SPESIAL HUT DQLAB!! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!
0 Hari 1 Jam 33 Menit 12 Detik

Pemanfaatan Google BigQuery dalam Ilmu Data Science

Belajar Data Science di Rumah 18-Juli-2025
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/2-longtail-jumat-05-3-2023-08-01-232038_x_Thumbnail800.jpg

Di tengah laju transformasi digital yang makin menggila, data kini sudah bukan lagi sekedar aset formalitas saja. Melainkan fondasi utama pengambilan keputusan yang cerdas dan cepat. Setiap klik di e-commerce, scroll di media sosial, hingga deteksi suhu oleh perangkat IoT, semuanya menghasilkan jejak data dalam jumlah yang luar biasa. Bahkan menurut Statista (2024), setiap harinya dunia menghasilkan lebih dari 328 juta terabyte data. Ini bukanlah angka yang kecil, melainkan tsunami data yang membutuhkan pendekatan canggih untuk dipahami.

Menariknya, bukan hanya raksasa teknologi yang terdorong mengelola data. UMKM, akademisi, startup, hingga sektor pemerintahan kini berlomba-lomba menggali insight dari data untuk memahami perilaku pengguna, meningkatkan efisiensi, hingga menciptakan inovasi. Namun, di balik potensi besar itu, muncul tantangan besar pula “Bagaimana mengolah miliaran baris data dalam waktu singkat, tanpa membuat sistem kolaps atau anggaran jebol?”.

Inilah momen saat Google BigQuery tampil sebagai game-changer dalam dunia pengolahan data besar. Bukan hanya cepat dan skalabel, BigQuery memungkinkan siapa saja, mulai dari mahasiswa hingga profesional data, menjalankan analisis skala industri hanya dengan kueri SQL dan koneksi internet. Bagaimana caranya? Mari kita kupas tuntas berikut ini!


1. Mengenal Platform BigQuery

BigQuery adalah platform data warehouse berbasis cloud milik Google yang dirancang khusus untuk menganalisis volume data dalam skala besar menggunakan kekuatan infrastruktur Google. Layanan ini mampu memproses terabyte bahkan petabyte data hanya dalam hitungan detik hingga menit dengan memanfaatkan teknologi distributed computing dan arsitektur kolom (columnar storage). Tidak seperti sistem basis data tradisional, BigQuery memungkinkan pengguna menjalankan kueri SQL tanpa perlu repot memikirkan pengaturan server, kapasitas penyimpanan, atau waktu pemeliharaan sistem.

Menurut Google Cloud (2023), "BigQuery is a fully managed, serverless data warehouse that enables scalable analysis over petabytes of data." Hal ini menjadikannya pilihan menarik bagi praktisi data dari berbagai latar belakang. Baik data analyst, data engineer, hingga decision maker non-teknis yang ingin mendapatkan hasil analisis dengan cepat dan efisien.


2. Mengapa Pengolahan Data Besar dengan BigQuery Itu Penting?

Bayangkan kamu adalah seorang data analyst di perusahaan e-commerce yang harus menganalisis data transaksi harian sebanyak 10 juta baris. Dengan tools konvensional seperti Excel atau bahkan PostgreSQL, proses ini bisa memakan waktu lama atau bahkan crash. BigQuery hadir untuk menjawab persoalan ini dengan kecepatan tinggi, skalabilitas, dan efisiensi biaya.

Keunggulan BigQuery tak hanya terletak pada kecepatannya, tetapi juga pada kemudahan integrasinya dengan berbagai ekosistem Google lainnya seperti Google Sheets, Looker Studio, hingga Vertex AI. Ini menjadikannya alat strategis dalam mempercepat data-to-insight pipeline.

Sebuah studi dari Enterprise Strategy Group (ESG, 2022) menyebutkan bahwa organisasi yang menggunakan BigQuery mampu mempercepat analisis data hingga 27% dan menghemat biaya hingga 34% dibandingkan solusi on-premise lainnya. Ini sangat relevan untuk organisasi yang ingin meningkatkan efisiensi operasional tanpa investasi besar di sisi infrastruktur.

Bagi pelajar, mahasiswa, hingga job seeker yang tertarik berkarier di bidang data, menguasai BigQuery membuka peluang besar, terutama di perusahaan yang memprioritaskan cloud-first data stack. Industri seperti fintech, edtech, logistics, hingga healthtech kini mengandalkan BigQuery untuk analisis cepat dalam skala besar (Forbes, 2023).


Baca juga: Data Analyst vs Data Scientist


3. Cara Implementasi Menggunakan BigQuery

Bekerja dengan BigQuery sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Kamu hanya perlu memahami konsep dasar SQL dan memiliki akun Google Cloud. Berikut adalah langkah-langkah umumnya:

  1. Pertama, buat project di Google Cloud Console. Setelah itu, aktifkan BigQuery API dan akses dashboard BigQuery. Kamu bisa mengimpor data dari berbagai sumber seperti CSV, JSON, Google Sheets, atau langsung dari Cloud Storage.

  2. Langkah selanjutnya adalah membuat dataset dan tabel. Setelah data berhasil diunggah, kamu bisa langsung menjalankan kueri SQL dari interface BigQuery. Misalnya:

SELECT product_category, COUNT(*) as total_sales

FROM `project_id.dataset_id.sales_data`

GROUP BY product_category

ORDER BY total_sales DESC;

Menurut dokumentasi Google Cloud (2023), BigQuery juga mendukung federated queries, yaitu kemampuan menganalisis data dari berbagai sumber (seperti Google Drive, Cloud Storage, atau Bigtable) tanpa perlu menggabungkannya secara fisik.

Kelebihan lainnya, BigQuery mendukung fitur scheduled queries, machine learning bawaan (BigQuery ML), dan integrasi visualisasi dengan Looker Studio. Dengan fitur ini, proses analisis menjadi otomatis dan bisa dipantau secara real-time, cocok untuk perusahaan yang membutuhkan dashboard harian atau laporan rutin.


Baca juga: Bootcamp Data Analyst with Python & SQL


4. Pertimbangan Penting saat Menggunakan BigQuery

Meskipun BigQuery sangat powerful, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama dari sisi efisiensi dan biaya. BigQuery menggunakan sistem on-demand pricing berdasarkan jumlah data yang dipindai setiap kueri. Oleh karena itu, semakin besar data yang dikueri, semakin tinggi biayanya.

Tips hematnya adalah dengan melakukan partisi dan klasterisasi tabel. Partisi akan membagi data berdasarkan kolom tertentu (misalnya tanggal), sehingga saat kamu menjalankan kueri hanya sebagian data yang dibaca. Klasterisasi membantu mengurutkan data di dalam tabel berdasarkan kolom tertentu, mempercepat proses pencarian dan pengolahan data.

Google Cloud (2023) menjelaskan, "Efficient SQL practices, such as avoiding SELECT , using filters early, and limiting JOIN scope, can reduce query costs significantly." Maka dari itu, penting bagi pengguna untuk belajar menulis kueri yang efisien, dan tidak hanya “asal jalan.”

Selain itu, pastikan kamu mengecek query execution plan setiap selesai menjalankan kueri. Informasi ini dapat membantumu mengidentifikasi bottleneck dalam proses analisis dan memberikan wawasan untuk optimasi lanjutan.


FAQ

Q: Apakah BigQuery bisa digunakan gratis?
A: Ya. Berdasarkan ketentuan Google Cloud Free Tier (2024), pengguna mendapatkan kuota gratis 1 TB per bulan untuk kueri dan 10 GB untuk penyimpanan.

Q: Apakah BigQuery cocok untuk pemula?
A: Sangat cocok. BigQuery menggunakan SQL yang familiar, dan memiliki dokumentasi serta tutorial resmi dari Google (2023) yang ramah bagi pemula.

Q: Apa perbedaan BigQuery dengan SQL biasa?
A: BigQuery menggunakan SQL untuk menulis kueri, tetapi dijalankan di atas infrastruktur cloud milik Google. Hasilnya, performa dan skalabilitasnya jauh lebih tinggi daripada SQL tradisional pada database lokal.


Jadi, jangan cuma nunggu. Mulai riset tempat belajar yang tepat, cari beasiswa, dan rancang langkahmu mulai dari sekarang. Butuh bantuan cari info pendidikan data di dalam dan luar negeri atau jalur karier data analyst? Yuk, segera Sign Up ke DQLab! Di sini, kamu bisa belajar dari dasar hingga tingkat lanjut dengan materi dan tools yang relevan dengan kebutuhan industri, bahkan tanpa latar belakang IT. Belajar kapan saja dan di mana saja dengan fleksibilitas penuh, serta didukung oleh fitur eksklusif Ask AI Chatbot 24 jam!

Tidak cuma itu, DQLab juga sudah menerapkan metode pembelajaran HERO (Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based) yang dirancang ramah untuk pemula, dan telah terbukti mencetak talenta unggulan yang sukses berkarier di bidang data. Jadi, mau tunggu apa lagi? Segera persiapkan diri untuk menguasai keterampilan di bidang data dan teknologi dengan subscribe modul premium, atau ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python sekarang juga!


Penulis: Lisya Zuliasyari

Postingan Terkait

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini