SUPER 6.6 SALE! DISKON 96%
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 120K!

0 Hari 3 Jam 22 Menit 23 Detik

Panduan Mudah Pemrograman Python Dasar untuk Pemula

Belajar Data Science di Rumah 20-Oktober-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3-longtail-kamis-01-2023-10-20-130952_x_Thumbnail800.jpg

Python menjadi salah satu bahasa pemrograman yang populer baik bagi kalangan developer ataupun profesi data. Karena sintaksnya yang mudah dipahami, maka banyak pemula yang tertarik untuk mempelajarinya juga. Nah, sebelum bisa menuliskan code yang kompleks, penting loh untuk tahu dasar-dasar Python terlebih dahulu.


Dalam artikel kali ini, akan diberikan panduan pemrograman Python dasar yang bisa kalian gunakan sebagai acuan belajar. Pembahasannya meliputi pengenalan, dasar-dasar Python, struktur yang dimiliki, serta contoh praktik menulis code yang sederhana. Yuk langsung simak dan praktikkan contohnya!


1. Pengenalan Pemrograman Python

Pemrograman Python adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling populer dan banyak digunakan saat ini. Kelebihan utamanya adalah fleksibel sehingga bisa digunakan untuk web developer, data analyst, kecerdasan buatan, hingga pengembangan perangkat lunak.


Bahasa pemrograman ini juga memiliki dukungan komunitas yang sangat besar. Artinya ada banyak sumber daya, tutorial, dan library yang dapat membantu kalian dalam menyelesaikan proyek menggunakan Python.


Dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain yang memerlukan penulisan kode yang rumit, Python bisa ditulis dengan lebih ringkas. Misalnya, menggunakan indentasi (spasi atau tab) untuk menandai blok kode, yang membuatnya mudah dibaca dan dipahami.


Hal ini mempermudah para pemula untuk memahami struktur dasar pemrograman dan fokus pada konsep dasar seperti variabel, loop, dan fungsi.


Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


2. Dasar-dasar Python

Sebelum belajar lebih lanjut cara membuat code, mari pahami dulu beberapa dasar-dasar Python. Di sini akan dibahas apa itu variabel, tipe data, dan operasi. Dalam Python, variabel digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses dan diubah selama eksekusi program.


Setiap variabel memiliki tipe data yang menggambarkan jenis nilai yang dapat disimpannya. Misalnya, kalian menggunakan variabel umur untuk menyimpan nilai usia. Kemudian Python akan menentukan tipe data variabel tersebut berdasarkan nilai yang kalian berikan, apakah itu angka bulat, desimal, atau teks.


Python mendukung berbagai tipe data, termasuk integer (bilangan bulat), float (bilangan desimal), string (teks), boolean (True atau False), dan banyak lagi. Dengan menggunakan tipe data ini, kalian dapat melakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian menggunakan variabel yang sesuai.


Selain itu, Python juga menyediakan operator perbandingan seperti == (sama dengan), != (tidak sama dengan), < (kurang dari), dan > (lebih dari), sehingga kalian lebih mudah membandingkan nilai variabel.


Ada juga tipe data string dalam Python yang digunakan untuk menyimpan teks. Python menyediakan berbagai operasi string, seperti penggabungan string (concatenation), pemotongan string (slicing), pencarian teks (search), dan penggantian teks (replacement).


Misalnya, menggabungkan dua string menggunakan operator + atau melakukan pemotongan string untuk mendapatkan potongan teks tertentu. Operasi-operasi ini  bisa dimanfaatkan untuk memanipulasi teks terutama untuk kebutuhan pembuatan pesan, manipulasi file teks, atau pengolahan data berbasis teks.


3. Struktur Dasar Python

Dalam pemrograman Python, struktur data adalah cara untuk mengatur dan menyimpan data dalam program. Ada beberapa jenis struktur data dasar di Python, termasuk list, tuple, set, dan dictionary. List adalah struktur data yang memungkinkan penyimpanan kumpulan elemen dengan berbagai tipe data.


List bersifat dinamis, artinya kalian dapat menambahkan, menghapus, atau mengubah elemen-elemen dalam list sesuai kebutuhan. Misalnya, membuat list angka [1, 2, 3] atau list string ['apel', 'pisang', 'mangga']. Dengan menggunakan indeks, kalian dapat mengakses elemen-elemen individu dalam list.


Tuple adalah struktur data yang mirip dengan list, namun bersifat tidak dapat diubah (immutable). Artinya, setelah sebuah tuple dibuat, elemennya tidak dapat diubah atau ditambahkan lagi. Tuple sering digunakan untuk menyimpan data yang bersifat statis, misalnya, koordinat geografis atau data yang tidak boleh berubah selama eksekusi program.


Tuple ditulis dengan elemen-elemen yang dipisahkan oleh koma dan seringkali dikelilingi oleh tanda kurung, seperti (1, 2, 3) atau ('apel', 'pisang', 'mangga').


Set adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan kumpulan nilai unik tanpa urutan tertentu. Set sangat dibutuhkan ketika kalian perlu memastikan bahwa tidak ada duplikasi nilai dalam kumpulan data.


Set bisa berisi elemen-elemen dari berbagai tipe data, termasuk angka, string, dan bahkan objek. Kalian dapat menggunakan operasi matematika set seperti gabungan, irisan, dan perbedaan untuk memanipulasi set dengan cara yang berguna. Misalnya, set {'apel', 'pisang', 'mangga'} akan menyimpan nilai-nilai unik dan memungkinkan operasi-operasi set di antara mereka.


Sedangkan dictionary adalah struktur data yang menggunakan pasangan kunci-nilai untuk menyimpan data. Setiap elemen dalam dictionary terdiri dari kunci yang bersifat unik dan nilai yang terkait dengannya.


Dictionary sangat berguna untuk memetakan data dengan cara yang terstruktur dan mudah diakses. Misalnya, dictionary {'nama': 'John', 'usia': 30, 'pekerjaan': 'pengembang'} menyimpan informasi terkait nama, usia, dan pekerjaan dengan menggunakan kunci yang sesuai. Dictionary adalah struktur data yang sangat fleksibel dan sering digunakan dalam pemrograman Python untuk mengelola data yang kompleks dan terstruktur.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


4. Proyek Sederhana Python

Untuk bisa menuliskan code Python yang kompleks, tentunya kalian perlu belajar dari menulis code sederhana dulu kan? Nah, kalian bisa memulai dengan tutorial menghitung luas segitiga berikut.


4.1 Meminta Input

Mulailah dengan meminta input, yaitu panjang alas dan tinggi segitiga. Kita akan menggunakan fungsi input() untuk mendapatkan input dari pengguna. Berikut adalah contohnya:

Python


4.2 Menghitung luas segitiga

Setelah mendapatkan input alas dan tinggi, kita dapat menghitung luas segitiga menggunakan rumus (alas * tinggi) / 2:

Python


4.3 Menampilkan hasil

Terakhir, kita tampilkan hasil perhitungan luas segitiga ke pengguna:

Python

Jika ditulis dalam code lengkap, tampilannya akan seperti ini.

Python


Simpan file dengan nama misalnya hitung_luas_segitiga.py. Jalankan program dengan menggunakan terminal atau command prompt:

Python


Tertarik untuk belajar Python lebih lanjut? DQLab siap membantu kalian! DQLab adalah platform belajar online yang memiliki metode  HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula.


Menariknya lagi, DQLab juga mengintegrasikan modulnya dengan fitur ChatGPT nih! Fungsinya untuk apa?

  • Membantumu mendapatkan penjelasan dari code yang sedang dipelajari.

  • Membantumu menemukan code yang salah atau tidak sesuai. 

  • Memberikan alternatif solusi dari problem/error yang kalian temukan.


Jadi, tunggu apalagi? Nikmati pengalaman belajar praktis dan menyenangkan di DQLab dengan Sign Up segera di sini atau ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python!


Penulis : Dita Feby 

Editor : Annissa Widya

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login