DQLAB GREAT SALE DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!
0 Hari 1 Jam 34 Menit 42 Detik

Persiapan Karir Data Scientist, Freshgraduate Wajib Catat!

Belajar Data Science di Rumah 08-Agustus-2025
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/daa7345c0a91c369f816bc736418752d_x_Thumbnail800.jpg

Di era data saat ini, menjadi data scientist bukan cuma soal jago coding atau bisa bikin grafik keren. Profesi ini telah menjadi incaran banyak freshgraduate karena menjanjikan gaji tinggi, jenjang karier yang fleksibel, hingga peran strategis di perusahaan. Tapi tunggu dulu, sebelum terjun ke dunia data science, ada banyak hal yang perlu disiapkan. Apakah kamu sudah cukup siap?

Menurut laporan dari IBM (2020), permintaan global terhadap data scientist tumbuh 28% setiap tahun, dan Indonesia turut merasakan dampaknya. Dunia kerja tidak hanya mencari mereka yang bisa mengolah data, tetapi juga yang punya mindset analitis, skill pemrograman, dan mampu menerjemahkan data menjadi keputusan bisnis. Supaya nggak penasaran, MinQ akan membantumu membedah segala hal yang perlu disiapkan untuk memulai karier sebagai data scientist, khususnya untuk kamu yang baru lulus dan ingin nyemplung ke industri data!


1. Mengenal Karier Sebagai Data Scientist

Secara sederhana, data scientist adalah profesional yang bertugas menggali informasi bernilai dari kumpulan data yang kompleks. Mereka menggunakan statistik, machine learning, dan programming untuk menemukan pola tersembunyi yang bisa dijadikan insight bagi perusahaan. Seorang data scientist biasanya bekerja dengan data analyst, data engineer, bahkan product manager.

Menurut Harvard Business Review, data scientist disebut sebagai “The Sexiest Job of the 21st Century.” Tapi jangan terkecoh, di balik gelar yang terdengar glamor ini, terdapat kombinasi kerja keras, penguasaan teknologi, dan kemampuan komunikasi yang mumpuni.


2. Mengapa Profesi Ini Penting di Era Big Data & AI?

Data adalah new oil. Hampir semua keputusan bisnis sekarang berbasis data, mulai dari strategi marketing, efisiensi produksi, hingga personalisasi layanan. Tanpa data scientist, data-data tersebut hanya akan menjadi sekumpulan angka tak bermakna.

Berdasarkan riset dari McKinsey & Company (2023), perusahaan yang menggunakan pendekatan berbasis data secara konsisten 40% lebih unggul dalam pengambilan keputusan strategis. Ini menunjukkan bahwa kehadiran data scientist bukan hanya pelengkap, tetapi vital bagi keberlangsungan bisnis modern.

Bagi freshgraduate, penting untuk memahami bahwa profesi ini tidak hanya dibutuhkan di perusahaan teknologi. Industri keuangan, kesehatan, manufaktur, bahkan FMCG kini mencari talenta data scientist untuk membantu mereka menjadi lebih kompetitif.


Baca juga: Data Analyst vs Data Scientist


3. Bagaimana Cara Memulai Karier sebagai Data Scientist?

Langkah pertama tentu dimulai dari belajar dasar-dasar data science. Ini mencakup pemahaman statistik, Python atau R, SQL, serta eksplorasi data. Banyak platform seperti DQLab, Coursera, atau lainnya yang menawarkan kursus ramah untuk pemula dan bersifat praktikal. Pilih yang memiliki studi kasus real-life agar kamu tidak hanya belajar teori.

Setelah itu, fokuslah membangun portofolio. Buat proyek data science dari dataset publik seperti Kaggle atau Google Dataset Search. Semakin banyak kamu mempraktikkan apa yang dipelajari, semakin besar kemungkinan dilirik oleh recruiter.

Selain itu, jangan remehkan peran komunikasi. Seorang data scientist harus bisa menjelaskan hasil analisis kepada stakeholder non-teknis. Kemampuan storytelling dengan data menjadi nilai tambah yang sangat penting. Coba latih ini dengan membuat blog atau membagikan insight-mu lewat LinkedIn.


Baca juga: Bootcamp Data Analyst with Python & SQL


4. Faktor Penting yang Perlu Diperhatikan oleh Freshgraduate

Ada beberapa realita yang sering terlewat oleh para pemula. Pertama, gelar S1 bukan satu-satunya jalan untuk masuk ke dunia data. Banyak lulusan non-IT seperti ekonomi, psikologi, bahkan sastra yang sukses berkarier di bidang ini asalkan mau belajar.

Kedua, jangan terlalu cepat terpaku pada posisi "data scientist". Sebaiknya mulai dulu dari posisi seperti data analyst, data associate, atau bahkan internship untuk memahami alur kerja tim data.

Ketiga, pahami bahwa teknologi akan terus berkembang. Menurut World Economic Forum (2025), tools yang digunakan oleh data scientist akan terus berubah setiap 2–3 tahun. Artinya, kamu harus punya mental pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Mengikuti bootcamp atau forum diskusi seperti DQLab atau DataTalks dapat membantumu tetap relevan.

Terakhir, jangan lupakan personal branding. Rekruter seringkali mencari kandidat lewat platform seperti LinkedIn. Perkuat profilmu, tulis tentang projek-projek yang pernah dikerjakan, dan jangan ragu untuk aktif di komunitas.


FAQ

Q: Apakah perlu S2 untuk jadi data scientist?
A: Tidak wajib. Banyak data scientist sukses hanya dengan gelar S1 dan pengalaman kerja atau portofolio yang kuat. Namun, S2 bisa jadi nilai tambah, terutama untuk posisi senior atau riset.

Q: Apakah data scientist harus jago matematika?
A: Pemahaman statistik dan logika sangat penting. Tapi kamu tidak perlu menjadi ahli matematika asalkan mampu menerapkan konsep dasar secara praktikal.

Q: Gaji data scientist pemula di Indonesia berapa?
A: Menurut data dari Glassdoor dan Tech in Asia (2024), gaji data scientist entry-level di Indonesia berkisar antara Rp8 juta hingga Rp15 juta per bulan, tergantung skill dan lokasi.


Jadi, jangan cuma nunggu. Mulai riset tempat belajar yang tepat, cari beasiswa, dan rancang langkahmu mulai dari sekarang. Butuh bantuan cari info pendidikan data di dalam dan luar negeri atau jalur karier data analyst? Yuk, segera Sign Up ke DQLab! Di sini, kamu bisa belajar dari dasar hingga tingkat lanjut dengan materi dan tools yang relevan dengan kebutuhan industri, bahkan tanpa latar belakang IT. Belajar kapan saja dan di mana saja dengan fleksibilitas penuh, serta didukung oleh fitur eksklusif Ask AI Chatbot 24 jam!

Tidak cuma itu, DQLab juga sudah menerapkan metode pembelajaran HERO (Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based) yang dirancang ramah untuk pemula, dan telah terbukti mencetak talenta unggulan yang sukses berkarier di bidang data. Jadi, mau tunggu apa lagi? Segera persiapkan diri untuk menguasai keterampilan di bidang data dan teknologi dengan subscribe modul premium, atau ambil Bundle Bootcamp Data Scientist sekarang juga!


Penulis: Lisya Zuliasyari

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini