PROMO PUNCAK LEBARAN DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan BERSERTIFIKAT hanya Rp 99K!

1 Hari 6 Jam 14 Menit 6 Detik

Pelatihan Excel Tingkat Lanjut untuk Upgrade Skill

Belajar Data Science di Rumah 30-Januari-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/34e92d4958eb44e53f97b42d068de710_x_Thumbnail800.jpeg

Excel menjadi tools dasar yang harus dikuasai oleh seorang praktisi data. Fitur yang cukup lengkap dan kemudahan penggunaannya menjadi tools yang cocok dipelajari oleh pemula. Sahabat DQ dapat menggunakan Excel untuk proses analisis data dan visualisasi data sederhana tanpa harus memiliki dasar pemrograman. Biasanya Excel digunakan untuk laporan keuangan, penyimpanan data karyawan atau customer, atau perhitungan sederhana dalam pengolahan data. Penting bagi Sahabat DQ untuk menguasai Excel agar menjadi praktisi data profesional.


Ada beberapa kemampuan Excel tingkat lanjut yang juga perlu dimiliki oleh praktisi data agar produktivitas kerjanya meningkat. Ini dibutuhkan agar rumus yang sering digunakan untuk berulang dapat diefisienkan, visualisasi data dapat terlihat lebih ringkas, atau dapat juga digunakan untuk membuat rumus-rumus personal yang tidak ada pada bawaan Excel. Apa saja kemampuan tersebut? Pelatihan seperti apa yang bisa membantu kalian meningkatkan kemampuan ini? Yuk cari tahu dengan membaca penjelasan berikut!


1. Kemampuan Penggunaan Macros

Excel

Macro adalah sebuah otomasi di microsoft excel berisi perintah-perintah berurutan yang berfungsi untuk melakukan tugas-tugas berulang atau repetitif. Makro dituliskan pada Visual Basic for Applications (VBA) yaitu bahasa pemrograman khusus berorientasi objek untuk aplikasi yang ada pada Microsoft Office. Visual Basic for Application (VBA) mengontrol objek-objek di dalam aplikasi Excel yaitu cell, range, table, chart, PivotTable dan lain sebagainya. Fungsi macro ini dalam Excel dikenal sebagai User Defined Function (UDF). Lebih jelasnya berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan pada Macro.

  • Fungsi Macro adalah untuk menuliskan pekerjaan yang banyak, berulang, dan monoton dengan sekali klik. Jika kalian melakukannya secara manual, tentu akan memakan banyak waktu.

  • Kalian dapat merekamnya menggunakan Macro dengan cara mengubah setting pada macro security level di Ms. Excel dengan cara tools ->macro -> security

  • Atur security di level medium untuk menghindari file Excel yang mengandung virus Macro. Tinggal aktifkan menu enable atau disable macro di file Excel tersebut

Kalian juga dapat membuat fungsi yang belum ada pada bawaan Excel dengan menggunakan Macro. Berikut cara yang bisa kalian lakukan.

  • Pertama kalian harus membuka Visual Basic Editor (VBE) dari Ribbon.

  • Klik Tab Developer pada Menu Ribbon untuk menampilkan Tab Developer di Ms. Excel.

  • Lalu terlihat jendela Visual Basic/VBA.

  • Klik Menu Module, yang akan menambahkan module pada file Excel sebagai tempat penulisan coding rumus atau fungsi.

  • Terlihat jendela module. Masukkan kode pada module tersebut, misalnya kalian akan menghitung kecepatan=jarak/waktu, formula dalam Excel yaitu =20/10. Ini bisa berubah menjadi =kecepatan(jarak, waktu) atau =kecepatan(20,10). Jadi rumusnya Function kecepatan (jarak As Integer, waktu As Integer)

  • Save as file excel dengan tipe Excel Macro-enabled Workbook sehingga nanti fungsi yang dibuat ini dapat digunakan lagi seperti halnya dengan fungsi Excel lainnya.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Kemampuan Penggunaan PivotTables

Excel

Pivot table adalah fitur yang dapat digunakan untuk menghitung dan menganalisis data yang terkesan rumit menjadi lebih sederhana. Berikut cara sederhana praktik membuat pivot table yang bisa kalian coba.

  • Buka data yang ingin diolah. Langkah pertama adalah membuka file dan data yang ingin kamu olah menjadi pivot table.

  • Seleksi data. Setelah datamu terbuka, berikutnya adalah menyeleksi data yang ingin diolah kedalam menjadi pivot table. Adapun data yang akan kalian seleksi ini nantinya masuk dan menjadi poin untuk yang bisa diatur dalam pivot table.

  • Selanjutnya adalah pergi ke menu bar dan klik “Insert”, kemudian pilih fitur pivot table yang ada di paling kiri menu.

  • Nantinya setelah mengklik pivot table, maka secara otomatis akan muncul halaman popup dengan tulisan “Create PivotTable”

  • Pada halaman tersebut kalian bisa mengatur bagian tabel yang ingin diseleksi. Selain itu, kalian juga bisa menentukan lokasi pivot table yang akan dibuat. 

  • Nantinya ada tambahan tabel baru (PivotTable Fields) yang berfungsi untuk mengatur isi dari pivot table yang sedang dibuat. Adapun di tabel tersebut berisi pilihan kolom-kolom ada pada tabel data sebelumnya. Kalian bisa mengatur pilihan kolom tersebut untuk dianalisis.

  • Langkah selanjutnya pilih dan tarik poin-poin yang ingin kamu analisis ke dalam 4 kolom yang ada di PivotTable Fields. 


3. Kemampuan Menerapkan Conditional Formatting

Excel

Fungsi conditional formatting adalah untuk memungkinkan pengguna mengaplikasikan formatting khusus terhadap cell yang memiliki kriteria khusus. Conditional formatting sering menggunakan format berbasis warna untuk menandai, menunjukkan, atau membedakan sekelompok informasi dari sekumpulan data yang tersimpan dalam file database. Berikut ini adalah beberapa fungsi conditional formatting yang dapat kalian gunakan.

  • Logika If-Then. Setiap rules dalam conditional formatting pada dasarnya dibuat berdasarkan logika if-then sederhana: ketika kriteria X adalah benar, maka formatting Y akan diaplikasikan dalam cell tersebut.

  • Present conditions. Dalam Excel, kalian dapat menemukan rules preset, atau pengaturan fungsi  yang sudah diatur sebelumnya, untuk membantu pemula mengaplikasikan formatting yang diinginkan.

  • Custom conditions. Untuk situasi di mana kalian harus memanipulasi preset condition, seperti yang sudah diungkap sebelumnya, kalian dapat menggunakan fungsi ini untuk menciptakan rules unik.

  • Multiple conditions. Fungsi terakhir adalah dengan mengaplikasikan sejumlah rules untuk satu cell atau lebih. Rules yang diterapkan dapat terdiri dari sejumlah layer yang akan diterapkan sesuai dengan urutannya.


Baca juga : Kenali Rumus IF pada 3 Kondisi dengan Excel


4. Asah Kemampuan Excel Tingkat Lanjut di DQLab!

Kemampuan yang disebutkan di atas hanya dapat dimiliki oleh praktisi data jika sering berlatih dan menyelesaikan beragam permasalahan atau studi kasus. Nah bagi kalian yang tertarik belajar lebih dalam berkaitan dengan Excel tingkat lanjut, DQLab menyediakan pelatihan yang cocok untuk pemula. 

Excel

Modul pembelajarannya lengkap dari teori dasar, praktik mendalam, dan lebih luas juga diajarkan tentang analisis data. Jadi kalian tidak hanya mahir secara penggunaan fungsi atau rumus tapi juga mampu menerapkannya dalam mengambil informasi dalam sekumpulan data. 


Yuk tunggu apa lagi, segera Sign Up di DQLab dan nikmati pembelajaran yang mudah dan menyenangkan!

Penulis : Dita Feby 

Editor : Annissa Widya  


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login