2 DAYS ONLY FLASH SALE 5.5
Belajar Data Science 3 Bulan hanya 99K!

1 Hari 12 Jam 6 Menit 42 Detik

Perbedaan SQL Injection 1 dan 1-1, Jangan Salah Ya!

Belajar Data Science di Rumah 05-April-2024
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/kv-2-banner-longtail-selasa-06-2024-04-06-203704_x_Thumbnail800.jpg

SQL Injection merupakan serangan keamanan yang rentan terjadi terhadap basis data saat menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language). Serangan ini memanfaatkan celah keamanan dalam aplikasi web yang memungkinkan penyerang untuk menyisipkan kode SQL yang berbahaya ke dalam pernyataan SQL yang dieksekusi oleh basis data. Serangan SQL Injection sering kali terjadi karena kurangnya validasi input pada aplikasi web.


Dengan memanfaatkan celah ini, penyerang dapat menyisipkan kode SQL yang berbahaya seperti perintah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, atau bahkan perintah-perintah administratif lainnya yang dapat mengakses, memodifikasi, atau bahkan menghapus data dari basis data tersebut.


Dalam serangan SQL injection, ada dua varian yang umum dari serangan SQL injection adalah SQL Injection 1 (satu) dan SQL Injection 1-1 (satu-satu). Meskipun kedua serangan ini memiliki nama yang mirip, perbedaan di antara keduanya cukup signifikan dan penting untuk dipahami. Berikut ini akan dibahas tentang perbedaan antara SQL Injection 1 dan SQL Injection 1-1 bagi yang ingin belajar hacking maupun bahasa pemrograman SQL khusus pemula.


Simak sampai habis, ya sahabat DQLab! Agar kamu tidak salah dalam membedakan.


1. Mengenal SQL Injection dalam Serangan Keamanan

SQL Injection adalah serangan yang memanfaatkan celah keamanan dalam aplikasi web yang menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language) untuk berinteraksi dengan basis data. Serangan ini memungkinkan penyerang untuk menyisipkan atau memanipulasi pernyataan SQL yang dieksekusi oleh server basis data, dengan tujuan untuk mengakses, mengubah, atau menghapus data, serta bahkan untuk mendapatkan kontrol penuh atas sistem yang terkait.


Dalam kasus yang paling ekstrem, SQL Injection dapat mengakibatkan kerusakan serius pada integritas data, pencurian informasi sensitif, dan bahkan mengekspos sistem untuk akses tidak sah. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang SQL Injection dan penerapan praktik keamanan yang tepat sangat penting dalam pengembangan aplikasi web yang aman dan tahan terhadap serangan.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


2. SQL Injection 1

SQL Injection 1, juga dikenal sebagai "1=1 Attack", adalah serangan yang paling dasar dan paling umum pada aplikasi web. Serangan ini dilakukan dengan menyisipkan frasa "1=1" dalam pernyataan SQL yang dikirim ke server basis data. Kondisi "1=1" selalu bernilai benar dalam logika boolean, sehingga pernyataan SQL yang mengandung kondisi ini akan selalu mengembalikan hasil yang valid. Ini memungkinkan penyerang untuk memperoleh akses ke data yang seharusnya tidak bisa diakses olehnya.


Contoh sederhana serangan SQL Injection 1:

SQL

Dalam contoh ini, frasa '1'='1' akan selalu benar, sehingga pernyataan SQL akan mengembalikan baris pertama yang sesuai dengan kondisi username = 'admin', mengabaikan validitas kata sandi.


3. SQL Injection 1-1

SQL Injection 1-1, atau dikenal juga sebagai "1=1 Attack with additional conditions", adalah varian yang lebih canggih dari serangan SQL Injection 1. Serangan ini dilakukan dengan menyisipkan frasa "1=1" dalam pernyataan SQL, tetapi dengan menambahkan kondisi tambahan yang tidak memengaruhi hasil secara keseluruhan. Tujuan dari penambahan kondisi ini adalah untuk menyamarkan serangan dan menghindari deteksi oleh filter keamanan atau firewall aplikasi.


Contoh serangan SQL Injection 1-1:

SQL

Dalam contoh ini, meskipun kondisi 'a'='b' tidak masuk akal dan seharusnya selalu salah, pernyataan SQL secara keseluruhan tetap mengembalikan hasil yang valid karena kondisi utama '1'='1' yang benar.


Baca juga : Catat! Ini 3 Keuntungan Belajar SQL dalam Mengolah Data


4. Perbandingan SQL Injection 1 dan SQL Injection 1-1

Perbedaan utama antara SQL Injection 1 dan 1-1 terletak pada tingkat kecanggihan dan kompleksitas serangan. SQL Injection 1-1 memperkenalkan kondisi tambahan untuk mengelabui sistem keamanan, sementara SQL Injection 1 hanya bergantung pada kondisi sederhana "1=1". Serangan SQL Injection 1-1 cenderung lebih sulit dideteksi dan dicegah karena kemampuannya untuk menghindari filter keamanan.


Dalam kedua kasus, serangan SQL Injection dapat menyebabkan dampak yang serius, termasuk kebocoran data sensitif, kerusakan basis data, atau bahkan pengambilalihan kendali atas sistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi pengembang web untuk memahami teknik-teknik ini dan menerapkan praktik keamanan yang tepat, seperti penggunaan parameterized queries, validasi input, dan penggunaan teknik keamanan lainnya untuk melindungi aplikasi web dari serangan SQL Injection.


Jadi, sudah tahu kan perbedaan antara SQL Injection 1 dan SQL Injection 1-1 ini? Terus darimana kita belajar tentang hal tersebut? Darimana belajar SQL yang sesuai dengan kebutuhan tersebut? DQLab adalah jawabannya. Modul ajarnya lengkap dan bervariasi. Dilengkapi studi kasus yang membantu kalian belajar memecahkan masalah dari berbagai kasus. Bahkan diintegrasikan dengan ChatGPT. Manfaatnya apa?

  • Membantu kalian menjelaskan lebih detail code yang sedang dipelajari

  • Membantu menemukan code yang salah atau tidak sesuai

  • Memberikan solusi atas problem yang dihadapi pada code

  • Membantu kalian belajar kapanpun dan dimanapun


Selain itu, DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Tunggu apa lagi, segera Sign Up dan perkuat kemampuan SQL kalian untuk melindungi database dengan ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python


Penulis: Reyvan Maulid


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login