MIDYEAR PROMO! Segera Beli Paket Premium Belajar Data Science 6 Bulan hanya Rp. 99.000. DAFTAR

Pakai Kode: DQMIDYEAR. Berakhir 0 Days 8 Jam : 3 Menit : 46 Detik

Menerapkan Business Intelligence di Customer Relationship Management (CRM) untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Belajar Data Science di Rumah 22-Oktober-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/0f8a770a4beb7b823e50fd7d48de87f2_x_Thumbnail800.jpg

Penerapan Business Intelligence (BI) di perusahaan tentunya dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan performa nya. Salah satu contohnya adalah dengan menerapkan konsep Customer Relationship Management (CRM). Nah apa sih CRM itu? Singkatnya CRM berisi data-data yang terkait dengan pelanggan, baik itu prilaku pelanggan, atau informasi pribadi seperti alamat atau nomor telepon, ataupun hal-hal lain yang berkaitan dengan pelanggan.

Loyalitas pelanggan tentunya menjadi sesuatu yang sangat penting dan sangat diharapkan oleh para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis serta meningkatkan income. Berbagai cara dilakukan untuk membuat pelanggan menjadi loyal terhadap produk yang dimiliki. Sehingga tidak heran jika akhir-akhir ini konsep Customer Relatonship Management ini banyak diterapkan di berbagai perusahaan. Hal ini disebabkan karena di CRM data pelanggan disimpan dengan lengkap.

Nah, lalu bagaimana sih penerapan Business Intelligence di CRM ini? Penasaran kan? Yuk simak ulasan berikut ini!

1. Menghasilkan Keuntungan yang Lebih Banyak

Salah satu tujuan dari menerapkan Business Intelligence di CRM adalah untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum dengan biaya operasional yang minimum. Umumnya konsep CRM ini memakan banyak biaya dan juga membutuhkan usaha yang jauh lebih banyak. Hal ini disebabkan karena perusahaan perlu mengumpulkan berbagai macam data yang tersebar di semua kantor cabang yang dimiliki. Bayangkan saja jika perusahaannya memiliki ratusan hingga ribuan kantor cabang di Indonesia, tentunya akan membutuhkan tenaga, biaya, serta waktu yang sangat banyak.

Dengan penerapan Business Intelligence di sistem CRM ini, maka si perusahaan tidak perlu mengumpulkan data pelanggan satu per satu dari kantor cabang karena data akan terkumpul di dalam satu tempat ketika pelanggan membeli produk. Umumnya BI ini berperan dalam proses penyampaian informasi secara rinci serta tepat di prilaku pelanggan agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Tentunya ini juga akan berdampak ke tingkat loyalitas dari pelanggan.

Baca Juga : Business Intelligence : Mengenal Proses Pengolahan Data Oleh Business Intelligence

2. Konsep CRM Cross Selling

Cross selling merupakan proses penjualan produk baik berupa barang ataupun jasa yang akan mempengaruhi penjualan produk lainnya. Misalkan ketika istri ingin membelikan pakaian untuk suaminya, kemudian si isitri juga ingin membeli pakaian untuk dirinya sendiri karena mendapat penawaran yang menarik. Dalam hal ini Business Intelligence berperan untuk menghasilkan prediksi prilaku konsumen sehingga divisi pemasaran dapat menentukan strategi yang mana agar produknya dapat laku lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.

3. Konsep CRM Up Selling

Konsep CRM up seliing hampir mirip dengan CRM cross selling. Bedanya, di konsep ini proses penjualannya dilakukan agar si konsumen mau mengeluarkan uang lebih banyak untuk barang yang sama namun dalam ukuran berbeda. Tidak jarang kita menemukan hal ini di tempat makan siap saji, dimana pelayannya menawarkan kita untuk mendapatkan porsi yang jauh lebih banyak dengan menaikkan harganya sedikit. Pasti beberapa di antara kita pernah kan mengalami hal ini?

Nah, penerapan BI nya dimana sih? Pada dasarnya, karena konsep ini mirip dengan cross selling, maka penerapan BI pun hampir sama, yaitu dengan menghasilkan prediksi akan prilaku konsumen. Prediksi ini menggunakan data histori si pelanggan dan juga beberapa teknik data mining. Sehingga pelaku bisnis dapat memahami produk mana saja yang dapat memberikan keuntungan lebih dengan melihat pola pembelian yang dilakukan pelanggan.

Baca Juga : Business Intelligence Tools : Mengenal Tableau, Senjata Ampuh Profesi BI untuk Bersaing dengan Kompetitor

4. Tertarik? Yuk, Belajar Data Science Gratis sekarang!!

Terapkan ilmunya sekarang dengan bergabung bersama platform belajar online DQLab! Selain bisa meningkatkan ilmu data yang dimiliki, kamu juga bisa membangun portofolio datamu di DQLab guna mempersiapkan dirimu berkarir di industri data. 

Sign Up untuk nikmati module GRATIS “Introduction to Data Science” dengan pengalaman belajar yang seru menyenangkan serta aplikatif pada industri nyata! Untuk kamu yang ingin mulai belajar Data Science atau siap berkarir jadi Data Analyst, Data Scientist, dan Data Engineer, persiapkan diri kamu dengan tepat sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Yuk #MulaiBelajarData di DQLab.

Dengan belajar di DQLab, kamu bisa:

  • Menerapkan teknik mengolah data kotor, hasilkan visualisasi data dan model prediksi dengan studi kasus Retail dan Finansial

  • Dapatkan sesi konsultasi langsung dengan praktisi data lewat data mentoring

  • Bangun portofolio data langsung dari praktisi data Industri

  • Akses Forum DQLab untuk berdiskusi.

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Akses module Introduction to Data Science

  3. Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab.

Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri

Editor : Annissa Widya

Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!