Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, dan Excel GRATIS
 SIGN UP  

Pengertian Data Sekunder, Ciri-Ciri dan Metode yang Digunakan

Belajar Data Science di Rumah 09-Desember-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/06b3d7ab459d22f995b25ffda51b4aa3_x_Thumbnail800.png

Suatu penelitian pastinya membutuhkan data yang akan digunakan sebagai bahan analisis. Ada banyak jenis data yang bisa digunakan dalam penelitian salah satunya data sekunder. Data sekunder termasuk dalam jenis data berdasarkan cara memperolehnya. Perbedaan utama data ada pada proses pengambilannya. Misalnya jenis data berdasarkan waktu pengumpulannya, jenis data berdasarkan sifatnya, dan lain sebagainya. 


Peneliti harus tahu data apa yang tepat untuk penelitiannya. Tanpa adanya data, penelitian tidak bisa dijalankan karena data merupakan komponen utama penelitian. Dengan memahami data kita akan bisa menerapkan metode pengolahan yang sesuai. Jika data dan metode pengolahannya tidak sesuai bisa mempengaruhi hasil analisis dan penarikan kesimpulan yang kurang tepat. Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai data sekunder mulai dari pengertian, ciri-cirinya, hingga metode yang digunakan. Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!


1. Pengertian Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh tidak dari sumber utama atau objek penelitian secara langsung. Data sekunder berasal dari sumber kesekian. Artinya, peneliti tidak merasakan terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data. Jenis data ini tidak rumit dalam proses pengumpulannya. Kamu dapat menemukan data sekunder melalui perpustakaan, buku, koran, dan lain sebagainya. Fungsi data sekunder dalam penelitian adalah sebagai penunjang atau pelengkap data primer. Jika saat melakukan penelitian data primer dirasa kurang cukup, data sekunder akan ditambahkan agar meningkatkan kualitas penelitian. Hal ini juga bisa menambah wawasan peneliti terhadap tema maupun tujuan penelitian yang sedang dikerjakan. 


Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder, Apa Saja Sumber Data yang Bisa Digunakan?


2. Ciri-Ciri Data Sekunder

Seperti apa ciri-ciri data sekunder? Perlu diingat kembali bahwa data sekunder merupakan data dari sumber sekunder. Pada poin sebelumnya juga disebutkan fungsi data sekunder adalah sebagai data pendukung. Mengapa? Karena data sekunder memiliki tingkat akurasi yang kurang dan potensi kekeliruan atau kesalahpahaman terhadap data yang tinggi. Meski begitu ada juga penelitian yang hanya menggunakan data sekunder yang disebut meta-study. Jadi ciri-ciri data sekunder adalah bersumber dari pihak lain atau pihak ketiga dan datanya bersifat sebagai pendukung. 


3. Metode Pengumpulan dan Prosedur Analisis Data

Data sekunder dapat dikumpulkan dengan beberapa metode yaitu sebagai berikut:

  • Studi literatur yaitu meneliti suatu dokumen untuk ditarik kesimpulan atau makna dari dokumen tersebut. Metode ini sering digunakan dan relatif lebih mudah. Contoh sumber untuk studi literatur adalah Badan Pusat Statistik. 

  • Analisis media yaitu melihat atau mengamati respon di sosial media terhadap sebuah fenomena yang terjadi. Dengan analisis media kita bisa mendapatkan gambaran secara menyeluruh terkait kondisi lapangan tanpa terjun langsung ke lapangan.

Prosedur analisis data yang pertama yaitu mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penelitian dan disimpan dalam format tertentu. Kemudian lakukan normalisasi data untuk menyetarakan data karena data yang dikumpulkan biasanya tidak setara antara data satu dengan yang lainnya. Hal ini akan memudahkan tahap selanjutnya yaitu analisis. Pada tahap analisis akan dilakukan perhitungan, tabulasi data, pemetaan data, dan lainnya untuk menghasilkan sebuah informasi. 


4. Kelebihan dan Kekurangan Data Sekunder

Teman-teman data mungkin bertanya-tanya apakah kelebihan data sekunder? Dari poin-poin yang sudah dibahas di atas sebenarnya kita sudah bisa menyimpulkan kelebihannya. Data sekunder lebih mudah saat pengumpulan data karena tidak perlu terjun langsung ke lapangan. Kita bisa mendapatkannya dari jurnal, media cetak dan elektronik, karya ilmiah, pusat data, website resmi BPS, dan lain sebagainya. Dari segi biaya pengumpulan data sekunder juga lebih murah. Kekurangan data sekunder ada pada akurasi data karena kita tidak tahu data yang kita peroleh apakah lengkap atau sudah ada yang berkurang. Jadi butuh ketelitian ekstra dari peneliti untuk memilih sumber data sekunder yang dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu juga bisa saja data sekunder yang ditemukan sesuai dengan tema penelitian namun kurang relevan dengan kondisi saat ini. 


Baca juga : Metode Pengumpulan Data Sekunder, Bisa Menggunakan Apa Saja Sih?


5. Pelajari Jenis Data dan Pengolahannya di DQLab

Selain data sekunder, masih banyak jenis data lainnya yang wajib kamu pelajari jika ingin menjadi praktisi data. Tugas seorang praktisi data seperti Data Analyst adalah mengumpulkan dan menganalisis data besar atau big data. Sehingga perlu pemahaman mendalam tentang data. Bagi kamu yang masih pemula di dunia data, jangan khawatir. Kamu bisa mempelai jenis data serta pengolahan datanya di DQLab. Disini kamu bisa mengakses modul gratis dan juga mendapat sertifikatnya. Daftar di DQLab.id dan pilih paket belajar yang kamu inginkan. 


Penulis: Dita Kurniasari

Editor: Annissa Widya


Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!