Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, dan Excel GRATIS
 SIGN UP  

Metode Pengumpulan Data Sekunder dengan Studi Literatur

Belajar Data Science di Rumah 08-Mei-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/8f48933086167b9982a94f9b96645e94_x_Thumbnail800.jpeg

Studi literatur atau yang biasanya kita kenal dengan studi kepustakaan merupakan salah satu metode pengumpulan data sekunder yang paling populer. Betapa tidak, peneliti hanya membutuhkan beberapa pustaka sebagai pendukung dalam sebuah riset atau penelitian yang akan dilakukan. Studi kepustakaan juga dilakukan dengan metode tinjauan pustaka ke perpustakaan dan pengumpulan buku-buku, bahan-bahan tertulis serta referensi-referensi yang relevan dengan penelitian atau riset. Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Selain itu seorang penelitian dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. Dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan studi kepustakaan peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya.


Penggunaan studi kepustakaan atau studi literatur ini biasanya juga disesuaikan dengan topik penelitian yang diambil sahabat data. Hal ini dikarenakan tujuan pengambilan data melalui studi literatur ditujukan untuk mencari celah dan memberikan inspirasi dalam melakukan pengumpulan data khususnya data sekunder. Terlebih lagi, penggunaan data sekunder sangat tepat digunakan untuk menganalisis suatu peristiwa berdasarkan runtun waktu atau time series. Seperti misalnya pengaruh neraca perdagangan suatu negara terhadap indikator makro. Data-data yang biasanya dikumpulkan untuk menangkap fenomena ini adalah data makro negara yang akan dianalisis maupun data lainnya yang relevan dengan variabel yang akan dianalisis. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan data sekunder terbilang versatile karena bisa digunakan oleh penelitian sudut pandang keilmuan apapun dan fenomena apapun. Dengan demikian, seorang peneliti biasanya sudah memiliki tujuan mau kemana data ini akan dicari dan didapatkan. Tidak ada salahnya, jika sahabat data bisa menggunakan pendekatan studi literatur sebagai langkah awal melakukan pengumpulan data sekunder. Jangan khawatir sahabat data DQLab kita akan merangkumnya untuk menjawab keraguan kamu. Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas tentang studi literatur dalam mengumpulkan data sekunder khususnya pada sebuah riset. Hal ini tentunya sangat penting untuk peneliti pemula maupun profesional dalam melakukan prosedur pengambilan data sekunder. Pastikan simak baik-baik dan keep scrolling on this article guys!


1. Tujuan Penggunaan Studi Literatur

Peneliti akan melakukan studi kepustakaan baik sebelum maupun selama peneliti melakukan penelitian. Studi kepustakaan memuat sistematis tentang kajian literatur dan hasil penelitian sebelumnya yang ada hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan dan diusahakan menunjukkan kondisi mutakhir dari bidang ilmu tersebut "the state of the art", studi kepustakaan yang dilakukan sebelum melakukan penelitian yang bertujuan untuk.

1.Menemukan sebuah masalah guna diteliti.

2.Mencari informasi yang relevan dengan masalah yang bakal diteliti.

3.Mengkaji sejumlah teori dasar yang relevan dengan masalah yang bakal diteliti.

4.Mencari landasan teori yang adalahpedoman untuk pendekatan solusi masalah dan pemikiran guna perumusan hipotesis yang bakal diuji dalam penelitian.

5.Memperdalam pengetahuan peneliti mengenai masalah dan bidang yang bakal diteliti.Mengkaji hasil-hasil riset terdahulu yang terdapat kaitannya dengan riset yang bakal dilakukan.


Baca juga : Data Analisis : 2 Jenis Metode yang Penting Untuk Kamu Tahu dalam Analisis Data


2. Strategi Penggunaan Studi Literatur

Peneliti sebaiknya sudah menentukan lebih dahulu sumber informasi apa yang akan diperiksa. Urutan kegiatan secara efektif dapat dimulai dengan mencari informasi referensi yang bersifat umum sebelum menuju ke pencarian yang lebih khusus, untuk melakukan pencarian informasi diperlukan langkah-langkah berikut ini:

1.Mendaftar semua variabel yang perlu diteliti.

2.Mencari setiap variabel pada "subject encyclopedia".

3.Memilih deskripsi bahan-bahan yang diperlukan dari sumber-sumber yang tersedia.


Baca juga : Langkah-Langkah Menggunakan Teknik Analisis Data Kualitatif




3. Metode Pengumpulan Studi Literatur

Adapun cara yang dapat dipakai dalam riset kepustakaan, antara lain:

Pencarian kata kunci

Cari keyword yang relevan dalam katalog, indeks, mesin pencari, dan sumber teks lengkap. Hal ini bermanfaat baik guna mempersempit penelusuran ke judul subjek tertentu dan untuk mengejar sumber yang tidak diciduk di bawah judul subjek yang relevan.

Pencarian subjek

Judul Subjek ialah istilah atau frasa eksklusif yang dipakai secara konsisten oleh indeks online atau cetak untuk mencerminkan tentang kitab atau tulisan jurnal. Ini berlaku guna katalog perpustakaan serta tidak sedikit basis data perpustakaan lainnya.

Cari kitab dan tulisan ilmiah terkini

Dalam katalog dan basis data, urutkan menurut tanggal terbaru dan cari buku-buku dari majalah ilmiah dan tulisan dari jurnal ilmiah. Semakin baru sumbernya, semakin tidak sedikit referensi dan kutipan terbaru.

Pencarian kutipan dalam sumber-sumber ilmiah

Lacak referensi, daftar kaki, daftar akhir, kutipan, dll dalam bacaan yang relevan. Cari kitab atau jurnal tertentu di Katalog perpustakaan. Teknik ini menolong Anda menjadi unsur dari pembicaraan ilmiah mengenai topik tertentu.


4. Yuk, Belajar Data Science Gratis di DQLab Selama 1 Bulan!

Gunakan Kode Voucher "DQTRIAL", dan simak informasi di bawah ini mendapatkan 30 Hari FREE TRIAL:

1.Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

2.Buka academy.dqlab.id dan pilih menu redeem voucher

3.Redeem voucher "DQTRIAL" dan check menu my profile untuk melihat masa subscription yang sudah terakumulasi.

4.Selamat, akun kamu sudah terupgrade, dan kamu bisa mulai Belajar Data Science GRATIS 1 bulan.


Penulis: Reyvan Maulid Pradistya

Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!