PROMO PUNCAK LEBARAN DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan BERSERTIFIKAT hanya Rp 99K!

0 Hari 1 Jam 3 Menit 22 Detik

Metode Pengumpulan Data Sekunder Beserta Contoh

Belajar Data Science di Rumah 26-Maret-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/8ca15b656117326cf0b32c8e5dffb194_x_Thumbnail800.jpeg

Dalam beberapa situasi, mungkin peneliti tidak terlibat secara langsung dalam proses pengumpulan data. Sebagai gantinya, akan menggunakan data yang sudah disediakan peneliti lain sebelumnya atau orang lain. Pengumpulan data sistematis ini sering dikenal sebagai penelitian sekunder. Dalam suatu penelitian pasti memiliki metode pengumpulan data sekunder maupun primer. Kali ini akan khusus membahas tentang metode pengumpulan data sekunder saja, dimana metode ini melibatkan pengorganisasian, menyusun dan menganalisis sampel data untuk menarik sebuah kesimpulan penelitian yang valid.


Pengumpulan data sekunder juga sering melibatkan mensintesis data yang ada dan dapat bersumber dari internet mencakup media sosial, jurnal, buku, arsip pemerintahan, perpustakaan, data kependudukan, dan/atau gambaran kondisi suatu wilayah tertentu. Lantas, bagaimanakah cara untuk mendapatkan data sekunder tersebut ? Untuk lebih lanjutnya, artikel kali ini akan membahas mengenai metode pengumpulan data sekunder beserta contohnya. Untuk itu simak terus artikel ini sampai selesai, ya !

1. Data Online

Popularitas internet dan teknologi membuat metode ini menjadi populer juga. Karena media online tidak hanya membuat pengaksesan serba praktis tapi juga karena menyediakan kumpulan sumber data yang besar dari mulai yang gratis hingga berbayar pun tersedia dan mudah diakses dengan mengklik saja. Salah satu metode pengumpulan data secara online yang cukup familiar adalah dengan analisis media. Dengan analisis media kamu bisa mencari isu-isu terkait dengan penelitian yang sedang kamu lakukan saat ini, salah satu teknik yang bisa kamu gunakan adalah dengan web scraping atau web crawling. Sebagai contoh, kamu bisa melakukan analisis sentimen terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di twitter dan kamu bisa menggunakan metode pengumpulan data sekunder dengan menerapkan teknik crawling pada twitter.


Metode pengumpulan data secara online tidak hanya satu contoh itu saja ada metode lainnya yang biasa kamu lakukan adalah dengan artikel lepas, artikel jurnal elektronik, makalah simposium dan konferensi, disertasi, karya preprint, karya lama berbasis kertas, berita, katalog perpustakaan, katalog produk, data statistik, sampai dengan formula/paten, produk multimedia seperti suara/lagu, gambar/foto, perangkat lunak, video/film, games, animasi, dan masih banyak lagi. Tapi, kamu harus berhati-hati ketika melakukan pengumpulan data secara online karena banyak website atau blog yang menyediakan data yang kurang valid, dan pilihlah website dan blog yang memang sudah resmi saja.

Baca juga : Data Analisis : 2 Jenis Metode yang Penting Untuk Kamu Tahu dalam Analisis Data


2. Studi Literatur

Sumber data sekunder juga bisa kamu dapat dengan cara studi literatur. Meskipun cenderung tradisional tapi, perpustakaan merupakan gudang informasi yang sudah ada sejak dulu bahkan sebelum internet ada. Sebagai gudang informasi yang berisi agregasi informasi penting yang dapat berfungsi sebagai data yang valid dalam konteks penelitian yang berbeda. Studi literatur bisa menjadi alternatif yang lebih mudah dibandingkan dengan analisis sentimen atau akuisisi data primer yang bisa dijadikan proses pengumpulan data sekunder, studi literatur sendiri memiliki arti yaitu sebagai kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi objek penelitian. Data yang didapat dari studi literatur biasanya diperoleh dari buku-buku, tesis, karya ilmiah, jurnal dan disertasi orang lain. Biasanya para peneliti menyumbangkan beberapa salinan disertasi kepada perpustakaan publik dan pribadi.

3. Arsip Pemerintah dan Nonpemerintah

Selain menggunakan metode pengumpulan data sekunder dengan secara online maupun studi literatur, metode pengumpulan data sekunder dari arsip pemerintah dan nonpemerintah juga alternatif yang baik. Selain resmi data juga sudah terjamin kevalidannya. Arsip pemerintah dan nonpemerintah biasanya berisi informasi yang dapat diverifikasi yang memberikan insight yang akan berguna tentang berbagai konteks penelitian. Dalam banyak kasus, kamu memang perlu membayar untuk bisa mendapatkan akses data ini misalnya, untuk beberapa informasi yang sifatnya rahasia pasti akan sulit untuk memiliki akses tersebut. Contoh lain yang bisa kamu dapatkan aksesnya dengan mudah adalah dengan mengumpulkan data melalui BPS, data.go.id, data.jakarta.go.id , indonesiadata.id, dan masih banyak lagi.

Baca juga : Langkah-Langkah Menggunakan Teknik Analisis Data Kualitatif


4. Yuk, TEMUKAN SUMBER DATA UNTUK BANGUN PORTFOLIO GRATIS DI DQLAB SELAMA 1 BULAN!

Gunakan Kode Voucher "DQTRIAL", dan simak informasi dibawah ini mendapatkan 30 Hari FREE TRIAL:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Buka academy.dqlab.id dan pilih menu redeem voucher

  3. Redeem voucher "DQTRIAL" dan check menu my profile untuk melihat masa subscription yang sudah terakumulasi.

  4. Selamat, akun kamu sudah terupgrade, dan kamu bisa mulai Belajar Data Science GRATIS 1 bulan.

Penulis: Rian Tineges

Editor: Annissa Widya Davita


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login