SUPER 6.6 SALE! DISKON 96%
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 120K!

0 Hari 6 Jam 3 Menit 26 Detik

Perbanyak Internship, Strategi Bryan Siap Berkarir di Bidang Data

Belajar Data Science di Rumah 08-Februari-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/79eeab6f2a7e9465aa02a28418ea0cd0_x_Thumbnail800.jpeg

Menjelang kelulusannya, pemilik nama lengkap Bryan Fernando Liauwan yang juga bagian dari member DQLab ini kini tengah fokus pada studi akhirnya. Selain fokus pada studi akhirnya, mahasiswa informatika yang satu ini juga giat mempersiapkan diri untuk memulai karir selepas lulus kuliah. Sebagai member DQLab, Bryan mengaku sudah menyelesaikan beberapa modul yang tersedia dan mengikuti program beasiswa DQLab, Tetris.


Bryan tak banyak memilih, semua materi yang diberikan DQLab ia sikat habis begitu saja, mulai dari basic hingga tingkat advanced yang menurutnya sangat relevan dengan pembelajaran di perkuliahannya. 


Lantas seperti apa ya perjalanan Bryan menghadapi semester akhirnya dalam menggapai impian sebagai praktisi data?


1. Curi Kesempatan Lewat Internship

Keseriusannya untuk bisa berkarir di industri data dibuktikan Bryan dengan mengikuti kegiatan internship di salah satu perusahaan e-commerce, Blibli, sebagai Data Analyst Intern. Bryan mengatakan hal ini ia lakukan sebagai bentuk usahanya untuk siap terjun sebagai praktisi data profesional setelah lulus nanti.


Berkat internshipnya ini pun ia bisa merasakan pengalaman baru dan menjadikan langkah awal agar kelak bisa menjadi Data Analyst Full Time. Selain itu, tujuannya dalam mengikuti internship adalah untuk mencari tahu bagaimana realita bekerja di industri data. Ia pun sangat bersyukur, DQLab memberikannya kemudahan dalam proses persiapan karirnya saat ini.


Baca juga: Berhasil Dapatkan Internship sebagai Data Engineer Melalui Beasiswa Tetris


2. Pengalaman Belajar Data Science Bersama DQLab

Bryan mengatakan salah satu keunggulan DQLab adalah materi pembelajaran yang komprehensif & aplikatif. Pemaparan yang diberikan pun terbilang sangat terstruktur. Oleh sebab itu, ia merasa mudah selama proses belajar berlangsung. Selain itu, DQLab juga membantunya dalam mempelajari pemahaman bisnis agar lebih siap berkarir sebagai praktisi data. 


“Salah satu contoh yang saya alami adalah, dengan ikut tetris DQLab saya jadi belajar Pentaho, yang sangat dibutuhkan di industri saat ini. Saya baru tahu di DQLab, karena menurut saya nggak banyak course yang menyediakan kompetensi Pentaho dalam proses belajarnya,” ucap Bryan.


3. Memanfaatkan Forum Diskusi

Baginya, DQLab sebagai wadah pembelajaran Data Science cukup memenuhi kebutuhan fresh graduate seperti Bryan, yang mudah dipahami dan membuatnya berkembang.


“Saya sangat puas belajar di DQLab, karena saya sangat merasa di grooming di DQLab,” kata Bryan.


Menurut Bryan, pembelajaran tidak cukup jika hanya dengan memahami secara teori. Ada kalanya ia membutuhkan ruang diskusi dengan teman atau para senior. Dan di DQLab lah ia mendapatkan kesempatan itu. Hal ini juga yang menurut Bryan menjadi pembeda antara DQLab dengan course lainnya. Dan yang paling membuatnya merasa beruntung adalah Job Connector yang ditawarkan DQLab untuk para member terpilih. Tak heran, semangat Bryan pun tak pernah henti untuk terus mengejar cita-citanya.


Baca juga: Perjalanan Ashari Meraih Mimpi Berkarir Menjadi Data Analyst


4. Cara Bryan Persiapkan Diri Mulai dari Internship Hingga Fulltime!

Sahabat DQ, buat kalian yang juga berada di penghujung perkuliahan dan ingin mulai membangun karir di industri data dengan memulai internship seperti Bryan, coba kalian terapkan beberapa tips dari Bryan nih!


  • Mempersiapkan portofolio sebaik mungkin. Jelas, salah satu cara penilaian orang terhardap kemampuan kita yakni melalui tampilan portofolio.

  • Mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Seperti Bryan, yang tidak pernah lelah untuk mempelajari beragam modul yang diberikan DQLab.

  • Tuang semua pengalaman dan kemampuan kalian ke dalam CV. Di sinilah kamu bisa membangun self branding sesuai yang kalian inginkan.

Tidak berhenti sampai disitu, Bryan pun melanjutkan karirnya sebagai fulltim IT Support di Wings Group, dirinya mengaku setelah dinyatakan lulus dari pendidikan sarjana IT saya di Petra Christian University, Bryan memutuskan untuk segera mencari pekerjaan fulltime.

Banyak perusahaan yang Bryan pinang dan seleksi, sebut saja perusahaan-perusahaan besar seperti company perbankan dan e-commerce. Dalam prosesnya Bryan bisa diterima untuk seleksi di perusahaan-perusahaan tersebut, hingga pada titik terakhir Bryan ditawarkan untuk masuk bekerja. Melalui jalan yang panjang, Wings Surabaya membuka lapangan pekerjaan di bidang IT. Tanpa berpikir panjang, Bryan mengambil kesempatan ini.

Satu tahap demi satu tahap saya jalani, hingga di bagian Bryan diarahkan untuk ke IT Support melihat pengalaman dan latar belakang bidang yang saya geluti. Pengalaman menjadi Data Analyst di Blibli Bryan sampaikan baik ke HRD dan user.

Bryan merasa para rekruter melihat potensi skill untuk ada di IT Support karena dipekerjaan tersebut juga akan banyak berkecimpung dengan team dari divisi lain, bagaimana mengkomunikasikan data, hingga insight, problem solving, dan data-data tentunya.

"Prosesnya berjalan dengan baik hingga saya diterima bekerja dan saat itu juga saya menerima tantangan baru di bidang ini." Tambahnya

"Di bidang IT Support saya juga banyak memanfaatkan hal yang saya peroleh selama berproses di Data Analyst Blibli, bagaimana berkomunikasi dengan orang dari latar belakang yang sangat beragam, serta memberikan problem solving dari apa yang sedang dihadapi, mengelolah data-data dari persoalan yang sedang akan dipecahkan, dan hal-hal teknis lainnya yang tentu tidak lepas dari dunia IT." Tutup Bryan.

Gimana, Sahabat DQ? Apakah kalian ingin mengikuti jejak Bryan? Yuk, tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru dengan tujuan mengembangkan kompetensi kalian. Mulai belajar Data Science bersama DQLab!


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login