GEBRAKAN TAHUN BARU!! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!
0 Hari 8 Jam 28 Menit 15 Detik

Peran Analisis Data dalam Pengambilan Keputusan

Belajar Data Science di Rumah 06-Oktober-2025
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3-longtail-senin-03-2023-11-30-154035_x_Thumbnail800.jpg

Di era banjir informasi, setiap organisasi berlomba membuat keputusan yang cepat dan tepat. Namun, keputusan yang hanya mengandalkan intuisi sering kali berisiko. Bayangkan seorang manajer marketing yang mengeluarkan miliaran rupiah untuk kampanye iklan tanpa tahu produk mana yang paling diminati pelanggan. Hasilnya? Anggaran habis, tetapi dampak penjualannya minim.

Di sinilah peran analisis data dalam pengambilan keputusan menjadi krusial. Dengan analisis data, sebuah perusahaan tidak lagi sekadar “menebak” arah pasar, melainkan bisa membaca pola, memahami perilaku konsumen, hingga memprediksi tren ke depan. Itulah sebabnya profesi data analyst semakin dibutuhkan di berbagai industri, mulai dari ritel, keuangan, kesehatan, hingga teknologi.


1. Membuat Keputusan Lebih Objektif dan Terukur

Tanpa data, keputusan sering subjektif. Analisis data memungkinkan organisasi melihat fakta yang ada. Misalnya, perusahaan e-commerce menggunakan data transaksi untuk mengetahui kategori produk paling laku di musim tertentu. Hasil analisis ini menjadi dasar penentuan strategi stok barang.

Contoh nyata: Amazon tidak mungkin bisa memberikan rekomendasi personal kepada jutaan pelanggan hanya dengan intuisi. Mereka mengandalkan data purchase history untuk mengambil keputusan otomatis tentang produk apa yang perlu ditampilkan di homepage masing-masing pengguna.


Baca juga: Bootcamp Data Analyst with Python & SQL


2. Memprediksi Tren Masa Depan dengan Lebih Akurat

Analisis data bukan hanya menjelaskan apa yang terjadi, tapi juga memperkirakan apa yang akan datang. Dengan teknik predictive analytics, perusahaan bisa melihat kecenderungan pasar.

Contoh nyata: Netflix menggunakan analisis data untuk memprediksi tren tontonan. Hasilnya, mereka berani berinvestasi membuat serial original yang sesuai dengan preferensi pelanggan. Contohnya, data menunjukkan tingginya minat pada genre sci-fi, sehingga lahirlah serial seperti Stranger Things.

Bagi perusahaan, kemampuan prediksi seperti ini adalah emas karena bisa mengurangi risiko gagal produk.


3. Mengurangi Risiko Kerugian dan Meningkatkan Keamanan

Data analyst membantu organisasi melihat risiko sebelum benar-benar terjadi. Dengan analisis historis, perusahaan bisa membuat model prediksi yang mendeteksi potensi masalah.

Contoh nyata: Bank menggunakan analisis data untuk mendeteksi transaksi mencurigakan. Algoritma fraud detection akan menandai aktivitas abnormal, misalnya penggunaan kartu kredit di dua negara berbeda dalam waktu bersamaan. Dengan begitu, bank bisa mencegah kerugian besar akibat penipuan.

Hal serupa juga terjadi di industri kesehatan. Rumah sakit menggunakan data untuk memprediksi risiko komplikasi pasien sehingga dokter bisa mengambil tindakan preventif lebih cepat.


4. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Analisis data juga penting untuk efisiensi internal. Perusahaan logistik, misalnya, bisa menganalisis data rute pengiriman untuk mencari jalur tercepat dan termurah. Hasilnya, biaya transportasi turun, kepuasan pelanggan naik.

Contoh nyata: UPS, salah satu perusahaan logistik terbesar di dunia, menghemat jutaan dolar setiap tahun dengan menganalisis data rute pengiriman dan memutuskan truk mereka sebaiknya tidak terlalu sering belok kiri. Analisis sederhana ini mengurangi waktu perjalanan, bahan bakar, dan emisi karbon.

Inilah contoh nyata bagaimana analisis data mendorong keputusan operasional yang sangat berdampak.


5. Mendukung Inovasi Produk dan Strategi Bisnis

Data analyst tidak hanya soal efisiensi, tapi juga inovasi. Dengan membaca data pelanggan, perusahaan bisa menciptakan produk baru yang lebih relevan.

Contoh nyata: Spotify menganalisis kebiasaan mendengarkan lagu pengguna. Dari data ini, mereka tidak hanya membuat playlist personal, tetapi juga berani meluncurkan fitur baru seperti Discover Weekly yang meningkatkan engagement pengguna.

Artinya, data bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga tentang membentuk masa depan bisnis.


6. Menjadi Fondasi Transformasi Digital

Tidak berlebihan jika dikatakan analisis data adalah bahan bakar transformasi digital. Hampir semua perusahaan yang sukses melakukan digitalisasi — dari Gojek hingga Tokopedia — bertumpu pada data untuk mengambil keputusan. Tanpa data analyst, transformasi digital hanya akan jadi jargon tanpa arah jelas.


Baca juga: Data Analyst vs Data Scientist


Singkatnya, peran analisis data dalam pengambilan keputusan tidak lagi bisa diabaikan. Dari meningkatkan objektivitas, memprediksi tren, mengurangi risiko, mengoptimalkan operasi, hingga mendukung inovasi, data analyst memegang kunci arah strategi perusahaan.

Kalau kamu tertarik memahami lebih dalam bagaimana data benar-benar dipakai dalam bisnis, coba ikuti Bootcamp Data Analyst with Python and SQL dari DQLab. Di bootcamp ini, kamu akan belajar step-by-step dari dasar, mengolah data dengan Python dan SQL, hingga bisa membuat analisis yang mendukung keputusan nyata. Yuk, sign up sekarang dan mulai perjalananmu menjadi data analyst yang handal!

Postingan Terkait

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini