PROMO PUNCAK LEBARAN DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan BERSERTIFIKAT hanya Rp 99K!

0 Hari 3 Jam 51 Menit 57 Detik

Mengaplikasikan Rumus Standar Deviasi di Excel

Belajar Data Science di Rumah 13-Maret-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/93f8627395c594196a9e1002908708d4_x_Thumbnail800.jpeg

Excel adalah software pengolahan data yang bermanfaat bagi banyak orang. Banyak fitur yang disediakan di dalam Excel sehingga bisa diakses dari berbagai background, misalnya saja statistika. Secara sederhana, statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan data dari awal hingga akhir. Mulai dari proses merencanakan pengumpulan data hingga nantinya menyajikannya dalam bentuk visualisasi data yang menarik.


Bagi sebagian orang yang masih awam di bidang ini, statistika akan berkaitan erat dengan angka, mirip matematika. Well, sebenarnya tidak sepenuhnya salah, karena beberapa jurusan statistika di Indonesia sebelum berdiri sendiri merupakan bagian dari matematika. Namun statistika akan lebih banyak fokus pada perhitungan peluang, melakukan peramalan, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan Machine Learning.


Nah, kebayang gak sih gimana perhitungan-perhitungan statistika yang kelihatannya rumit kalau dikerjakan secara manual bisa diselesaikan dengan menggunakan fungsi yang disediakan Excel? Nah, dalam artikel ini kita akan membahas bagaimana caranya menggunakan salah satu formula statistika di Excel, yaitu Standar Deviasi. Yuk, simak pembahasannya!


1. Kapan Membutuhkan Statistika

Excel

Sebelum masuk ke praktek penggunaan standar deviasi dengan menggunakan Excel, ada baiknya kita mengetahui dari hal yang paling basic, misalnya kapan kita akan membutuhkan statistika? Ada tiga alasan yang membuat kita membutuhkan ilmu ini, yaitu:

  • Adanya ketidakpastian, dengan kata lain setiap opsi pasti akan memiliki peluangnya masing-masing (unsur probabilistik)

  • Ada variansi ditunjukkan oleh data yang berbeda.

  • Membutuhkan generalisasi. Ketika data yang kita miliki heterogen, maka kita akan butuh untuk membuat generalisasi atau kesimpulan. Sementara jika datanya bersifat homogen, maka generalisasi tidak akan dibutuhkan.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Standar Deviasi

Salah satu perhitungan paling sederhana dalam ilmu statistika adalah standar deviasi. Standar deviasi ini dapat digunakan untuk mencari tahu seberapa jauh data statistik berbeda dari nilai rata-rata. Pada dasarnya, standar deviasi adalah akar dari variansi. Sehingga semakin kecil variansinya, maka nilai standar deviasi pun akan ikut kecil, dimana hal itu menunjukkan bahwa data semakin mendekati rata-rata. Sementara semakin besar variansinya, nilai standar deviasi nya pun akan semakin besar, artinya variasi datanya semakin lebar dan menjauhi rata-rata. 


Salah satu tujuan penggunaan standar deviasi adalah untuk memastikan apakah data sampel dapat mewakili data populasi. Rumus standar deviasi ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1894 oleh Karl Pearson. Berikut adalah rumus umum standar deviasi untuk sampel:

Excel

Sementara untuk rumus populasi, mirip dengan rumus sampel :

Excel


3. Formula Umum Excel

Excel

Formula Excel atau yang lebih dikenal dengan rumus Excel adalah rumusan ekspresi di Excel yang digunakan untuk memproses data, baik yang ada di range maupun di cell. Excel menyediakan banyak sekali formula yang bisa kita gunakan (bisa dilihat di menu Formula Excel), bahkan terbagi lagi menjadi beberapa kelompok, misalnya saja Financial, Logical, Text, Date & Time, dan masih banyak lagi. Bahkan ketika di klik di bagian “More Function” kita akan menemukan yang lebih banyak lagi.


Lalu dimana rumus standar deviasi berada? Karena standar deviasi termasuk bagian dari ilmu statistika, maka ilmu ini akan ditemukan di kelompok “Statistical” yang bisa didapatkan dengan klik di bagian “More Function”.


4. Menggunakan Standar Deviasi di Excel

Pada dasarnya, perhitungan sederhana statistika seperti standar deviasi ini akan terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang digunakan untuk menghitung populasi, serta yang digunakan untuk menghitung sampel. Perhitungan nilai standar deviasi untuk populasi di Excel bisa menggunakan rumus STDEV.P dan STDEVPA. Keduanya hanya dibedakan dengan kemampuan untuk bisa membaca teks (STDEVPA) atau teks akan diabaikan (STDEV.P). Berikut adalah contoh perhitungannya:

Excel

Sementara untuk perhitungan yang melibatkan data yang berupa sampel, kita bisa memanfaatkan rumus STDEV dan STDEVA. Perbedaannya juga sama seperti sebelumnya, dimana STDEV akan mengabaikan teks atau nilai logika, sementara STDEVA akan memasukkannya ke perhitungan. Berikut adalah contoh penggunaanya:

Excel

Dari hasil di atas, kita bisa melihat bahwa meskipun menggunakan data yang sama, ternyata nilai standar deviasi antara populasi akan berbeda dengan nilai standar deviasi jika dianggap sebagai sampel.


Baca juga : Kenali Rumus IF pada 3 Kondisi dengan Excel


Proses pembelajaran Excel tidak semudah yang dibayangkan, karena semakin di eksplor ternyata ada banyak hal-hal menarik yang bisa dilakukan oleh Excel. Tidak heran jika banyak orang yang tidak mampu untuk belajar Excel secara otodidak. 


Tapi tenang saja, DQLab menjawab keresahan tersebut dengan menghadirkan Live Class DQLab yang berjudul “Bootcamp Data Analyst with Excel” yang akan diadakan di 26 Maret sampai 27 Mei 2023. Untuk kamu yang memiliki aktivitas lain di weekdays, tenang saja karena kelas ini dilaksanakan saat weekend. Jangan sampai kamu melewatkan kesempatan untuk belajar Excel dari para mentor yang sudah berpengalaman dengan Excel.


Yuk, tunggu apalagi? Buruan daftar dan buka peluangmu menjadi Data Analyst!


Penulis: Gifa Delyani Nursyafitri



Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login