PROMO PUNCAK LEBARAN DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan BERSERTIFIKAT hanya Rp 99K!

1 Hari 7 Jam 33 Menit 40 Detik

Mengenal Google Colab, Cara Jalankan Program Python

Belajar Data Science di Rumah 20-Maret-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/b1e2762a6198bfabf3b9df61c07477eb_x_Thumbnail800.jpeg

Secanggih apapun coding Python yang dibuat, pasti akan tetap membutuhkan metode untuk menjalankannya. Selain karena sifatnya yang bisa fleksibel digunakan untuk mengerjakan banyak hal (general purpose programming) dan mudah dipelajari karena mirip seperti bahasa sehari-hari (high level programming language), Python juga menjadi favorit banyak orang karena mode operasi yang bisa digunakan sangat beragam.


Setidaknya ada tiga mode operasi yang umum digunakan dalam Python. Yang pertama adalah mode interaktif, dimana program akan menampilkan hasilnya begitu kita menekan enter. Selanjutnya kita bisa menjalankan Python dengan menggunakan file, dimana semua coding sudah dituliskan di satu file yang disimpan dengan ekstensi .py, kemudian file tersebut akan kita panggil di command prompt. Yang ketiga adalah menggunakan jupyter notebook.


Akhir-akhir ini, kita kerap kali mendengar penggunaan Google Colab untuk menjalankan program Python. Kira-kira Google Collab masuk ke mode operasi yang mana ya? Yuk, kita bahas di artikel ini!


1. Mengenal Google Colab

Google Collab atau Google Collaboratory merupakan salah satu produk Google research yang berbasis Cloud yang dapat digunakan secara gratis. Penciptaan Google Colab ini memang bertujuan untuk mempermudah pekerjaan yang berkaitan dengan data science dan machine learning. Penggunaan Google Colab biasanya untuk menunjang kebutuhan programer dan praktisi data untuk mendapatkan spek yang tinggi. Selain itu, Google Colab bisa digunakan secara bersama-sama, sehingga sangat mendukung kebutuhan kolaborasi antar anggota tim. 


Baca juga : Tips Coding Python Sederhana untuk Pemula


2. Termasuk ke Mode Operasi yang Mana?

Lalu masuk ke mode operasi yang mana? Pada dasarnya, Google Colab adalah salah satu environment Python yang memiliki format notebook. Begitu kita melihat penampilan dari Google Colab pertama kali, kita akan langsung mengetahui jika Google Colab memiliki tampilan yang sangat mirip dengan Jupyter Notebook. Bahkan disebutkan bahwa Google Colab adalah Jupyter notebook yang dijalankan secara online dan gratis. 


3. Bagaimana Cara Menjalankan Python dengan Google Colab?

Untuk menjalankan Google Colab, kita bisa menggunakan dua cara, yang pertama adalah melalui google drive. Cara nya sangat mudah, kita cukup login ke Google Drive, kemudian pilih kotak yang berisi tulisan New dengan tanda tambah di sampingnya yang berada di sebelah kiri. Selanjutnya akan muncul tampilan produk Google yang umum digunakan, seperti Google Docs, Google Sheet, Google Slides, dan Google Form. Untuk mendapatkan Google Colab, maka kita bisa pilih bagian “More” dan kita akan menemukan Google Colaboratory yang kita butuhkan. Setelah di klik, kita akan langsung berhadapan dengan tampilan yang persis seperti Jupyter notebook.

Cara kedua, kita bisa langsung ke situs https://colab.research.google.com/. Begitu proses loading kelar, kita akan dihadapkan dengan tampilan seperti ini. Ada contoh penggunaan Gogle Colab, file yang baru diakses, Google Drive, GitHub, serta ada bagian untuk upload file. Fitur colab tidak hanya dapat menjalankan perintah pada notebook saja tapi bisa juga menjalankan berkas yang berisikan kode Python (*.py).


4. Cara Upload File dan Install Library

Untuk upload file dataset ke dalam Google Colab, kita bisa klik di icon folder pada sidebar sebelah kiri, kemudian masuk kedalam folder "content/sample_data" kemudian pada sample_data klik kanan > upload. Jika upload sudah selesai klik refresh. Selain di folder sample_data, kita bisa menempatkan file di folder manapun, asalkan kita mengingat lokasinya ketika akan digunakan di coding.


Selain itu, dalam menjalankan coding kita pasti akan membutuhkan library. Tidak semua library sudah terinstall di Google Colab, sehingga kita bisa saja menemukan error jika kita meng-import library yang belum terinstall. Kita bisa menggunakan perintah "pip install (nama_package)" untuk menginstall library baru.


Baca juga : Array Python : Array VS List Serupa Namun Tak Sama, Yuk, Kenali Perbedaannya


Python bisa melakukan banyak sekali pekerjaan, mulai dari pekerjaan sederhana seperti ini hingga yang lebih rumit seperti penggunaan Machine Learning, Deep Learning, dll. Sehingga tidak heran jika bahasa ini menjadi favorit banyak orang.


Sahabat DQ bisa mempelajari coding Python yang lebih mendalam dan detail dengan mengakses modul Premium yang tersedia di DQLab. Ada banyak sekali pembahasan yang dituang dalam berbagai modul dengan menggunakan bahasa pemrograman Python. Tidak hanya itu, begitu Sahabat DQ berlangganan modul premium, maka kalian juga bisa menikmati modul pembelajaran dengan menggunakan bahasa pemrograman lainnya, seperti R dan SQL.


Namun bagi kamu si pecinta gratisan, tenang saja. DQLab juga sudah menyediakan free modul yang bisa kamu jadikan dasar pembelajaran Python mu. Yuk, tunggu apa lagi? Buruan sign up di DQLab!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login