PROMO 7.7! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 12 Bulan hanya 177K!

0 Hari 3 Jam 23 Menit 13 Detik

Real Study Case Fungsi Keuangan NPV pada Excel

Belajar Data Science di Rumah 10-Juni-2024
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/longtail-selasa-08-2024-06-13-101619_x_Thumbnail800.jpg

NPV pada Excel adalah fungsi yang sangat berguna dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas masa depan, NPV membantu perusahaan untuk menilai kelayakan investasi, membandingkan berbagai proyek, dan merencanakan keuangan dengan lebih efisien. Meskipun NPV dan IRR sama-sama digunakan untuk mengevaluasi investasi, keduanya memiliki perbedaan penting yang perlu dipahami. Cari tahu real study case dari NPV di pembahasan berikut ini!


1. Apa itu Fungsi NPV pada Excel

NPV (Net Present Value) pada Excel adalah salah satu fungsi keuangan yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi kelayakan investasi. NPV mengukur perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode tertentu. Dalam sebuah bisnis, fungsi ini digunakan untuk menentukan apakah suatu investasi akan menghasilkan keuntungan atau kerugian berdasarkan nilai uang sekarang.


Cara kerja fungsi NPV di Excel cukup sederhana. Fungsi ini membutuhkan dua input utama: tingkat diskonto (discount rate) dan serangkaian arus kas. Bentuk dasar dari fungsi NPV di Excel adalah:

Excel

Dalam hal ini:

  • rate adalah tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskon arus kas masa depan.

  • value1, [value2], ... adalah arus kas masa depan yang diharapkan dari investasi.


Fungsi NPV pada Excel menghitung nilai sekarang dari arus kas tersebut berdasarkan tingkat diskonto yang diberikan. Dengan kata lain, NPV menunjukkan seberapa besar nilai sekarang dari keuntungan yang diharapkan dari investasi setelah mempertimbangkan biaya modal.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Manfaat Penggunaan Fungsi NPV

Penggunaan fungsi NPV memiliki berbagai manfaat, terutama dalam pengambilan keputusan investasi. Berikut adalah beberapa manfaat utama:

  • Penilaian kelayakan investasi: NPV adalah fungsi yang sangat efektif untuk menilai kelayakan investasi. Jika NPV positif, ini menunjukkan bahwa investasi akan menghasilkan lebih banyak uang daripada biaya yang dikeluarkan, yang berarti investasi tersebut menguntungkan. Sebaliknya, jika NPV negatif, artinya investasi akan menghasilkan kerugian.

  • Membandingkan risiko investasi: Fungsi NPV memungkinkan perusahaan untuk membandingkan berbagai proyek investasi. Dengan menghitung NPV dari setiap proyek, perusahaan dapat memilih proyek yang memberikan nilai sekarang tertinggi, yang berarti proyek tersebut menawarkan pengembalian terbaik.

  • Mengukur risiko investasi: Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan NPV juga mencerminkan risiko investasi. Semakin tinggi tingkat diskonto, semakin besar risiko yang diambil. Ini membantu perusahaan untuk mengukur risiko yang terkait dengan proyek investasi tertentu.


3. Contoh Nyata Penggunaan Fungsi NPV

Mari kita lihat contoh nyata penggunaan fungsi NPV di Excel. Misalkan sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menginvestasikan $100,000 dalam sebuah proyek yang diharapkan menghasilkan arus kas sebagai berikut selama lima tahun ke depan:

  • Tahun 1: $30,000

  • Tahun 2: $35,000

  • Tahun 3: $40,000

  • Tahun 4: $45,000

  • Tahun 5: $50,000


Perusahaan menggunakan tingkat diskonto sebesar 10%. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung NPV di Excel.

  • Masukkan arus kas tahunan ke dalam sel Excel, misalnya dari sel B1 sampai B5.

  • Masukkan tingkat diskonto ke dalam sel lain, misalnya sel B6 dengan nilai 10%.

  • Gunakan formula NPV untuk menghitung nilai sekarang dari arus kas:

Excel


Dengan menggunakan formula tersebut, Excel akan menghitung NPV dari proyek investasi tersebut. Jika hasilnya positif, proyek tersebut layak untuk dilakukan. Jika hasilnya negatif, proyek tersebut sebaiknya ditinjau ulang atau ditolak.


4. Apa Bedanya dengan IRR?

Internal Rate of Return (IRR) adalah alat keuangan lain yang sering digunakan bersama dengan NPV. Meskipun keduanya digunakan untuk mengevaluasi kelayakan investasi, ada beberapa perbedaan utama antara NPV dan IRR. IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV dari arus kas tersebut sama dengan nol. Dengan kata lain, IRR adalah tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi.


NPV memberikan nilai absolut dari keuntungan atau kerugian yang diharapkan dari investasi. NPV positif berarti investasi menguntungkan, sementara NPV negatif berarti investasi merugikan. Sedangkan IRR memberikan tingkat pengembalian relatif yang diharapkan dari investasi. IRR yang lebih tinggi dari tingkat diskonto menunjukkan investasi menguntungkan, sementara IRR yang lebih rendah menunjukkan sebaliknya.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with Excel


Selain perhitungan NPV dan IRR, perusahaan juga perlu mengetahui rumus keuangan lainnya. Seperti ROI yang merupakan rasio untuk mengukur tingkat pengembalian investasi. Ada pula free cash flow yaitu jumlah uang yang dihasilkan oleh perusahaan setelah mengeluarkan uang untuk modal tetap dan modal kerja. Tertarik untuk mempelajari lebih lanjut? 

Excel


Kalian bisa mulai belajar di DQLab. Modul ajarnya lengkap dan bervariasi. Semua skill yang dibutuhkan akan diajarkan. Dilengkapi studi kasus yang membantu kalian belajar memecahkan masalah dari berbagai industri. Bahkan diintegrasikan dengan ChatGPT. Manfaatnya apa?

  • Membantu kalian menjelaskan lebih detail code yang sedang dipelajari

  • Membantu menemukan code yang salah atau tidak sesuai

  • Memberikan solusi atas problem yang dihadapi pada code

  • Membantu kalian belajar kapanpun dan dimanapun


Selain itu, DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Tunggu apa lagi, segera Sign Up dan persiapkan diri untuk menguasai Excel dari level apapun. Jangan lupa ikuti pula Bootcamp Data Analyst with Excel!

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login