PROMO SUPER HUT JAKARTA KE-497!
Belajar Data Science 12 Bulan hanya 175K!

0 Hari 17 Jam 26 Menit 23 Detik

Mengulik 4 Tools Data Engineer untuk Data Storage

Belajar Data Science di Rumah 17-Januari-2024
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3-longtail-senin-04-2024-01-17-123908_x_Thumbnail800.jpg

Dalam menunjang pekerjaannya, data engineer memerlukan tools yang mana bisa menyelesaikan serangkaian tahapan yang dilalui pada ranah data engineering. Mulai dari data integration, data storage, data processing, data warehousing, dan lain sebagainya. Sebagai profesional di bidang data engineering, seorang data engineer perlu memiliki akses dan pemahaman mendalam terhadap berbagai tools yang dapat mendukung berbagai aspek pekerjaannya.


Salah satunya adalah data storage. Data storage merupakan komponen krusial dalam ekosistem data engineering, yang berperan sebagai penyimpan utama bagi berbagai jenis data yang dikelola oleh seorang data engineer


Selain itu, penyimpanan data di cloud juga semakin menjadi pilihan utama dalam dunia data engineering. Platform cloud seperti Amazon S3, Google Cloud Storage, dan Microsoft Azure Blob Storage menyediakan scalable storage yang dapat diakses secara fleksibel, memungkinkan data engineer untuk menyimpan dan mengelola besar volume data dengan efisien.


Dengan pemahaman mendalam terhadap berbagai tools ini, seorang data engineer dapat mengoptimalkan proses kerja dan meningkatkan efisiensi dalam mengelola data. Kali ini, kita akan membahas tentang masing-masing tools yang dipakai data engineer untuk data storage. Selengkapnya kamu bisa cek penjelasannya lewat artikel berikut ini yuk sahabat DQLab!


1. Apache Hadoop

Tools pertama yang digunakan data engineer untuk melakukan data storage adalah Apache Hadoop. Apache Hadoop merupakan tools yang dapat membantu dalam pemrosesan data secara distribusi dan paralel. Dengan menggunakan model pemrosesan yang terdistribusi, Apache Hadoop memungkinkan penyimpanan dan pengelolaan data dalam skala besar di berbagai node atau server.


Hadoop memiliki komponen utama, seperti Hadoop Distributed File System (HDFS), yang berperan sebagai penyimpanan fisik data dalam lingkungan distribusi. HDFS dirancang untuk menangani data dalam ukuran yang sangat besar dan membaginya menjadi blok-blok yang disebarkan di seluruh node dalam kluster Hadoop.


Baca juga : Mengenal Data Engineer dan Prospek Karirnya


2. Google Cloud Storage

Google Cloud Storage memberikan seorang data engineer keunggulan dalam menyimpan dan mengelola data secara efisien di lingkungan cloud. Dengan kapasitas penyimpanan yang besar, kemampuan skalabilitas yang tinggi, serta integrasi yang mudah dengan layanan lain dalam ekosistem Google Cloud Platform (GCP), Google Cloud Storage menjadi solusi yang komprehensif untuk berbagai kebutuhan penyimpanan data.

Data Engineer

Kelebihan utama Google Cloud Storage terletak pada fleksibilitasnya dalam menyediakan tiga kelas penyimpanan yang berbeda, yaitu Standard, Nearline, dan Coldline. Setiap kelas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari segi performa, ketahanan, dan biaya. Sebagai contoh, kelas Standard cocok untuk akses data yang sering, sementara kelas Nearline atau Coldline lebih sesuai untuk data yang jarang diakses namun tetap membutuhkan penyimpanan yang terjangkau.


3. Azure Blob Storage

Tools Azure Blob Storage menjadi pilihan utama dari segi penyimpanan data di cloud untuk data engineer karena menyediakan berbagai keunggulan yang mendukung kebutuhan dalam pengelolaan data yang bersifat scalable, aman, dan efisien. Salah satu keunggulan utama adalah kemampuannya menyimpan dan mengelola data dalam skala yang sangat besar, memungkinkan penyimpanan dan akses data yang mudah diperluas sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan perusahaan.


Selain itu, Azure Blob Storage menawarkan tingkat keamanan yang tinggi dengan fitur-fitur seperti enkripsi data, kontrol akses yang ketat, serta integrasi dengan Azure Active Directory untuk manajemen identitas dan akses pengguna. Hal ini memberikan jaminan keamanan data yang sangat penting dalam lingkungan yang seringkali harus menghadapi tantangan keamanan informasi.


Baca juga : Data Engineer VS Data Scientist


4. Amazon S3

Tools Amazon S3 juga didaulat menjadi pilihan utama bagi data engineer untuk data storage. Amazon S3 (Simple Storage Service) menyediakan layanan penyimpanan awan yang sangat scalable, aman, dan mudah digunakan. Dengan menggunakan Amazon S3, seorang data engineer dapat menyimpan berbagai jenis data, termasuk file teks, gambar, audio, video, dan data lainnya secara efisien.

Data Engineer

Salah satu keunggulan Amazon S3 adalah kemampuannya untuk menyediakan penyimpanan dengan ketahanan tinggi (high durability), yang menjadikannya sebagai solusi yang handal untuk menyimpan data yang kritis dan berharga. Selain itu, Amazon S3 juga mendukung fitur-fitur seperti versioning, access control, dan integrasi dengan berbagai layanan cloud lainnya.


DQLab merupakan suatu platform belajar online yang berfokus pada pengenalan Data Science & Artificial Intelligence (AI) dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman populer. Selain itu DQLab merupakan platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur ChatGPT.


DQLab juga menggunakan metode HERO, yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Untuk bisa merasakan pengalaman belajar yang praktis & aplikatif yuk langsung saja sign up di DQLab.id/signup 


Penulis: Reyvan Maulid


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login