasi data. Bagi kalian yang tertarik untuk mengenal lebih dalam kalian bisa mulai belajar di DQLab, loh. Modul pembelajarannya sangat cocok untuk pemula. Selain itu banyak dilengkapi dengan studi kasus pula yang membantu meningkatkan pemahaman kalian di beragam permasalahan. Yuk segera Sign Up dan siapkan diri menjadi data scientist profesional!


Penulis: Dita Feby

Editor: Annisa Widya

Berikan Penilaian Kamu

Mulai Karier
sebagai Praktisi Data
Bersama DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah pertamamu untuk mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :