Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Ragam Database, Tools Utama Profesi Data Engineer

Belajar Data Science di Rumah 05-September-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/longtail-senin-04-2023-09-06-094853_x_Thumbnail800.jpg

Data engineer memerlukan tools yang spesifik karena akan banyak bekerja dengan data berukuran besar. Tools tersebut adalah database management system atau biasa dikenal dengan DBMS. DBMS adalah software yang terhubung dengan basis data, aplikasi, dan interface user untuk mendapatkan data dan menjabarkan data tersebut.


DBMS berisi instrumen kunci untuk mengatur database. Pada dasarnya, DBMS dibagi menjadi dua jenis yaitu relasional dan non-relasional atau biasa dikenal dengan SQL dan NoSQL. Perbedaan SQL dan NoSQL adalah proses pengambilan, distribusi, dan pemrosesan data. 


Dalam DBMS relasional, data tersusun terstruktur dalam bentuk tabel dan terdiri dari baris dan kolom. Database relasional terhubung dengan sistem penyimpanan data sehingga lebih terjamin keamanannya. DBMS relasional banyak digunakan oleh data engineer untuk membangun dan mengelola data berukuran besar.


Apakah Kamu tahu apa saja relational database management system yang paling banyak digunakan? Pada artikel kali ini, DQLab akan menjabarkan apa saja DBMS tersebut dan apa kelebihan dan kekurangannya. Penasaran? Yuk baca artikelnya sampai selesai! 


1. MySQL

Data Engineer

Database management system pertama yang akan kita pelajari adalah MySQL. Sistem database ini merupakan DBMS paling populer dan paling banyak digunakan. MySQL merupakan database milik Oracle Corporation. Software ini dapat bekerja sama dengan banyak platform seperti Windows, Linux, MacOS, IRIX, dan lainnya.


Kelebihan MySQL adalah free installation. Artinya, kita tidak perlu membeli lisensi untuk menginstall dan menggunakan MySQL untuk kebutuhan pribadi. Kelebihan lainnya adalah sintaks yang sederhana dan mudah dipelajari.


Pengguna MySQL tidak perlu memiliki keterampilan khusus untuk mengelola databasenya karena pengelolaan data bisa langsung dijalankan di baris perintah sehingga tidak perlu mengembangkan sintaks lain. Selain memiliki kelebihan, MySQL juga memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah masalah skalabilitas, yaitu MySQL tidak didukung sintaks untuk skalabilitas. 


Baca juga : Mengenal Data Engineer dan Prospek Karirnya


2. MariaDB

Data Engineer

MariaDB adalah cabang open source dari MySQL. Software ini berada di bawah Lisensi GNU dan memiliki sintaks, API, dan library yang mirip dengan MySQL. Salah satu keunggulan MariaDB adalah memiliki sistem enkripsi sehingga walaupun software ini open source data kita akan tetap aman karena memiliki fitur-fitur keamanan seperti otentikasi PAM dan LDAP, dan Kerberos.


Kelebihan lain software MariaDB adalah memiliki fungsionalitas yang luas. MariaDB telah merilis banyak fitur baru dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah kolom dinamis untuk menggabungkan database SQL dan NoSQL. Kelemahan dari MariaDB adalah komunitas pengguna yang masih berkembang karena sistem manajemen basis data ini belum lama didirikan sehingga jumlah profesional yang menggunakan database ini relatif sedikit. 


3. Oracle

Data Engineer

Oracle adalah sistem manajemen basis data relasional yang dibuat dan dijalankan oleh Oracle Corporation. Saat ini, oracle mendukung beberapa model data seperti dokumen, grafik, basis data relasional, dan lain sebagainya. Dalam rilis terbarunya, oracle kembali fokus pada komputasi cloud. Oracle memiliki dua versi yaitu versi gratis dan berbayar, tentunya dengan fungsi dan fitur yang berbeda.


Kelebihan lain yang dimiliki oracle adalah memiliki kapasitas yang besar. Software ini memiliki multi-model untuk menampung dan memproses data dalam jumlah besar. Kelemahan dari oracle adalah harganya yang relatif tinggi. Lisensi oracle untuk versi perusahaan dibanderol dengan harga mulai dari $ 17.500 hingga $ 47.000. Selain harganya yang mahal, oracle juga membutuhkan sumber daya dan ruang penyimpanan yang besar.


4. PostgreSQL

Data Engineer

Sistem manajemen database selanjutnya yang akan kita bahas adalah postgreSQL. Sistem manajemen database ini sama populernya dengan MySQL. Software ini adalah DBMS relasional yang menggabungkan objek dan tabel untuk membangun struktur data yang kompleks. PostgreSQL adalah software open source yang dikembangkan oleh PostgreSQL Global Development Group.


DBMS ini dapat dikombinasikan dengan sistem platform seperti Microsoft, iOS, Android, dan masih banyak lagi. Kekurangan dari postgreSQL adalah dokumentasi yang tidak konsisten. Meskipun PostgreSQL memiliki komunitas yang besar dan memberikan dukungan yang kuat bagi penggunanya, dokumentasi yang ada pada postgreSQL masih kurang konsisten dan kurang lengkap. 


Baca juga : Data Enginer VS Data Scientist


Tidak memiliki background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa menguasai Ilmu Data Science untuk siap berkarir menjadi praktisi data bersama DQlab!


DQLab adalah platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur ChatGPT yang memudahkan beginner untuk mengakses informasi mengenai data science secara lebih mendalam.


DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Jadi sangat cocok untuk kamu yang belum mengenal data science sama sekali. Untuk bisa merasakan pengalaman belajar yang praktis dan aplikatif, yuk sign up sekarang di DQLab.id atau ikuti DQLab Bootcamp LiveClass berikut untuk informasi lebih lengkapnya!


Penulis: Galuh Nurvinda K




Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login